Posts filed under ‘Bercocok Tanam’

Pohon menambah nilai rumah anda

Bayangkan anda sedang mencari sebuah rumah sewaan baru dan melihat dua rumah yang berjejer dan sama-sama ditawarkan. Satu rumah yang biasa saja tetapi asri dan rindang dengan pepohonan, dan sebelahnya adalah rumah “minimalis” tanpa pohon sama sekali. Mana yang akan anda pilih?

Ternyata rumah yang asri dengan pohon bisa menambah daya tarik dan daya sewa dan jual rumah seperti yang telah diteliti oleh Geofftrey Donovan dalam tulisannya The effect of urban trees on the rental price of single-family homes in Portland, Oregon.

Selain itu, Donovan juga telah meneliti bahwa harga jual sebuah rumah pun bisa naik dengan adanya pohon di pekarangan rumah ataupun di trotoar jalan pinggir rumah tersebut. Referensi dari ” The Economics of Urban Trees”. (lebih…)

3 Oktober, 2011 at 21:02 8 komentar

GROW!

Are farmers the new rock stars? The thoughtful new film GROW! focuses on young Georgia farmers sustaining an endangering profession.

- Nancy Staab – Luxecrush

GROW! adalah film documentary mengenai 20 orang petani yang berusia muda dari 12 peternakan di Georgia, USA.

Harus cari tahu nih gimana caranya untuk nonton filmnya yang lengkap. Di web hanya ada trailer saja.

26 September, 2011 at 17:41 Tinggalkan komentar

[infographics] Rata-rata pengeluaran uang untuk makanan

Kalau dari yang terlihat disini, kelihatannya untuk negara indonesia, rata-rata pengeluaran uang untuk makanan adalah 43%.

Pengeluaran ini akan bisa berkurang drastis kalau kita ramai-ramai ikutan indonesiaberkebun.org :)

Klik pada gambar untuk zoom in dengan Flash.

26 September, 2011 at 15:47 2 komentar

Gerakan Indonesia Berkebun

Saya hari ini baru saja baca dari sebuah majalah mengenai gerakan Komunitas Indonesia Berkebun. Kalau disadur dari website mereka di www.indonesiaberkebun.org maka

Indonesia Berkebun adalah pilot project kita semua untuk menciptakan lahan hijau di tengah kota yang juga memberikan manfaat bagi komunitas sekitar. Mari ikut menanam sayuran dan buah-buahan, berkebun, dan panen bersama teman-teman dan keluarga.

(lebih…)

24 September, 2011 at 23:32 7 komentar

Quote of the day – Go Organic

“If you do just one thing — make one conscious choice — that can change the world, go organic…. No other single choice you can make to improve the health of your family and the planet will have greater positive repercussions for our future.”
- Maria Rodale, the CEO of the Rodale Inc. publishing empire (Mens Health, Prevention, Runners World) and author of “Organic Manifesto: How Organic Food Can Heal Our Planet, Feed the World and Keep Us Safe” (Rodale Books).

“There’s so many benefits that come from that one choice,” Maria explains. “You’ve removed a bajillion pounds of dangerous, synthetic, disease-causing environment-destroying chemicals from the soil, the water our bodies. We would all immediately be healthier. Our children would be healthier.”

Reference: organic consumers association (http://www.organicconsumers.org/articles/article_23944.cfm)

19 September, 2011 at 12:00 Tinggalkan komentar

Makanan sumber karbohidrat dan substitusinya

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Sumber karbohidrat adalah padi-padian (gandum dan beras) atau serealia, umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olahan dari sumber karbohidrat adalah mie. bihun, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel  dan kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayuran. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu. (lebih…)

11 Maret, 2011 at 11:59 15 komentar

Miliki Taman Sehat

Disadur dari: preventionindonesia.com

Menciptakan area hijau yang sejuk dan sehat di dalam rumah.

Keberadaan taman ternyata tak hanya bisa menambahkan keindahan di rumah, melainkan juga meningkatkan kesehatan kita sekeluarga. Taman yang dipenuhi dengan aneka tanaman dapat mengurangi polusi udara di sekitar rumah, sehingga udara yang kita hirup lebih bersih.

“Kunci menata taman adalah memadukan unsur hardscape dan softscape dengan jitu. Bila kedua unsur itu mampu saling melengkapi, akan tercipta tema desain yang kita idamkan,” jelas Amirulla Muh. Amin, direktur Architectaria Nedia Cipta, sebuah biro perencana bidang arsitektur di Jakarta.

Hardscape adalah elemen taman yang bersifat padat dan keras, seperti air terjun, air mancur, batu koral, lantai paving, pergola, patio. Sementara softscape yakni elemen hortikultural yang memberikan jiwa pada taman, seperti pohon, bunga, dedaunan, rumput.

Pohon akan memberikan keteduhan, sedangkan bunga akan menambahkan aksen dalam taman kita. Agar taman bisa tertata sesuai harapan, simak pemilihan tamanan dari Amirullah ini : (lebih…)

2 Maret, 2011 at 12:29 2 komentar

Membuat Taman Hujan

Disadur dari ideaonline.co.id

Taman dengan neraca air mini. Dapat meresapkan air hujan, sekaligus menyaring polutan logam berat.

Berkurangnya permukaan tanah yang dapat meresapkan air hujan berakibat bencana alam, seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan berkurangnya kesuburan tanah. Berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan air tanah belum efektif dan belum menyelesaikan masalah.

Banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, seperti penggunaan material conblock dan grass block sebagai pelapis tanah, juga dibuatnya sumur resapan dan biopori. Namun hal itu belum dapat mencegah polutan berbahaya dari udara yang terlarut dalam air hujan dan mencemari badan air.

Taman hujan adalah konsep baru penyerapan hujan ke dalam tanah, yang berupa neraca air mini. Neraca air adalah tempat air hujan berkumpul dan terserap, sehingga tercipta keseimbangan air tanah, seperti terbentuknya danau, rawa, empang, dan situ. Selain dapat berfungsi sebagai drainase, taman ini juga dapat menyaring polutan logam berat, seperti tembaga, cadmium, chrom, timah, dan zinc, yang terlarut dalam air hujan. Penyaringannya oleh lapisan mulsa serbuk gergaji dan serpihan kayu. Taman hujan dapat diletakkan di pinggir perkerasan, seperti carport , driveway , dan pool deck , sehingga run off (aliran air) dapat langsung diserap. Talang dari atap dapat disalurkan melalui pipa atau selokan alami yang tertutup rumput ke taman ini. (lebih…)

26 Februari, 2011 at 23:07 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Agenda

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,711,980 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 310 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 310 pengikut lainnya.