Fakta Daging Sapi

21 November, 2007

Sapi

Saya sudah pernah tulis sebelumnya bahwa Ayam adalah daging yang lebih ramah lingkungan karena daging lainnya seperti daging sapi lebih memerlukan banyak input (makanan) untuk mendapatkan jumlah output (daging) yang sama seperti ayam yang disebabkan oleh faktor pencapaian umur sewaktu dipotong. Memang secara global semua produksi daging seperti sapi, babi, ayam dan ikan bertanggung jawab untuk +/- 20% untuk gas yang menyebabkan pemanasan global (global warming) yang terdiri dari 9% gas CO2, 37% gas metana dan 65% gas nitro oksida. Gas metana adalah 23 kali lipat lebih berbahaya dari CO2 dan gas nitro oksida 296 kali lipat lebih berbahaya dari CO2.

Komparasinya adalah: Gas metana yang diperlukan untuk memproduksi 170 gram daging sapi dapat disamakan dengan gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pemakaian lampu pijar selama 100 jam! Itu baru produksinya saja, belum ditambah biaya transportasi dan biaya masak dengan tabung gas.

Fakta berikutnya,

Seekor sapi dewasa dengan bobot 500 kg akan memerlukan 50 kg tanaman hijau per hari (kira-kira 10% dari bobot hidup). Kalau suatu sentra peternakan memiliki 5.000 ekor sapi, maka sentra tersebut akan memerlukan 250 ton makanan hijau setiap harinya atau 15.000 ton per dua bulan. Rumput gajah baru bisa dipanen setiap selang 2 bulan. Kalau untuk setiap hektar tanah bisa dihasilkan 20 ton hijauan per 2 bulan, maka untuk memenuhi kebutuhan satu sentra itu saja memerlukan 15.000 ton/20 ton = 750 Ha lahan hanya untuk menanam rumput gajah. Petani di Indonesia tidak akan ada yang memiliki lahan begitu luas. Makanya sapi-sapi di Indonesia kita lihat kurus-kurus. Itu malah jadi semakin tidak efisien karena dengan perbandingan umur dan hasil daging serta harga jual jadi tidak sebanding. Kalau sapi itu makan biji-bijian seperti gandum, jagung atau lainnya maka untuk mendapatkan 1 kg daging sapi diperlukan 7 kg makanan biji-bijian.

Kita cukup beruntung karena tinggal di Indonesia yang masih menggunakan begitu banyak sayuran dalam menu makanan. Ada gado-gado, karedok, tempe/tahu goreng, dan lainnya. Ada yang bilang orang Indonesia diberi lalap dan sambel juga bisa hidup. Tetapi karena berubahnya waktu dan kebudayaan maka gaya hidup kita pun berubah lebih memakan daging, apalagi dengan meningkatnya taraf hidup. Memang kita sangat membutuhkan protein dari daging terutama hewani. Tapi hewan macam apa. Juga lebih baik lagi kalau kita bisa menyisihkan 1 hari per minggu untuk makan sayur-sayuran saja. Makan sayur kan sehat, bisa sekalian detox, memperlancar pencernaan, dll. Mungkin dengan cara ini kita juga bisa mengurangi impor daging sapi dan swasembada daging lokal.

Sebagai solusi lain untuk sentra peternakan sapi, perlu pemanfaatan gas metana sebagai energi alternatif untuk memasak dan listrik sehari-hari. Nanti kita bahas lagi tentang hal ini lebih lanjut.

Yang pasti, semua upaya kita akan tercermin ke gaya hidup yang lebih baik, sehat dan terus membantu lingkungan.

Entry Filed under: Fakta Lingkungan. .

6 Comments Add your own

  • 1. Abimanyu  |  8 Desember, 2007 at 2:14 am

    enak mana rendang sapi ma rendang ayam??
    kan mau idul qurban ni… masak si mau qurban ayam?? he666…
    thanks atas artikelnya… kebetulan saya gak seneng makan daging… lebih suka makan telor rebus dan tempe… he666…

  • 2. panjalu  |  8 Desember, 2007 at 8:57 am

    waduh ,hehehe aku suka ma tempe tahu aja ah

  • 3. jc  |  10 Desember, 2007 at 3:51 pm

    wah boleh juga tuh.. makan sayur sekali seminggu apalagi 3x seminggu pasti lebih sehat… senin makan hewani selasa sayuran rabu hewani kamis sayuran dst…. biar org indonesia ga banyak yg kolestrol…

    salam
    jc

  • 4. manglayang  |  4 Januari, 2008 at 2:14 am

    Wah ini juga menarik nih, jadi pingin komentar lagi :) .

    yang pertama mengenai sapi kurus hehe. Saya pikir tidak bisa di generalisasi dan agak misslead, bahwa karena petani kita tidak punya lahan luas, maka sapinya kurus. Betul petani kita tidak punya lahan luas dan betul juga kalau sapi kurang makan bisa kurus hehe. Tapi saya lihat petani2 di Lembang yang tidak punya lahan luas, sapinya tidak kurus2 amat koq :)

    Kedua mengenai fakta efisiensi input pakan dengan output daging pada ayam dan sapi agak kurang pas menurut saya.
    Karena ada fakta lain bahwa sapi adalah salah satu pabrik yang paling efisien dalam mengkonversi serat hijauan menjadi daging. Yang mana serat hijauan (rumput) ini tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia, jadi harus lewat perantara sapi, baru sapinya yang kita makan. Sedangkan ayam, tentu tidak bisa langsung makan rumput, dia makan biji2an yang diproses dengan rantai produksi yang demikian panjang dan menghabiskan berliter2 minyak bumi.

    Mengenai sayur yang sehat, saya juga sepakat.. namun melihat tren dan pola penanaman sayur di sentra2 sayuran yang sudah demikian dipenuhi introduksi pestisida dan pupuk kimia, benar2 membuat prihatin dan memaksa saya untuk berpikir lebih panjang mengenai asal sayur2 itu..

    Tapi hikmahnya bahwa betul, produksi daging sapi itu mahal dan berat bagi petani kecil. Dan kita boleh bersyukur masih bisa menikmati daging sapi dengan harga yang .. yah relatif terjangkau lah oleh sebagian masyarakat perkotaan :)

    Rgds

  • [...] juga sempat menulis mengenai “daging ayam yang lebih ramah lingkungan“ dan juga “fakta daging sapi” yang cukup berhubungan dengan artikel [...]

  • [...] saya juga sempat menulis mengenai “daging ayam yang lebih ramah lingkungan“ dan juga “fakta daging sapi” yang cukup berhubungan dengan artikel [...]

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda



5-6 Desember 2009
Green Festival 2009
Waktu: 10:00 - 22:00 WIB
Lokasi: Parkir Timur Senayan
GreenFest Fun Bike
Tgl 6 Desember 2009
Lokasi: start dan finish di Parkir Timur Senayan

Kategori

Archives

Artikel Sebelumnya

Top Posts

Jejak Pendapat

Kampanye Hijau









Blogroll

Statistik Pengunjung

Statistik

Links

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

RSS

RSS Feed