Archive for 25 Agustus, 2007
“Green Building” untuk Iklim Mikro, Bangunan Ramah Lingkungan Syaratkan Efisiensi
Koran Kompas
25 Agustus 2007
Sumber: Kompas Online
Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro.
“Poin terbesar dalam konsep ini adalah penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan,” kata Rana Yusuf Nasir dari Ikatan Ahli Fisika Bangunan Indonesia (IAFBI), sebagai salah satu pembicara dalam diskusi panel “Pemanasan Global-Apa yang Dapat Dilakukan Dunia Properti?”, Jumat (24/8) di Jakarta.
Menurut Rana, di Indonesia akses energi terbarukan masih lemah. Suplai energi listrik untuk properti hanya mengandalkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang belum menggunakan sumber energi terbarukan.
Di Amerika Serikat, lanjut Rana, berbagai perusahaan penyuplai energi listrik dengan berbagai pilihan bahan bakar, termasuk bahan bakar terbarukan. Pengembang yang memilih energi listrik dari sumber terbarukan akan memperoleh poin terbesar dalam konsep green building. (lebih…)
Perubahan Iklim Global, Jakarta Bisa Tinggal Nama
Koran Suara Pembaruan
25 Agustus 2007
oleh: Alex Suban
Sumber: Suara Pembaruan Online

Banjir menggenangi kawasan Pulomas dan Kelapa Gading di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta, Februari lalu.
Sebuah penelitian internasional baru-baru ini memperlihatkan hasil yang cukup mencengangkan. Sepersepuluh penduduk dunia atau sekitar 634 juta orang yang tinggal di dekat laut akan tenggelam ketika es di kutub bumi mencair akibat pemanasan global.
Tidak sampai di situ saja, penelitian itu juga memprediksikan, seluruh Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten merupakan kawasan yang akan tenggelam di akhir abad ini.
Penelitian ini juga dikuatkan melalui penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2007 yang menyebutkan pada tahun 2050 nanti, daerah- daerah di Jakarta seperti Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing akan hilang, juga Muara Gembong, Babelan, dan Tarumajaya di Bekasi.
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar, mengamini penelitian itu dan mengaku risau dengan kondisi tersebut. Dia mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan Ancol di Jakarta Utara hanya akan tinggal nama alias tenggelam pada tahun 2050. (lebih…)
















Komentar Terbaru