Air… Air… Ada yang Bocor, Ada yang Kekurangan

5 Agustus, 2007

Kran AirCoba anda perhatikan kalau pergi ke suatu tempat usaha atau perusahaan. Tempat usaha atau perusahaan bisa dari warung, restoran, mini-market, hypermarket, tempat foto copy, bank, pabrik atau apa pun juga. Baik dan buruknya kontrol manajemen dari tempat usaha tersebut akan kelihatan dari hal-hal yang kecil dimana manajemen yang baik akan memiliki kontrol hingga hal-hal yang terkecil dan banyak orang tidak pedulikan. Kita bisa lihat kebersihan, keamanan, dan lain sebagainya. Salah satu hal yang patut kita lihat amati adalah Kran Air. Saya sudah pernah tulis di artikel sebelumnya mengenai “Hemat Air, Hemat Uang, Bantu Lingkungan Kita” bahwa:

Dari seluruh air yang ada di bumi, 97% adalah air laut. Dimana 3% sisanya adalah air tawar dan hanya 1% saja yang tersedia untuk digunakan seluruh manusia.

Tetapi memang hal ini harus selalu diingatkan karena kita selalu lupa kalau belum ada bencana. Kelihatannya memang sangat mudah untuk mendapatkan air. Dimana-mana dibuat sumur air yang memompa air terus-menerus tanpa adanya resapan air yang menggantikan. Apa kita peduli untuk hal itu?

Surat kabar “Suara Pembaruan” tertanggal Sabtu, 4 Agustus 2007 mengatakan “Cilacap mulai krisis air” dan “Air Bendungan di Pemalang Jawa Tengah hampir kering.” Untuk anda yang ada di daerah lain, apalagi kota besar, apa peduli dengan air? Anda memang harus merasakan dan melihat sendiri keadaan tempat yang benar-benar kesulitan air. Bagaimana masyarakat harus berjalan berkilo-kilometer hanya untuk seember air. Jangan pun untuk mandi, air untuk minum dan makan juga susah.

Sementara itu kita yang tinggal di kota besar dengan seenaknya saja memakai air dan membiarkan air tersebut bocor. Jangan kira air yang bocor itu akan terserap lagi ke tanah. Tapi air yang sudah ke pipa air akan akhirnya ke got, yang akhirnya terbuang ke sungai dan tidak terserap oleh tanah. Banyak dari kita yang begitu tidak peduli dengan air yang bocor. Jangankan karyawan yang pikir itu hanya duit perusahaan yang hilang, tetapi pemilik perusahaan pun banyak yang pikir itu hanya uang kecil jadi tidak perlu banyak pusing. Tetapi intinya bukan pada uang, tetapi lingkungan.

Bayangkan bila rata-rata bocor tersebut adalah satu tetes per detik, maka hasilnya adalah pemborosan 25 Liter air per hari dan akhirnya adalah 10.000 Liter per tahun.

Sesuatu yang fantastis bukan? Kalau setiap kantor atau restauran seperti itu, anggap ada 1000 tempat saja yang bocor sudah menjadi 10 juta liter terbuang percuma!

Pada akhirnya bukan masalah manajemen. Itu hanya sebagai tolak ukur dimana manajemen yang baik akan berpikir panjang dan tidak egois sehingga akan memikirkan kepentingan banyak orang. Sekarang perusahaan diharuskan untuk membuat program Corporate Social Responsibility (CSR). Itu seperti menjadi satu jargon yang hebat. Tidak usah jauh-jauh menyelamatkan lingkungan, coba dari hal-hal yang kecil dulu. Kalau anda adalah karyawan suatu perusahaan, bantu perusahaan anda dan laporkan semua kran yang bocor. Kalau anda pemilik perusahaan, anda harus mulai mengkontrol semua bagian dengan lebih teliti. Menghilangkan kebocoran air di perusahaan tidak akan membuat anda dipandang hebat, apalagi membuat press release di koran. Tetapi anda harus sadar bahwa anda sudah membantu lingkungan, dan anda boleh bangga.

Entry Filed under: Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah, Manifesto Hijau. .

3 Comments Add your own

  • 1. erista  |  2 Februari, 2008 at 6:43 pm

    haye….keep on movin’ bro!!!
    kita harus menjaga air…
    tapi sebelumnya jagalah hutan kita, lingkungan kita,
    trus stop privatisasi air!!!

  • 2. Air Mati Total Tiga Hari &hellip  |  21 Juli, 2008 at 9:46 am

    [...] dikutip dari sini Possibly related posts: (automatically generated)Untukmu AyahStages of pregnancyHari Air [...]

  • 3. ada dechh  |  29 Juli, 2008 at 10:59 pm

    Bagus , jarang sekali yang mau memperhatikan hal-hal yang dipandang kecil seperti ini oleh orang kebanyakan, tapi ini adalah awal dari cara hidup menuju sukses….

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda



30 Mei 2009
Bandung Car Free Day
Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda (Dago)

8-9-10 Juni 2009
GREEN ART 2009
UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Jawa Timur
Jl. Gentengali 85 Surabaya
KONTAK PERSON:
H. Winarno 031- 70070033, Ketua Umum
Luhur Kayungga 031- 72476645, Humas
Tauchid S 081 330 187 630,Sekretaris

18 Juni 2009
Green Living – Best Practice
Tema: event agar Anda dapat mendisain rumah dan kantor sendiri dengan konsep disain yang ramah lingkungan.
Speaker: WWF Indonesia
Lokasi: Gedung Jakarta Design Center Ruang Lotus Lt 6
Jl. Gatot Subroto Kav 53 Jakarta 10260
Biaya: Rp 200.000,- (Umum), Rp 100.000,- (Mahasiswa dengan mambawa kartu identitas)
Kontak: Sutan 0856 928 38 548, Alfonso Harrison 0813 1799 0505

c

Archives

Artikel Sebelumnya

Top Posts

Jejak Pendapat

Kampanye Hijau









Blogroll

Statistik Pengunjung

Statistik

Links

Halaman

Kalender

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Meta