Archive for 16 Juni, 2008
Cinta Lingkungan Berarti Menghargai Makanan
Baru saja ada artikel di Kompas dengan judul “Hemat Energi, Mulailah dari Menu di Piring“ yang mengatakan bahwa daging bukan saja boros energi tetapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Sebelumnya saya juga sempat menulis mengenai “daging ayam yang lebih ramah lingkungan“ dan juga “fakta daging sapi” yang cukup berhubungan dengan artikel ini.
Komentar dari Verena Puspawardani dari WWF mengenai artikel ini adalah yang penting“kalau makan dihabiskan agar sampah organik berkurang. Kalau merasa tidak habis karena porsinya besar, ya ambil porsi secukupnya. Hemat = Seperlunya. Jadi tidak perlu mengambil bagian yang harusnya bisa jadi bagian orang lain.”
Hemat = Seperlunya. Itu adalah slogan lingkungan yang sangat relevan dengan blog ini karena kita walaupun peduli lingkungan tetap mau hidup seperti apa adanya dan tidak perlu susah. Hemat = seperlunya tidak saja untuk makanan tetapi untuk semua konsumsi kita. Salah satu artikel yang nyambung dengan hal ini adalah mengenai “kalau mau menyelamatkan lingkungan, jangan sisakan makanan”
Komentar saya untuk artikel “Hemat Energi, Mulailah dari Menu di Piring”, kita tidak perlu jadi vegetarian untuk mencintai lingkungan dan hemat energi. Kita boleh-boleh saja makan daging, tetapi yang penting adalah, daging yang mana. Kalau saya, daging ayam dan ikan adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan daging sapi. Takut flu burung? Takut ayam pakai hormon? Baca artikel ini “Daging ayam pakai hormon, fakta atau mitos?”
Pada akhirnya, cinta lingkungan berarti menghargai makanan dan tetap hidup normal, tetap makan daging (walaupun dikurangi pun ok), dan menghabiskan apa yang ada di piring kita.
















Komentar Terbaru