Archive for Juni, 2007
Handphone Banyak Membantu Rakyat dan Bisa Menghemat Energi Juga.
Coba anda perhatikan, bukan siapa yang memakai handphone, tetapi siapa yang Tidak memakai handphone. Mulai dari supir, pembantu rumah tangga, tukang becak sampai tukang pulung sampah memakai handphone. Dan untuk beberapa orang HP sudah menjadi bagian yang sungguh membantu hidup mereka.
Satu contoh adalah salah satu tukang pijat yang saya kenal. Dia bilang kalau dulu orang yang akan memesan servisnya harus mendatangi rumahnya karena tidak punya telpon. Sekarang, orang bisa membuat jadwal dengan sms. Dia pun bisa memanggil ojek dengan sms. Dulu orang memakai pos dan surat untuk memberitakan keadaannya sewaktu merantau di kota lain. Sekarang daripada menulis surat, mereka bisa mengirim sms kapan pun mereka mau. Saya pun melihat satu kuli pikul pelabuhan di pulau bintan yang memakai HP. Kadang saya bingung juga, gimana yah jaman dahulu kita hidup tanpa HP? (lagi…)
Ecoseksual
Beberapa tahun terakhir adalah tahun untuk para Metroseksual, dimana mereka adalah orang-orang perkotaaan yang biasanya sangat peduli dengan penampilan mereka. Metroseksual juga biasanya dipakai untuk menjelaskan mengenai pria yang ingin tampil sempurna baik secara fisik yang atletis dan aksesoris penampilan seperti baju dan lainnya yang ok. Yah pokoknya yang seperti begitulah. Dan hal ini terjadi di kota-kota semua negara.
Nah sekarang yang lain ngetren adalah Ecoseksual dimana mereka adalah orang-orang perkotaan yang peduli akan lingkungan. Mereka juga biasanya eksekutif muda yang sukses sehingga mereka memiliki waktu dan uang untuk membeli hal-hal yang ramah lingkungan. Karena seperti yang saya katakan di artikel sebelumnya, menjadi ramah pada lingkungan itu bisa jadi mahal juga. Mereka ini juga akan ingin memiliki pasangan yang juga peduli akan lingkungan, dan walaupun tidak harus menjadi aktivis lingkungan, mereka akan mencoba memakai cat tembok yang tanpa timbal, senang pada tanaman, mungkin punya pojokan taman dengan kompos, dan memakai tissue yang bisa didaur ulang.
Mungkin saya dan anda bisa dikategorikan pada ecoseksual juga dan hal ini bukan menjadi hal yang jelek, tetapi juga sesuatu yang bisa memberikan semangat karena dengan menjadi ecoseksual kita bukan jadi sok cinta lingkungan, tetap normal-normal saja, tetapi tetap berusaha untuk berbuat hal-hal yang bisa membantu lingkungan. Hal-hal yang saya kemukakan di blog ini tidak terlalu aneh juga untuk diikuti tetapi hasilnya akan sangat besar bila diikuti oleh banyak orang.
Jadikan motto 2007 menjadi Trendi Dan Tetap Ramah Lingkungan. Ini baru menjadi warga perkotaan yang baik.
Satu ide lagi untuk memberi kado. Pot Tanaman.
Saya pernah menulis tentang Gift A Tree sebagai pengganti kado untuk yang berulang-tahun. Tapi memang kadang kita sulit juga kalau harus mencari tanaman yang tepat untuk kerabat atau teman kita. Tanaman pun tergantung tempat, temperatur dan cahaya matahari rumah tersebut.
Sudah beberapa kali terakhir ini saya memberikan pot tanaman saja, walaupun tanpa tanaman. Dengan ini, pemilik pot pun akan merasa bahwa potnya harus diisi dengan tanaman sehingga akan memberikan efek yang sama seperti Gift A Tree. Mencari pot pun tidak terlalu sulit karena banyak di jual di mana-mana.
Semoga bermanfaat.
Kalau cuma beda satu lantai, pakai tangga saja
Semakin kita perhatikan, semakin banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. Coba ke gedung bertingkat di daerah segitiga emas Jakarta dan coba naik lift. Pasti banyak ketemu orang yang masuk ke dalam lift dan memencet tombol untuk lantai satu di atas atau bawah. Kadang kita suka sebal juga karena dengan begitu orang itu menghabiskan waktu kita menunggu lift berhenti, pintu terbuka, dia masuk, pintu tertutup, naik satu lantai, pintu terbuka, dia keluar, pintu tertutup, baru lift jalan lagi. Apa kita gak kesal juga menunggu hanya untuk satu orang. Apalagi kalau kita mau cepat-cepat pergi ke rapat.
Kalau dilihat dari sisi lingkungan, memakai lift untuk satu lantai saja akan menghabiskan kira-kira 350 watt. Jadi sudah jelas bahwa menggunakan tangga akan bisa menghemat energi sangat banyak. Bayangkan bila 1 gedung bisa memuat 1000 orang dan di Jakarta menurut daftar dari Departemen Pekerjaan Umum ada lebih dari 1000 gedung yang memiliki lebih dari 5 lantai. Kalau kita rata-rata 500 gedung saja, dan untuk sementara 10% dari setiap gedung itu memakai lift untuk satu lantai, maka
100 orang x 500 gedung x 350 watt = 17500000 watt= 17,5 MWatt Terbuang Percuma! (lagi…)
Indonesia PLNnya Byar Pet. Taiwan dan London malah sukarela.
Beberapa hari ini kita sedang dilanda berita bahwa pembangkit listrik kita kekurangan bahan bakar atau kurang dirawat sehingga mati. Di satu sisi memang hal itu sangat merugikan masyarakat apalagi industri kalau sampai mati beberapa jam. Disisi lain, paling tidak kita sudah menyumbang kepada dunia untuk pemakaian karbon yang lebih sedikit hasil dari pembuangan bahan bakar batu bara di pembangkit listrik kita. Bumi bernapas sedikit deh. huuuuu……
Lain padang, lain belalang. Di negara Taiwan dan Inggris, pemerintah mereka malah mengadakan program “Lights Out” dimana semua gedung mulai dari gedung pemerintah, hotel dan gedung kantor harus mematikan lampu selama satu jam sehingga Bumi juga bisa bernapas. London melakukan ini pada hari Kamis malam kemarin dari jam 21:00-22:00 dimana gedung parlemen pun ikut serta. Taiwan melakukannya Jumat malam kemarin. Jepang juga akan melakukan hal yang sama nanti sebagai upaya untuk mendinginkan Bumi kita tercinta.
Kalau mau menyelamatkan lingkungan, jangan sisakan makanan

Kadang kita mau jadi idealis besar-besaran dan ingin menyelamatkan dunia dengan protes soal PLTN, kebakaran/pembalakan hutan, pengerukan pasir dan lain-lain. Padahal menyelamatkan lingkungan itu seperti yang saya berulang-kali tulis dapat dimulai dari hal-hal yang paling kecil dan sering kita abaikan. Salah satunya adalah soal menyisakan makanan kita.
Banyak kan orang asal ambil makanan, akhirnya gak habis. Apalagi kalau lagi makan buffett. Udah kayak gak makan seminggu. Akhirnya gak habis dan terbuang. Kalau sudah ambil nasi kebanyakan biasa lalu bilang, “makan nasi mah dirumah, habisin lauknya aja.” Kebanyakan tidak terpikir konsekuensi dari membuang makanan tersebut. (lagi…)
Konsep Kota Surabaya, Satu Jiwa Satu Pohon.
Kota Surabaya meluncurkan inisiatif baru untuk membina partisipasi masyarakat dalam pelestarian dan penghijauan kota. Inisiatif ini diberi nama Satu Jiwa Satu Pohon atau Saji Sapo. Berdasarkan Instruksi Walikota Nomor 11 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Program Satu Jiwa Satu Pohon, maka pemerintah Kota Surabaya menghimbau agar setiap bayi yang dilahirkan di Kota Surabaya diikuti dengan penanaman satu pohon dan setiap orang yang pindah masuk menjadi penduduk Surabaya diikuti dengan penananaman satu pohon dan tidak diperbolehkan diganti dengan uang kecuali bagi masyarakat yang tidak mampu maka mereka diperbolehkan untuk tidak menyumbang tanaman (bersifat sukarela).
Secara statistik, jumlah kelahiran di Kota Surabaya rata-rata adalah 200 bayi per hari dan mendapat 75-100 orang pendaftaran penduduk. Jika dikalkulasi maka dalam satu tahun ada 72.000 kelahiran dan 32.400 orang pendaftar penduduk. Jadi dalam setahun dapat diprediksi bahwa akan tumbuh 104.400 pohon baru di Kota Surabaya saja. (lagi…)
Olahraga di rumah saja. Sama-sama Sehat, Mudah dan Murah.
Dari beberapa tahun lalu saya mulai senang berolah-raga untuk kesehatan dan memiliki langganan di klub fitness. Biasa saya akan mulai dengan treadmill, lalu dilanjutkan dengan angkat beban. Kalau mau dihitung dari segi energi, wah… mulai dari penggunaan mobil ke lokasi olah raga, bayar parkir, penggunaan treadmill, AC di tempat fitness dan alat lainnya, maka akhirnya kalau kita olah raga setiap hari akan menggunung banyak sekali.
Semua ini sebenarnya bisa dilakukan dirumah dengan beberapa alat yang sederhana dan jangan lupa musik! Baru-baru ini saya membeli beberapa alat bantu untuk saya bisa berolah-raga di rumah. (lagi…)
















Komentar Terbaru