Botol penyiram tanaman otomatis

20 Oktober, 2007 at 23:19 27 komentar

Air Otomatis

Apa yang bisa dibuat dari kaus kaki dan botol plastik bekas? Kita bisa jadikan penyiram tanaman otomatis.

Berapa banyak dari kita yang punya tanaman tapi suka malas merawat? Kalau tinggal sendiri dan sering pulang malem jadi kelupaan disiram. Kalau sering keluar kota juga jadi terlantar. Apalagi kalau mau liburan dan dirumah tidak ada yang jaga, tanaman akan kekeringan dan mati.

Ada satu cara mudah untuk membuat penyiram tanaman otomatis dimana air akan disalurkan ke dalam tanah sedikit demi sedikit sehingga bisa tanaman pun bisa tahan beberapa hari

Caranya?

Manual Penyiram Otomatis

  1. Cari botol plastik bekas. Bisa bekas air mineral atau soda
  2. Siapkan juga kaus kaki bekas/kain bekas lainnya, tang, pisau dan jarum pentul/paku diameter terkecil
  3. Lubangi botol plastik di sekujur badan botol
  4. Masukkan kaus kaki/kain bekas ke dalam botol. Bila sulit dimasukkan melalui mulut botol, potong botol menjadi 2 bagian dan di selotip kembali
  5. Tanam botol di pot atau taman anda di dekat tanaman dan isi dengan air
  6. Buat botol penyiram sebanyak yang dibutuhkan

Dengan cara ini, kita melakukan banyak hal. Pertama adalah kita mendaur ulang botol plastik yang tidak terpakai dan juga kaus kaki/kain bekas yang biasanya langsung kita buang. Kedua adalah kita memberikan perawatan yang baik untuk tanaman kita sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dalam cuaca yang sangat panas sekalipun karena akar tanaman mendapatkan supply air dengan baik. Ketiga membantu meringankan beban pekerjaan kita, daripada terus menerus menyiram, kita hanya sekali-kali mengisi botol kembali.

Akhir kata, daur ulang + menhidupi tanaman. Dua kombinasi yang sangat baik untuk lingkungan kita.

About these ads

Entry filed under: Lingkungan Rumah, TeknoHijau. Tags: .

Gelas minum dimana-mana… 10 Hal yang dapat dilakukan sebelum musim hujan

27 Komentar Add your own

  • 1. Adi Nugroho  |  21 Oktober, 2007 pukul 22:54

    klo di daerah saya botolnya digantung di pohonnya dan hanya menggunakan media botol saja tanpa kaos kaki. hehe, mirip2 tapi. klo boleh tau fungsi kaos kakiny itu apa ya? buat pengusir hama ya? heheh,

  • 2. dodolipet  |  22 Oktober, 2007 pukul 13:28

    wah. itu menarik banget. mungkin bisa jadi alternatif juga tuh selain di tanam.

    Tetapi kaus kaki tetap perlu, untuk menahan agar air tidak langsung keluar, jadi keluarnya itu pelan-pelan. Makanya solusi ini bisa dipakai untuk orang yang liburan, atau tanaman yang ditinggal.

    Jadi digantung + kaus kaki juga bisa. Mungkin ada beberapa % air yang evaporasi, tetapi gpp lah kalau pohonnya rimbun.

    Tx pak, nanti saya juga buat di rumah.

  • 3. .\Gojo  |  22 Oktober, 2007 pukul 17:26

    Menarik! Dan menimbulkan pertanyaan…

    1. aku masih belum paham prinsip kerjanya, bisa diterangkan lebih detil? …

    2. Botol yang digunakan tidak tampak jelas, tapi sepertinya ukuran 1.5L. Nah, asumsikan botol itu memang benar 1.5L, diisi penuh, lalu ‘ditanam’ di tanah… bisa bertahan berapa lama dari mulai ‘ditanam’ sampai dengan benar-benar habis?

    3. Ada rasio/radius efektif dari botol ini gak? maksudnya, satu botol ukuran sekian bisa cukup untuk mengairi sekian kali sekian meter kebun… yah model2 begitu lah…

    ini informasi yang benar-benar menarik =), kalau datanya bisa dilengkapi insyaAllah akan sangat berguna lho.

    Makasih, maap sudah banyak nanya =)

  • 4. dodolipet  |  22 Oktober, 2007 pukul 22:36

    .\Gojo. Prinsipnya adalah untuk menyiram tanaman secara pelan tapi pasti. Makanya kita isi botol tetapi tidak langsung disiram, tetapi diresap dulu oleh kaus kaki sehingga air bisa keluar dari botol secara pelan. Ukuran botol terserah. Bisa 250 ml untuk satu tanaman ataupun 1 L untuk beberapa tanaman. Radius tidak jauh karena air hanya meresap keluar dari botol ke daerah sekitar botol, sehingga akar tanaman pun lebih condong memilih untuk mendekati botol. Hal ini dibuat untuk taman yang kecil saja. Bukan untuk aplikasi di taman yang luas.

    Sebenarnya aplikasi dari botol yang ditanam, atau digantung seperti ide dari Adi Nugroho, bisa saja dihubungkan dengan pipa AC sehingga air AC tidak terbuang percuma, tetapi masih ditampung di botol dan air bisa keluar pelan-pelan. Sambungkan saja pipa pralon kecil antara pipa AC dan botol.

    Terima kasih.

  • 5. Gustaf  |  22 November, 2007 pukul 06:52

    Di taman belakang rumahku kupakai botol untuk sebagian besar tanaman, maklum di Queensland daerahnya begitu harsh dan air akan cepat menguap. Di botol ini juga tempat aku menyalurkan pupuk yaitu dengan mengencerkannya terlebih dahulu.

  • 6. yeni  |  30 November, 2007 pukul 13:40

    Sy udah coba buat tp airnya cepat bgt habis jd kykny ga bs buat berhari2 deh..ap ada tips khusunya?

  • 7. andri  |  14 Desember, 2007 pukul 09:50

    Wah ide yang bagus fun liat cara kerjanya (bisa buat belajar IPA anak2 sekolah tuh!). Saya juga lagi berpikir bikir biopori, tapi apakah dgn lahan taman +/- 6×3 m, it matters untuk bikin lubang2?

  • 8. edwin  |  25 Februari, 2008 pukul 14:56

    sippp….

  • 9. christine  |  13 Maret, 2008 pukul 13:19

    ide yang menarik, tapi apakah tidak sama dengan MENGUBUR PLASTIK? Utk jangka panjang, membahayakan tanah tidak?

  • 10. hilda  |  26 Juli, 2008 pukul 11:24

    idenya menarik ..
    apakah bisa cara ini diterapkan untuk halaman yang luas
    lucu juga kalau lihat ujung botol yang banyak dihamparan halaman luas
    tapi kesannya jadi nimbun sampah bukan?
    belum lagi ada orang yang suka mungut botol plastik dan kardus bisa langsung diambil
    masalah lain anak kecil, pembantu/suster, tukang usil, anjing/kucing dll
    maklum aja tinggal di kompleks yang rumahnya tanpa pagar apalagi rumah jarang ditinggali
    Mohon bantuan saran supaya saya bisa menghijaukan halaman rumahku
    bisa email ke: ciawioptical@yahoo.com
    dengan david
    thanks atas bantuannya

  • 11. ketip  |  31 Juli, 2008 pukul 14:56

    aku pernah juga diajarin pake caranya si Adi Nugroho, hanya untuk menjaga agar airnya keluar sidikit demi sedikit lubangnya cuma 1-3 itupun ada di bagian bawah. untuk yang disambungin ke air AC itu ide yang bagus. pertanyaanya apa air yang keluar ga terkontaminasi bahan-bahan kimia botol plastik tersebut? terimakasih.

  • 12. mid  |  12 Agustus, 2008 pukul 00:31

    bagus bgt tuh tips nya ada yg lain gak yg kreatif2

    terutama yg dari bahan2 bekas

  • 13. Novel andreas  |  22 April, 2009 pukul 16:40

    sebenarnya ide ini hampir sama dengan ide dan karya aq yang sudah saya lombakan dan berhasil mendapat juara. klo saya alatnya tidak di tanam di tanah karena saya fokus ke tanaman hias dalam pot. jadi mirip tapi gak samalah!!!!! dan iya setelah saya coba dan bandingkan dengan hasil karya saya, ternyata air dalam botol yang ditanam cepat habis mas, mungkin lubang lubang dibotol berdiameter kebesaran atau apa nich? lalu berapa hari lamanya alat ini dapat menyediakan air bagi tanaman? seandainya saya liburan di luar kota selama seminggulah paling cepat, sedangkan volume air dalam botol hanya 1,5 L (klo g salah itu pake botol coca cola ya?) nah kan belum seharun pasti airnya sudah habis dong! jadi g bertaha lama airnya.

  • 14. Aku Ingin Hijau  |  22 April, 2009 pukul 16:47

    @novel: share kepada kita dong bagaimana karya anda agar dapat dinikmati oleh banyak orang dan tentunya semakin ikut menyelamatkan lingkungan kita. thanks.

  • 15. indotopten  |  25 Oktober, 2009 pukul 07:04

    saya pernah melihat metode menancapkan botol dengan posisi kepala botol dibawah menggunakan botol susu (tanpa dilubangi dengan jarum), apa itu menggunakan kaus kaki juga?

  • 16. Evan Ardian  |  17 November, 2009 pukul 11:47

    maaf sebeLumnya,,,saYA leh tau ga,,gMna cara kerja dari botoL tersebut,,,,

    karena Q igin membuat alat yang cara kerja menyiram tanaman secara otomatis,,,

  • 17. maya  |  16 April, 2010 pukul 19:57

    itu kan untuk tanaha yang agak luas seperti kebun sayuran atau kebun stroberi,, jadi untuk tanaman yang didalam pot bagaimana???? apa gak merusak pemandangan?? trus kalau tutupnya ikut ditanam, dan ketika akan diisi baru dibuka gpp???
    coz ayyam dirumah gw jail2,, suka banget kalau liat ada yang aneh dipot bunga di koret2in,,

  • 18. mario ahmad fauzi  |  13 Desember, 2010 pukul 13:57

    saya masih sedikit bingung, apakah airnya tidak dimasukkan

  • 19. kertasgulung  |  30 November, 2011 pukul 12:12

    wah baru tahu kaos kaki sama botol bekas bisa dibuat beginian,, bisa jadi alternatif buat saya yang hobi menanam, tp males nyiramin tiap hari..hehehe
    thanks infonya :)

  • 20. Teguh M Ibrahim  |  4 Desember, 2011 pukul 12:12

    kalo misalnya airnya habis kayak mana..
    kalo misalnya kita lagi di luar kota..??

  • 21. enggahome  |  12 Januari, 2012 pukul 09:23

    Keren nih informasinya. Makasih ya.. :)

  • 22. e.fanth  |  22 Februari, 2012 pukul 20:43

    idenya menarik,,

    ada satu pertanyaan dari saya,,,
    alat ini bisa di aplikasikan ke skala yang lebih besar gak?
    misal pertanian, perkebunan,,?

  • 23. aroel anjani  |  26 November, 2012 pukul 23:42

    logis sekali ,. thanks wat inspirasi’a ,.

  • 24. salimbagis  |  7 Oktober, 2013 pukul 13:45

    prinsip krj identik dg irigasi tetes

  • 25. mbagaskara2001  |  30 Oktober, 2013 pukul 10:46

    hmmmmhmmh….. Tapi plastiknya gak bikin pencemaran ya?

  • 26. randi  |  16 Februari, 2014 pukul 12:21

    saya mau tnya airnya di masukin ya di dalam botol

  • 27. Tjahjo S  |  28 September, 2014 pukul 13:51

    Satu ide yang menarik, mohon ijin ntuk di contoh ya….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,762,406 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 313 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 313 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: