Archive for September, 2007
Pulau Tenaga Surya di Negeri Arab

Sinar matahari lebih banyak menyinari lautan dibandingkan dengan daratan. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa es yang ada di kutub utara dan selatan diharapkan tidak cepat meleleh pada skala yang ada sekarang. Semua itu karena Es selama ini telah menjadi semacam kaca pemantul raksasa sehingga sinar matahari dapat dipantulkan kembali ke ruang angkasa sehingga bumi tidak terlalu panas. Masalahnya kalau es mencair dan lautan semakin besar, maka sinar matahari tersebut akan diserap oleh lautan, sehingga temperatur laut juga meningkat. Dengan meningkatnya temperatur laut juga mempercepat pencairan es.
Bagaimana kalau kita bisa mengambil kebaikan dari pancaran sinar matahari yang jatuh ke laut? Negara United Arab Emirates sedang merencanakan hal tersebut bekerja sama dengan CSEM untuk membuat prototype pulau tenaga surya di gurun pasir dahulu. Prototype tersebut hanya sepersepuluh dari yang akan diimplementasikan. (lebih…)
22 September 2007. Jalan Thamrin Bebas Mobil.

Jakarta akan menggelar Car Free Day 2007 yang akan diadakan serempak seluruh dunia pada tanggal 22 September 2007. Untuk kota Jakarta, jalan protokol Sudirman Thamrin akan ditutup untuk kendaraan pribadi kecuali kendaraan umum seperti Busway selama 12 jam, 06:00-18:00
Untuk anda yang penggemar sepeda, inilah event untuk mengenjot sepeda anda antara Sudirman-Thamrin. Bagi anda yang ingin menikmati hari tanpa polusi mobil ini, akan ada bazaar di jalan tersebut sehingga bisa dinikmati dengan enak. Bau ayam goreng tanpa knalpot. Have Fun!
Pembuatan Celana Jeans. Semakin Gaya Semakin Polusi.
Trend jaman sekarang memang canggih. Semakin buluk semakin mahal. Semakin seperti pengemis semakin mahal. Yang tidak kita sadari adalah, semakin buluk itu memang proses pembuatannya semakin sulit. Bagaimana tidak, kain denim yang berwarna biru bisa menjadi warna biru muda buluk seperti sudah dipakai bertahun-tahun, serta kelihatan tetap natural.
Ternyata proses dari pembuatan jeans untuk kelihatan buluk itu sulit dan sangat merusak lingkungan, bagi perusahaan yang tidak memperhatikan limbahnya. Jeans tersebut di amplas, lalu diberikan bahan kimia potassium permanganate agar bisa kelihatan pudar. Setelah kelihatan pudarnya ok, baru jeans tersebut dicuci dan dicuci kembali dengan softener sebelum jeans tersebut di pak dan dikirim ke toko.
Penjara di Pulau. Betapa Enaknya…

Apa bayangan anda tentang penjara? Mungkin orang yang dipenjara akan hanya melihat tembok tanpa pernah melihat matahari. Makanan yang tidak enak dan juga penjaga yang garang. Di Norwegia baru saja dibuat penjara dengan model yang baru, dimana sebuah pulau dirubah menjadi penjara untuk penjahat-penjahat kelas kakap. Mereka tidak tinggal di sel penjara, melainkan di rumah-rumah yang ada di pulau tersebut. Kedengarannya asik banget dan mungkin akan banyak orang yang lari. Tetapi kalau sampai ketahuan ada yang lari, maka orang tersebut akan dimasukkan ke penjara dengan keamanan yang tertinggi seperti penjara biasanya dengan kamar sel. Ini saja sudah menjadi alasan mengapa orang tidak mau kabur dari pulau tersebut.
Mau omong ramah lingkungan, penjara ini menggantungkan diri pada Panel Tenaga Surya untuk listrik, menghangatkan ruangan dengan serpihan kayu bekas, memiliki peraturan daur ulang yang ketat, dan mempunyai stok makanan yang hampir swasembada dan organik. (lebih…)
Musim Hujan Datang Lagi Tanpa Perubahan Penanggulangan
Sudah dari minggu lalu Jakarta mulai diguyur hujan lagi dan cukup besar juga. Inilah musim panca roba. Panas, tiba-tiba hujan. Ini berarti beberapa minggu lagi sudah mulai musim hujan lagi. Tetapi bagaimana dengan cara penanggulangannya? Awal tahun ini, karena banjir yang begitu hebat mulailah bertebaran konsep-konsep pemerintah untuk penanggulangan. Mulai dari percepatan pembangunan Banjir Kanal Barat dan Timur, pembuatan Deep Tunnel yang katanya mau meniru luar negeri seperti Singapura, dan konsep dari masyarakat sendiri seperti pembuatan sungai yang mengelilingi Jakarta seperti ring road sebagai pencegah banjir.
Semua itu adalah ide dan konsep yang terlalu megah yang akhirnya memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit sehingga pada musim hujan berikutnya, tetap saja banjir. Coba saja lihat di koran hari ini tgl 10 September 2007, masih dibahas mengenai pembebasan lahan untuk pembuatan Banjir Kanal, yang targetnya 4 bulan lagi selesai, tetapi kelihatannya masih jauh lebih lama lagi. Itu baru pembebasan lahan, apalagi konstruksinya dan semua permasalahan di lapangan. (lebih…)
Global Warming? Gak usah mikir terlalu jauh deh.
“Nobody believes a weather prediction twelve hours ahead. Now we’re being asked to believe a prediction that goes out 100 years into the future?” Michael Crichton

Sudah banyak saya menulis tentang pelestarian lingkungan, solusi yang ramah lingkungan dan cara berpikir serta tips untuk terus mengurangi polusi di sekitar kita. Mungkin banyak yang berpikir bahwa saya sedang memerangi pemanasan global / global warming yang sedang hangat terus diperbincangkan. Al Gore juga terus mengutarakan hal yang sama. Memang banyak orang yang akhirnya merubah diri karena berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Tetapi ternyata banyak hal yang disebutkan oleh Al Gore dalam filmnya “The Inconvenient Truth” yang ternyata setelah diteliti lebih lanjut tidak relevan pada fakta yang ada. Pada intinya, bukan terus kita lalu tidak peduli pada lingkungan, tetapi gak usah mikir jauh sampai pemanasan global. Yang kita perlukan adalah perubahan kecil yang dapat kita lakukan di lingkungan kita karena mencintai lingkungan itu akan sangat bermanfaat pada keluarga kita, kesehatan kita, serta penghematan uang juga. Jadi manfaat untuk pribadi kita lebih banyak seperti menanam pohon, akhirnya rumah jadi lebih sejuk, oksigen lebih banyak, udara lebih bersih, dan kalau ada buahnya bisa panen juga. Jadi dari artikel ini bukan lalu ingin mengurangi rasa kecintaan lingkungan kita, tetapi melihat perpektif yang lain untuk pemanasan global yang digemborkan itu.
Semua ini dituliskan oleh Mary Ellen Tiffany Gilder dalam Thesisnya “The Gospel According to Gore.” (lebih…)

















Komentar Terbaru