Mandi ala pelaut. Basuh – Beri Sabun – Bilas.

25 Oktober, 2007

Anda semua sudah tau mandi koboi bukan? Itu berarti cuma cuci muka dengan baskom. Itu masih termasuk kurang bersih.

Para pelaut di kapal, dengan persediaan air yang sedikit, memiliki cara yang lebih jitu untuk menghemat penggunaan air saat mandi dan tetap bersih.

Caranya?

  1. Nyalakan kran, Basuh seluruh badan dan kepala anda, matikan kran
  2. Sabuni seluruh badan, keramas, lalu bilas tangan sedikit (pakai air dikit), trus cuci muka (tanpa menyalakan kran)
  3. Nyalakan kran, Bilas seluruh badan dan kepala anda, matikan kran

Hanya 3 step yang sangat sederhana, tetapi hasilnya bisa sangat membantu lingkungan kita.

Kran shower yang kita gunakan membutuhkan 15-20 liter air per menit! Jadi kalau kita mandi 10 menit saja membutuhkan 150 liter air. Ada juga yang mandi 30 menit jadi minimal dia menggunakan 450 liter air, dan shower tersebut bukan yang memakai tekanan besar.

Kalau kita menggunakan cara pelaut ini dan bisa hanya memakai air untuk 5 menit maka kita hanya menggunakan 75 liter air. Jumlah yang cukup signifikan untuk di hemat bukan? Kalau botol galonan air mineral saja isinya 19 liter, maka dengan mandi ala pelaut pun kita tetap memakai 3,95 atau kita bulatkan 4 botol galonan besar. Bagaimana kalau kita yang mandi berjam-jam, pakai air panas lagi! Kalau kita minum, satu botol galonan habis saja rasanya lama. Tapi kalau mandi memang tidak terasa. Padahal air itu akhirnya terbuang ke selokan saja. Kalau bisa kita hemat, air tersebut bisa dipakai untuk banyak sekali kebutuhan. Mulai dari memasak, minum, gosok gigi, menyiram tanaman, dan lain-lainnya.

Ubah cara hidup anda. Ajari anak anda sejak dini. Kalau sudah terbiasa akhirnya juga tidak masalah dan setiap habis mandi anda dapat menepuk punggung anda sendiri dengan mengatakan bahwa anda telah membantu menyelamatkan lingkungan dengan menghemat air.

Entry Filed under: Lingkungan Kerja, TeknoHijau. .

12 Comments Add your own

  • 1. monsterikan  |  27 Oktober, 2007 at 5:05 pm

    blogmu canggih. link blog mu gue taruh di blog gw. salam kenal gue mikael/monsterikan.

  • 2. dodolipet  |  27 Oktober, 2007 at 7:22 pm

    Terima kasih Mikael untuk linknya. Ternyata saya baca di blog anda tadi ke pesta blogger juga. hehehe… Salam kenal juga.

  • 3. Mbelgedez  |  7 November, 2007 at 6:56 pm

    Lhah,…
    Lha itu kan emang gaya mandi sayah dari doloooo….

    soale, aslinya sayah orang nyang males mandi….. :lol:

  • 4. dodolipet  |  10 November, 2007 at 11:51 am

    ahhaha…. Mbelgedez.
    Males mandi memang berarti mengurangi pemakaian air. Kalo memang gak kotor mah gpp lah.

    Kalo memang mandi sudah dengan ala pelaut itu baru mantap. Tularkan ke teman dan saudara anda yah.

    Tapi kita pencinta lingkungan bukan berarti orang jorok loh… hanya efisien :)

  • 5. andri  |  14 Desember, 2007 at 9:45 am

    Sejak dulu gw heran, kenapa orang2 di film2 Barat nunjukkin gayak boros air ya? Contoh, mandi di shower, shower dibiarkan nyala saat sabunan. Pdhl kan sabun langsung tergerus air. Terus kalo gosok gigi, kran dibiarkan nyala.
    Are they so rich or stupid.

  • 6. Green Is The New Black! « Blog Review !  |  26 Desember, 2007 at 3:42 pm

    [...] “menghijaukan” keseharian kita.   Bagaimana tidak? Lihat saja tulisannya yang berjudul “Mandi Ala Pelaut”, sebuah tips yang sungguh unik dan menarik untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari [...]

  • 7. david_chyn  |  1 Januari, 2008 at 5:33 pm

    Jangan meletakkan tempat sabun di depan shower. Meletakkan tempat sabun di depan/bawah shower membuat kita cenderung bersabun sambil tetap menerima guyuran air. Membuat boros sabun dan boros pemakaian air. Tempat sabun di kamarmadi rumah saya, teletak di belakang/dinding yang berlawanan denagn shower. Pada saat kita bersabun kita cenderung untuk mematikan/mengecilkan kucuran dan cenderung bersabun deangan cepat/seperlunya.
    Cobalah..
    Salam (dc)

  • 8. Agung Cahyawan  |  22 April, 2008 at 11:42 am

    Tips keramas hemat air :
    Sediakan air satu ember, lengkap dengan gayung. Isi air digayung, tempelkan gayung yang berisi air dikepala sambil digerak-gerakkan keseluruh kepala supaya seluruh permukaan kepala basah. Air tidak akan segera tumpah karena gayung menempel dikepala dan hanya ada sedikit celah antara kepala dan rambut.
    Dengan cara ini satu gayung sudah cukup membasahi kepala untuk keramas. Lanjutkan dengan menyabuni kepala. Bilas dengan cara yang sama. Untuk membilas cukup 2 gayung saja. Jadi bisa keramas dengan 3 gayung air. Sisanya kalau hemat bisa cukup buat mandi.

  • 9. Rika Oktianti  |  13 November, 2008 at 4:59 pm

    Bagaimana jika kita menggunakan budaya arab yang hanya mandi satu kali sehari yaitu hanya pagi hari?
    Itu juga akan menghemat air bukan?

  • 10. Wbwcti  |  14 Mei, 2009 at 2:19 pm

    Great article.

    Just my curiousity.. mana yang lebih hemat antara mandi pake kran (shower) dan pake gayung ya? Dari segi konsumsi air maupun listrik.

    Anybody ever conduct researches/observations? :)

  • 11. Selly  |  26 September, 2009 at 7:34 pm

    mnurut saya, yang lebih hemat adalah dengan gayung, . . .
    soalna klu pke shower ithuuu,,, buang” air . . . .
    klu pke gayung kan lebih hemat air n’ listrik,, daripada tagihan listrik kita bengkak, mendingan kita beli ember n’ tampung air keran, truz mandi deh pke gayung . .

  • 12. freddy  |  9 Februari, 2010 at 11:10 am

    Mohon dukungan vote dan komentar untuk artikel “Air Mandi untuk Menyiram Tanaman”
    ke http://www.membangunbersama.com/h3c/detail.php?id=1029

    thx

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda



5-6 Desember 2009
Green Festival 2009
Waktu: 10:00 - 22:00 WIB
Lokasi: Parkir Timur Senayan
GreenFest Fun Bike
Tgl 6 Desember 2009
Lokasi: start dan finish di Parkir Timur Senayan

Kategori

Archives

Artikel Sebelumnya

Top Posts

Jejak Pendapat

Kampanye Hijau









Blogroll

Statistik Pengunjung

Statistik

Links

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

RSS

RSS Feed