Pasang Kipas Angin Lebih Baik daripada AC?

13 Juli, 2010 at 10:13 14 komentar

Disadur dari Kompas.com

Cuaca yang panas sering kali membuat kita ingin mendekam terus di dalam rumah sambil memasang pendingin udara (AC). Jendela kamar tidur Anda bahkan jarang sekali dibuka karena AC terus menyala sepanjang hari. Anda kurang menyukai penggunaan kipas angin karena ketika bangun tidur perut Anda sering kali jadi kembung atau kepala jadi pusing.

Karena selalu dalam keadaan tertutup, kamar tidur jadi terasa pengap ketika AC tidak dinyalakan. Dan karena selalu menggunakan pendingin udara, kita juga jadi melupakan kipas angin. Padahal, kipas angin terbukti lebih baik daripada air conditioner, dan lebih sehat untuk kita. Ingin tahu kenapa? Adakah tips agar Anda bisa memaksimalkan penggunaannya?

1. Meningkatkan sirkulasi udara. Kipas angin, entah itu yang diletakkan di dinding, langit-langit, meja, atau lantai, menimbulkan efek angin dingin yang membuat Anda lebih nyaman berada di dalam rumah. Kipas angin yang diletakkan di langit-langit juga dianggap sebagai tipe kipas angin yang paling efektif dalam meningkatkan sirkulasi udara. Pada pagi atau siang hari, buka jendela kamar dan biarkan kipas angin menyala beberapa jam. Kipas tidak mendinginkan udara, tetapi hanya menggerakkan udara kotor di dalam ruangan ke luar, menggantikannya dengan udara bersih dari luar.

2. Lebih sehat. Kipas angin memang tidak berfungsi sebagai pendingin, hanya menimbulkan efek angin dingin. Namun sebaliknya, AC tidak memiliki fungsi sirkulasi udara. Karena ruangan serba tertutup, udara di dalam kamar akan berputar di area tersebut sepanjang hari. Anda ingat kan, saat menarik napas, kita akan menghirup O2, dan akan mengeluarkan CO2 saat membuang napas. Itu artinya, ketika kita tidur bersama orang lain, kita juga akan menghirup CO2 yang dikeluarkan oleh teman tidur kita.

Nah, jangan heran bila Anda mudah tertular flu jika Anda tidur bersama adik atau suami yang sedang kena flu di dalam ruangan ber-AC. Bukannya kita tidak boleh menggunakan AC sama sekali. Namun, minimalkan penggunaan pendingin udara ini. Misalnya, gunakan hanya pada malam hari, sedangkan siang hari digantikan oleh kipas angin. Untuk menghindari perut kembung atau rasa masuk angin, jangan langsung mengarahkan angin ke tubuh Anda saat memasang kipas angin. Gampang, kan?

3. Lebih hemat dan ramah lingkungan. Kipas angin membuat ruangan yang panas terasa lebih dingin daripada seharusnya. Kipas angin yang terletak di langit-langit, misalnya, hanya menghabiskan daya sekitar 75 watt (setara dengan lampu bohlam) dan hanya 1/10 dari daya yang ditimbulkan oleh pendingin udara. Selain itu, kipas angin tidak membuat udara terasa pengap dan lembab seperti yang terjadi ketika menggunakan AC. Jangan lupa matikan kipas angin ketika Anda sudah tidak menggunakannya.

4. Bantu dengan membuka jendela. Jendela kamar memang tidak hanya berfungsi untuk menyediakan pemandangan dari luar rumah. Pastikan Anda mendesain posisi jendela dengan semestinya karena dengan mengontrol ukuran dan lokasi jendela Anda juga bisa mengatur berapa banyak cahaya dan panas yang ditimbulkan pada waktu yang berbeda-beda dalam sehari. Buka tirai jendela saat udara panas untuk membiarkan sirkulasi udara terjadi.

5. Letakkan kipas angin ke arah luar. Jika ruang tidur Anda memiliki dua jendela yang saling berhadapan, letakkan satu kipas angin menghadap keluar (pilih sisi ruangan yang lebih panas atau lebih banyak terkena sinar matahari, dan letakkan kipas angin setinggi mungkin), dan kipas yang lain menghadap ke dalam (ke arah yang lebih dingin, dan letakkan serendah mungkin). Anda juga bisa meletakkan kipas angin yang lebih rendah di dekat pintu masuk untuk memberikan efek yang sama.

Link artikel lainnya:
- Mau hemat tapi adem? Pasang Kipas Angin
- Contoh Kipas Angin dan AC di Shanghai

About these ads

Entry filed under: Berita Lingkungan Lokal, Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah, Produk Hijau. Tags: , .

Tanpa pilihan tanpa transportasi massal Re-use Aluminium Foil Anda

14 Komentar Add your own

  • 1. Jacobian  |  13 Juli, 2010 pukul 19:18

    kipas angin kurang menarik ah.lebih enak make AC yg emang dingin.hehe…

  • 2. Miftahgeek  |  13 Juli, 2010 pukul 22:45

    Pake kipas tangan [ilir] terbukti memiliki fungsi ganda, olahraga sambil tidur :)

  • 3. ranggaw0636  |  15 Juli, 2010 pukul 14:01

    wah, makasih banyak infonya, kebetulan emang lagi berencana untuk membeli kipas angin

  • 4. eric  |  16 Juli, 2010 pukul 01:03

    thanks …:)
    pake AC aja…hehehehe

  • 5. chai  |  18 Juli, 2010 pukul 23:53

    wah jgn pake AC donk mas eric, qt harus mncegah pemanasan global dari hal kecil..
    pake kipas angin juga cukup ko….

  • 6. tedted  |  20 Juli, 2010 pukul 15:08

    setidaknya bisa hemat listrik

  • 7. wij  |  23 Juli, 2010 pukul 19:04

    let’s go green…

  • 8. rifky  |  23 Juli, 2010 pukul 20:18

    wah baru tau neh..thank infonya..

  • 9. doel  |  26 Juli, 2010 pukul 17:11

    Wah, artikel bagus buat diunjukin sama istri. Soalnya, akhir2 ini dia sering “ngigau” minta AC.

  • 10. snydez  |  27 Juli, 2010 pukul 17:31

    Namun, minimalkan penggunaan pendingin udara ini. Misalnya, gunakan hanya pada malam hari,

    kenapa pilihannya pakai AC di malam hari (yang kemungkinan sudah dingin)? bukannya siang hari yang panas?

  • 11. subhan basri  |  5 Agustus, 2010 pukul 11:01

    beyul enakan kipas angin lebih murah dari pada AC…..
    hi.hi..hi…hi….

  • 12. Hafid  |  7 Agustus, 2010 pukul 15:07

    menarik artikel2nya….Tertarik dengan pengolahan sampah plastik…mungkin ada yang bisa membantu?

  • 13. car review  |  28 September, 2010 pukul 08:09

    bener sih.. tapi kipas angin tidak sedingin AC.. :D

  • 14. greenstep  |  25 Oktober, 2010 pukul 13:50

    nice info, namun untuk dipraktikkan cukup sulit karena kondisi iklim tropis di indonesia. kita bisa lakukan dengan cara lain misal mematikan perangkat elektronik yg tidak digunakan, dsb. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,673,454 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: