Atap Putih Untuk Dunia Hijau

18 September, 2008 at 18:11 21 komentar

Warna apakah atap rumah anda?

Warna atap rumah ada yang tradisional berwarna merah bata, biru, hitam, hijau tua, dan lain-lain. Sangat jarang kita melihat atap berwarna putih. Untuk bangunan dengan dak pun biasa mengikuti warna semen yaitu abu-abu.

Ternyata untuk kita yang tinggal di daerah tropis dan panas, atap putih dapat mengurangi pemakaian AC sebesar 20%. Negara bagian California di Amerika Serikat malah mengharuskan semua bangunan baru, sejak tahun 2005, beratap berwarna putih, untuk permukaan atap yang rata maupun terap.

Permukaan atap menutupi rata-rata 25% dari seluruh permukaan kota. Sedangkan jalanan menutupi sekitar 35% dari seluruh permukaan kota. Menurut penelitian dari Hashem Akbari, seorang peneliti dari Heat Island Group, bila 100 kota didunia mengganti atap dengan warna putih, dan juga jalanan dengan bahan yang lebih memantulkan cahaya, seperti jalan beton dibandingkan jalan aspal, maka efek pendinginan global yang dihasilkan akan sangat besar.

Pengalaman saya sendiri adalah mencat atap rumah saya yang berbahan asbes dengan bahan Insultec yang lisensinya telah diproduksi di Indonesia oleh PT. Multi Sindo. Cat Insultec berwarna dasar putih (walaupun bisa memesan dengan warna apa saja) yang merupakan warna paling efektif untuk memantulkan sinar matahari kembali. Cat insultec yang berbahan dasar air memiliki kemampuan untuk memantulkan ultraviolet hingga 85% dan mengurangi panas atap hingga 47%. Atap yang lebih dingin ini akan otomatis membuat bagian dalam ruangan lebih dingin.

Rumah saya terletak di Jakarta Utara dengan udara yang sangat panas sehingga suhu dalam ruangan tanpa AC dapat mencapai 34 derajat celcius. Dengan insultec, suhu ruangan bisa turun hingga 4 derajat celcius. Ini saja sudah sangat terasa, karena bila dulu saya naik ke lantai atas terasa panas dan sesak, sekarang walaupun tidak dingin, tidak panas seperti dahulu. Plafon pun sekarang terasa lebih dingin sehingga otomatis ruangan di bawahnya juga adem. Pengerjaan dengan cat juga sangat mudah karena tidak perlu merubah atap ataupun mengganti apapun, hanya tinggal di cat, tunggu 3-4 jam, setelah kering langsung terasa.

Menggunakan insultec hanya contoh saja karena menurut Hasheem, cat putih tanpa disebutkan merek akan menghasilkan efek yang serupa dan tetap menolong global warming.

Ayo coba rame-rame. Semakin banyak maka semakin efektif juga atap putih untuk dunia yang hijau.

About these ads

Entry filed under: Energi Alternatif, Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah, TeknoHijau. Tags: .

Hotel Harus Daur Ulang Air Kelas Ramah Sampah

21 Komentar Add your own

  • 1. fachri  |  18 September, 2008 pukul 22:52

    Maaf, atap putih itu maksudnya warnan atapnya (misalnya genteng rumah kita) atau plavon/langit-langit rumah kita yang putih?
    Apakah ada pengaruh jenis bahan atap, sehingga jika di cat putih dapat mengurangi panas?
    Jika, ultraviolet dipantulkan sampai 85%, apakah itu tidak mengurangi jumlah oksigen bumi yg di bawanya?

  • [...] related article in Bahasa Indonesia, please go to akuinginhijau.wordpress.com, a very informative blog about environment. Anyway, I [...]

  • 3. andif  |  19 September, 2008 pukul 01:08

    boleh juga dicoba om?
    di rumah saya juga kalau lagi panas waduh tidak ketulungan.. panas sekali

  • 4. Aku Ingin Hijau  |  19 September, 2008 pukul 08:41

    fachri, atap putih itu gentengnya. bukan plafon. yang terpenting adalah bagian terluar rumah kita untuk memantulkan kembali sinar matahari agar bisa meredam panas di dalam rumah. Ultraviolet itu tidak ada oksigennya jadi tidak ada efek apapun terhadap oksigen, tetapi bila sinar tersebut dipantulkan maka panas pun berkurang. Mirip kaca film tapi untuk genteng pak.

  • 5. spidolhitam  |  19 September, 2008 pukul 08:49

    apakah ini sesuai dengan perilaku di desa-desa yang mengapur putih atap rumah dan sekolah-sekolah inpres?

  • 6. Indra  |  19 September, 2008 pukul 11:46

    Tren yang sekarang ada justeru sebaliknya. Alih alih mengikuti model minimalis, hampir seluruh rumah dengan model ini malah menggunakan atap beton dengan warna hitam. Selain hitam, tipe cat yang dipilih adalah dop yang justeru menyerap panas dibanding tipe cat yang gloss.

  • 7. Alexandro  |  25 September, 2008 pukul 16:14

    Wah, brilliant idea noh!!! Patut dicoba juga tuh… Cuman kalau atap/genteng warna putih, dari segi estetika masih belum ‘umum’ di Indo kali ya?

  • 8. kangipan  |  25 September, 2008 pukul 20:06

    Numpang….. , KEEP ON GREEN

  • 9. badrujaman  |  9 Oktober, 2008 pukul 07:52

    ide bagus tuh.. tapi apakah dengan atap yang putih nanti atapnya ngga cepet kotor tuh apalagi di daerah yang intensitas debunya tinggi sekali.

  • 10. Spidey  |  16 Oktober, 2008 pukul 15:53

    Numpang pinjam topiknya bro, buat disebarin.. keep green and thanks a lot for u topic…

  • 11. titiot  |  17 Oktober, 2008 pukul 14:38

    cat putih apa aja ya, dari yg harga mahal sampai murah atau ada pengaruhnya kalo cat berbahan yg mahal/murah gimana.
    Perlu dicoba tuh. Good idea.

  • 12. wilis  |  25 Oktober, 2008 pukul 12:11

    wah iya ide bagus..siapa yang mau bikin rumah ayo pk atap/genteng putih yaa…soal estetika kan tergantung kreatifitas utk mensiasatinya…

  • 13. ddmt  |  15 November, 2008 pukul 13:06

    Dimanakah saya bisa membeli Insultec? Berapakah harganya? Terima kasih.

  • 14. Thisiplin  |  16 Desember, 2008 pukul 16:20

    Mmm…
    Nah, di Indonesia khususnya di Pulau … (maaf, nama tempatnya lupa) ada batu bata yang terbuat dari kertas. Katanya tahan air dan selain itu batu bata yang terbuat dari kertas akan bertahan lama.
    Nah, yang mau saya tanyakan yakni apakah berpengaruh juga pada pemanasan global?
    Mohon dijawab!
    ~~~~

    Er…
    Ada batu bata yang terbuat dari kapur (bukan kapus tulis) dan katanya tahan kuat. Tapi sayang sekali, haarganya cukup mahal.
    Yang mau saya tanyakan yakni apakah pengaruhnya pada pemanasan global?
    ~~~~

    Nah, selain atap rumah putih (warna cat), apakah ada genteng yang anti pemanasan global?
    Dan jika atap dan cat tembok berwarna putih, apakah kemungkinan besar pemanasan global dapat diatasi?
    ~~~~

    Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Dan mohon maaf jika tembok tidak berhubungan dengan topik ini.

  • 15. attayaya  |  8 Februari, 2009 pukul 13:02

    25% ditutupi atap, 35% ditutupi jalan,
    lha yang ditumbuhi tanaman tinggal berapa ya?

  • 16. Irsan Yanuar  |  7 Mei, 2009 pukul 13:55

    Saya ingin sekali pasang atap metal gelombang yg memantulkan UV dgn efektif. Tapi kayaknya gak ada yg warna putih ya? Kalau dijual dgn warna aslinya (metalik) pun lebih baik lagi. Merek apaya?

    Yang saya pikir, pantulan cahaya matahari akan menyemprot ke rumah tetangga2 kiri kanan depan belakang. Jadi rumah kita digin, rumah mereka panas. Pasti mereka protes. Bagaimana konstruksinya sebaiknya ya?

    Mungkin teman2 ada yg dapat membantu

  • 17. Alwaysup  |  6 Agustus, 2009 pukul 22:53

    ^Pak Irsan Yanuar
    Assalamu’alaikum.
    Pak, menurut Sy, konstruksinya datar aja kali ,ya. Terus, tembok yg kena hujan, kasih cat anti air(Sy belum tau ada atau belum ada cat ini). Untuk bagian lebih bawahan lagi pakai konstruksi yang lebih lebar lagi. Bisa juga untuk yang anti hujan, bentuk bangunannya setengah segitiga yang puncaknya mengarah ke tanah. Untuk kaca, bisa juga lebih dilebarin daripada lubang tembok, tapi itu bisa menutup. Pakai kaca pemantul sinar matahari. Kembali ke masalah genteng putih tadi lagi, walaupun genteng bapak arahnya segitiga, Bapak bisa memodifikasi bentuk gentengnya agar sinar mataharinya ke atas. Atau bisa juga cara lain, yaitu atap ditanami tumbuh2an untuk memperluas lahan hijau yang katanya lahan atap itu 25%. Jadi bisa buat penghijauan.
    Semoga bermangfaat ,ya, Pak.

  • 18. reactivator  |  19 April, 2010 pukul 17:53

    jadi inget arsitektur kota Makkah. :)

  • 19. anton  |  10 Juni, 2010 pukul 10:38

    menarik sekali infonya… boleh untuk dicoba.
    kebetulan pas mau bikin rumah beratap asbes…

    ada berapa pertanyaan :
    cat dengan bahan insultec itu yg gimana ya? apa berbeda dengan cat tembok yg ada di pasaran umumnya? boleh sebut mereknya apa?
    trus dibawahnya atap asbes itu apa masih dipasangi plafon lagi? biar penyerapan panasnya semakin maksimal, bahan plafon apa yg paling oke?

    mohon pencerahannya, thanks b4

  • 20. Yani  |  16 Oktober, 2011 pukul 18:47

    Terima kasih infonya Pak… dimana saya bisa beli cat Insultek? Mahalkah? terima kasih atas jawabannya.

  • 21. jermiajw  |  10 Mei, 2012 pukul 10:38

    biaya untuk mengecat atapnya berapa? thx sebelumnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,784,672 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 314 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 314 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: