Layangan Hasil Daur Ulang

4 Mei, 2010 at 15:26 24 komentar

Ternyata semakin kepepet memang semakin kreatif. Layangan ini saya beli di satu daerah di Kabupaten Bogor dengan harga yang sangat murah. Bahan dari layangan ini adalah plastik bekas dari makanan ringan yang ditempel. Layangan ini juga sangat diminati karena berbahan plastik tetapi sangat tipis sehingga lebih kuat dari yang berbahan kertas. Tinggal beli benang layangannya dan langsung diterbangkan.

About these ads

Entry filed under: Produk Hijau. Tags: , .

Media Tanam/Pupuk Ampas Kopi dari Starbucks Bagaimana kualitas jajanan di sekolah anak anda?

24 Komentar Add your own

  • […] This post was mentioned on Twitter by Planet Terasi and Edi Indira, Aku Ingin Hijau. Aku Ingin Hijau said: Layangan Hasil Daur Ulang: http://wp.me/p3ivC-nd […]

  • 2. Jacobian  |  4 Mei, 2010 pukul 18:15

    wah kreatif banget ya yg buatnya.

  • 3. Mark  |  4 Mei, 2010 pukul 20:30

    Layangan yang dibuat dari hasil daur ulang memberikan inspirasi untuk selalu kreatif dalam menjaga lingkungan kita dari efek pemanasan global. Informasi ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

  • 4. Miftahgeek  |  5 Mei, 2010 pukul 22:27

    Bener banget gan, pake plastik, jadi hemat kertas. tinggal bagaimana sampah plastik ini kemudian nasibnya :D

  • 5. Aku Ingin Hijau  |  6 Mei, 2010 pukul 11:04

    @Miftahgeek

    Bener gan, sampah plastiknya juga akhirnya pasti juga kebuang juga, tetapi paling tidak sudah melewati satu lifecycle lagi menjadi layagan, tidak hanya untuk makanan ringan dan langsung dibuang begitu saja :)

  • 6. dikadania  |  10 Mei, 2010 pukul 09:42

    yah, kalau layangannya putus, terus terbang entah kemana bakal nyampah juga dong kak???

  • 7. Pelangi Anak  |  14 Mei, 2010 pukul 17:21

    Innovasi yang bagus, hemat dan bisa mengurangi sampah lingkungan, selain itu juga tergolong hemat resources, karena kalau terbuat dari kertas akan boros energi alam, karena harus ada pohon lagi yang harus ditebang he he he … apalagi tahan lama karena anti air, sehingga bisa menghemat pengeluaran orang tua ha ha ha … sagat innovatif sekali

  • 8. Alam Hijau  |  14 Mei, 2010 pukul 17:24

    bagus untuk anak bagus juga untuk alam kita, bisa mengurangi pemakaian kertas, meskipun tidak seberapa, tapi kalau dilakukan seterusnya dan secara masal menular ke para perajin mainan lain, tentusaja akan sangat bersar sekali pengaruhnya terhadap perbaikan lingkungan kita, semoga!

  • 9. alamendah  |  16 Mei, 2010 pukul 21:30

    Sampah (terluatasma tpik) telah menjadi permasalahan yang serius bagi bumi. kreatifitas untuk melakukan reuse sampah plasti seperti ini secara tidak langsung memberikan dampak postifit bagi kelangsungan bumi.
    Salam kenal

  • 10. hendro  |  14 Juni, 2010 pukul 13:08

    wahh, perlu ditingkatin terus ne krativitasnya. apalagi yang berkaitan dengan issue global warming…
    go green

  • 11. nur  |  14 Juni, 2010 pukul 14:17

    sekarang banyak pengrajin yang membuat tas, layangan, tempat sampah dari sampah plastik.. appreciate deh buat pengrajin yang sangat kreatif itu.. mari kita jaga lingkungan…

  • 12. http://yuliantip06.student.ipb.ac.id  |  15 Juni, 2010 pukul 09:34

    unik layangannya :D

  • 13. ilham  |  22 Juni, 2010 pukul 14:05

    bener2 kreatif, tapi tu bisa erbang g y,hehehe

  • 14. arieff  |  23 Juni, 2010 pukul 09:17

    banyak hal yang dapat kita lakukan..asal manusia / SDM nya itu kreatif..layangan ini menjadi bukti salah bentuk SDM yang kreatif..keep moving forward..

  • 15. Aku Ingin Hijau  |  23 Juni, 2010 pukul 18:02

    @ ilham. bisa terbang pak. kan sudah saya coba dulu. hehehe…

  • 16. selly  |  25 Juni, 2010 pukul 08:39

    wah kreatif bngt ya :)

  • 17. ardhan  |  8 Juli, 2010 pukul 11:31

    kreatif yah, gak menyianyiakan hal yang udah ada

  • 18. eric  |  18 Juli, 2010 pukul 00:00

    kreatiff gan… :)
    mantap dahh…heheh
    salam kenal ya

  • 19. wij  |  19 Juli, 2010 pukul 10:23

    hebat ya.. dari sampah bisa jadi mainan yang seru…
    let’s go green..

  • 20. dety  |  19 Juli, 2010 pukul 11:18

    emang bener kalo kepepet bikin kita kreatif. tapi apakah harus nunggu kepepet dulu baru bisa kreatif??????

  • 21. kai  |  19 Juli, 2010 pukul 14:13

    ga jga… kalo lagi pengen kreatif… ya bisa juga jadi kreatif mbak dety….

  • 22. lay  |  26 Juli, 2010 pukul 18:06

    kurang setuju nich.
    pertama : layangan nya jenis layangan aduan , kalau di-adu kemungkinan kalah dan putus melayang entah kemana jadi sampah plastik yang mencemari laut , hutan dll , jadi sebaiknya buat layangan hias yang tidak di-adu dari plastik bekas , kalau layangan adua-an tetap dari kertas saja

    kedua: jenis plastik yang digunakan terlihat dari jenis berlapis aluminium foil , ini sangat berbahaya karena aluminium termasuk penghantar listrik , jadi layangan ini kalau putus atau tidak sengaja menempel ke dua kabel/terminal listrik bertegangan tinggi dapat menimbulkan hubungan arus pendek , yang sangat berbahaya , jadi sebaiknya menggunakan plastik bekas yang tanpa aluminium foil untuk membuat layangan hias

  • 23. Lukisan Abstrak  |  27 Januari, 2011 pukul 08:43

    rupanya layangan telah di jadikan kekreatifan banyak orang,..hhe

  • 24. viktor  |  22 September, 2014 pukul 14:14

    saya ada bahan untuk layangan. lembaran lebar2 dari plastik. tidak ada alumunium foilnya. ada sekitar 400an kilo. kalo ada yang minat silahkan hubungi saya. 08567 556 354

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,802,601 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 314 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 314 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: