Posts filed under ‘Bisnis Hijau’

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik Terus Merambah UKM

Setelah kita melihat perkembangan dimana perusahaan-perusahaan besar seperti department store, supermarket dan lainnya memberikan pilihan untuk menggunakan tas belanja pengganti kantong plastik, maka sekarang giliran toko-toko UKM yang semakin lama semakin banyak memberikan tas-tas pengganti kantong plastik.

Salah satu toko yang memiliki tas dengan design yang unik dan mendukung pelestarian lingkungan adalah toko MySize yang websitenya dapat anda lihat di www.mysizestore.com. Yang menarik adalah karena toko ini adalah toko yang menjual pakaian wanita khusus ukuran besar, maka tas pengganti kantong plastik ini pun ukurannya lebih besar dari yang biasanya kita dapatkan di toko-toko lainnya. Selain itu, di kantongnya sendiri juga diberikan pesan-pesan yang mendukung pelestarian lingkungan.

Banyak toko-toko yang menawarkan tas belanja pengganti kantong plastik ini sebagai bagian juga dari keinginan pemiliknya untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi global warming, walaupun tetap dengan harapan bahwa tas ini pun dapat menjadi media marketing yang efektif bila dapat dibawa kemana-mana. Tetapi apapun alasannya, tentunya hal ini perlu terus kita dukung, dan butuh dukungan dari lebih banyak lagi toko-toko yang peduli dengan lingkungan. Kalau perlu semua toko-toko penjual baju tidak lagi menawarkan kantong plastik tetapi tas pengganti yang lebih ramah lingkungan. Atau bila si pembeli menggunakan tas sendiri, tanpa meminta tas atau kantong plastik maka akan mendapat diskon, seberapa pun besarnya. Dengan hal ini maka pembeli pun mendapatkan insentif untuk ikut mengurangi penggunaan kantong plastik. Apalagi dengan adanya informasi baru bahwa kantong plastik yang berwarna hitam ternyata diproduksi dari plastik-plastik bekas yang tidak baik untuk kesehatan.

Jadi, untuk anda yang belum menawarkan tas pengganti kantong plastik, anda harus melakukannya, selain untuk marketing yang efektif tentunya juga untuk lingkungan.

29 Januari, 2010 at 13:41 8 komentar

Nokia Give and Grow

nokia_giveMenyambung posting mengenai daur ulang henpon yang sudah dimulai oleh Nokia dan kabarnya juga Sony Ericsson, maka Nokia yang didukung oleh TES-AMM Indonesia dan WWF-Indonesia memprakarsai program Nokia Give and Grow dengan slogan “Beri handphone, tumbuh pohon” pada tanggal 19 Agustus 2009. Sebagai perusahaan global yang peduli lingkungan, maka Nokia mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini dengan memberikan ponsel dan aksesoris bekas mereka untuk kemudian didaur ulang, dimana pada akhir program ini, Nokia Indonesia akan menanam pohon di DAS Ciliwung melalui program NEWtrees yang dikembangkan oleh WWF Indonesia.

Sebuah survei global yang dilakukan Nokia terhadap konsumen global telah menunjukkan bahwa tiga dari empat orang tidak pernah mendaur ulang ponsel mereka, dan mereka bahkan tidak sadar bahwa ponsel dan aksesoris bekas dapat didaur ulang. Sebanyak 80% komponen dari semua ponsel Nokia dapat didaur ulang menjadi bahan baku terlebih dahulu untuk selanjutnya diproses menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti peralatan rumah tangga, serta 20% sisanya digunakan di dalam proses daur ulang untuk energi sehingga seluruh komponen tersebut tidak ada yang terbuang. (lagi…)

28 Agustus, 2009 at 01:46 4 komentar

Ayo Menabung. Hemat Pangkal Hijau.

logo_ayo_ke_bankSemua orang pasti sudah mendengar atau bahkan merasakan krisis global yang sedang terjadi saat ini. Bila anda baca koran, majalah atau komentar-komentar ekonom dunia, semua akhirnya menunjuk pada konsumerisme yang terjadi di seluruh dunia sehingga orang menjadi sangat konsumtif tanpa berpikir panjang. Malah banyak orang yang istilahnya adalah “besar pasak daripada tiang” sehingga hutangnya itu lebih banyak daripada aset atau harta yang mereka miliki. Semua kemudahan yang diberikan oleh institusi finansial seperti kredit kendaraan, mobil hingga kartu kredit disalahgunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya tidak diperlukan. Semua ini akhirnya meledak dan menyebabkan keadaan yang kita alami sekarang ini. Memang penetrasi kredit personal di Indonesia belum sejauh di negara-negara barat tetapi di kota-kota besar di Indonesia, hal ini sudah dapat dirasakan.

Lalu apa hubungannya blog ini dengan menabung? Intinya adalah menabung agar kita tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan atau pembelian tanpa dasar kebutuhan yang mendasar karena semua barang yang diproduksi itu membutuhkan banyak sekali energi dan bila barang itu cepat rusak atau lalu dibuang, berapa banyak sampah dan energi yang terbuang dari barang ini? Hal ini sudah saya gambarkan pada artikel sebelumnya yaitu ” Cerita Perjalanan Barang” yang menggambarkan supply chain suatu barang agar dapat dimengerti. Banyak sekali barang yang dibeli atas dasar impulse buying dimana pembelian itu dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan mungkin tanpa diperlukan karena kalau orang bilang itu “Lapar Mata” seperti di Supermarket, atau diskon di toko yang akhirnya tadinya tidak rencana membeli malah mencari-cari yang dapat dibeli dan alasannya.

Jadi kalau sebelumnya juga saya menggunakan istilah “Hijau Pangkal Hemat” dimana kehidupan sehari-hari yang hijau dapat banyak menghemat, maka kali ini saya menggunakan istilah “Hemat Pangkal Hijau” dengan cara menabung sehingga ikut juga menyelamatkan lingkungan. Ayo Menabung sekarang juga. Hijau Pangkal Hemat, Hemat Pangkal Hijau.

26 Maret, 2009 at 15:57 2 komentar

Daur Ulang Baterai Bekas di Slipi, Jakarta

ibis_recycle

Untuk anda yang terlewat untuk mendaur ulang baterai pada acara WWF hari minggu tgl 22 Feb 2009 yang lalu, masih ada kesempatan untuk mendaur ulang baterai bekas anda.

Salah satu tempat yang saya mendapatkan infonya adalah di Hotel Ibis Slipi, Jakarta Barat.

Saya tidak mendapatkan informasi ke tempat apa atau yayasan mana baterai bekas ini akan di olah tetapi paling tidak untuk konsumen yang ingin mendaur ulang baterai dapat langsung memasukkannya ke dalam kotak yang tersedia di Lobi Hotel Ibis Slipi, Jakarta ini.

26 Februari, 2009 at 09:51 21 komentar

Pemanfaatan Sampah Pasar

Gambar ini diambil dari koran Kompas tgl 19 Februari 2009 bagian Nusantara halaman 22.

pemanfaatan_sampah_pasar

Kalau setiap hari mampu memproduksi 3 ton pupuk organik, maka 3000 kg pupuk organik tersebut dapat menghasilkan 3000 kg x Rp. 700,-/kg = Rp. 2,100,000.– per hari dari sampah-sampah yang biasanya kita buang begitu saja. Ini berarti setiap bulan dapat dihasilkan omzet sebesar Rp. 63,000,000.– atau Rp. 756,000,000.– per tahun.

Wow… hampir Rp. 1 milyar dari mengelola sampah pasar di satu pasar saja. Bayangkan kalau semua pasar melakukan hal yang sama. Bukan saja mengurangi sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan banyak manfaat ekonomis pada banyak orang.

20 Februari, 2009 at 09:28 8 komentar

Individual and Family Social Responsibilities

Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang sedang getol-getolnya mengadakan Corporate Social Responsibilities atau CSR. Ada yang cuma menyumbang memperbaiki jalan di kantor kelurahan dianggap CSR, ada juga yang membuat khitanan massal, puskesmas, menyumbang sapi, membuat alat biogas, sekolah, komposter, hingga bersih-bersih jalanan. Semua ini baik dan jelas ada kebaikan dibalik semua kegiatan-kegiatan yang kadang memakai kedok marketing dan ujung-ujungnya adalah untuk meningkatkan branding semata atau agar bisa dekat dengan pemerintahan daerah setempat dengan sebutan yang hampir universal yaitu “(nama perusahaan) peduli.”

CSR pun sekarang sudah mulai diseriuskan oleh pemerintah dengan disebutnya CSR di undang-undang perusahaan sehingga semua perusahaan wajib (bukan hanya sukarela) untuk membuat kegiatan CSR. Malahan beberapa perusahaan besar sudah memiliki divisi khusus untuk CSR dan memiliki anggaran tahunan yang sangat besar.

Perusahaan-perusahaan banyak yang akhir-akhir ini juga menggunakan nama kegiatan “(nama perusahaan) Go Green.” Bisa hanya menanam beberapa pohon di lingkungan kantor pun sudah masuk majalah dan koran, hingga menyumbang ribuan pohon serta kegiatan “hijau” lainnya. Ini semua adalah kontribusi baik dari perusahaan yang ikut membantu melestarikan lingkungan. Tetapi yang terpenting adalah, jangan membuat kegiatan Go Green yang bila dapat dihitung kontribusi ke lingkungan tidak terlalu siknifikan tetapi malah banyak sekali membuang percuma banner, membuat kaos, spanduk dan brosur acara yang akhirnya dibuang.

Sekarang, apa hanya perusahaan saja yang harus memiliki social responsibilities? Bagaimana dengan individu dan keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat dan lingkungan? Harus juga ada yang namanya Individual Social Responsibilities dan Family Social Responsibilities. (lagi…)

8 Februari, 2009 at 01:31 4 komentar

Charity Sale Sepatu Everbest Patut Ditiru

sneakerKemarin sempat lihat ada yang namanya Charity Sale di toko sepatu Everbest. Ceritanya dengan membawa sepatu Everbest yang lama dan membeli yang baru dapat diskon 30%. Menariknya karena namanya juga Charity Sale, jadi sepatu yang lama itu akan disumbangkan.

Ini sangat menarik karena banyak sekali orang yang tidak mampu membeli sepatu, dan kita yang punya sepatu kadang tidak sayang-sayang dan asal buang. Dengan cara ini maka sepatu kita mendapat hidup baru di orang yang memerlukan.

Jelas ini sangat-sangat membantu lingkungan karena kita menggunakan kembali (re-use) barang yang sudah tidak kita pakai. Ini pun berarti kita mengurangi konsumsi pembuatan sepatu baru yang pastinya memakan banyak energi.

Kalau di luar negeri sudah banyak organisasi dan bisnis yang melakukan seperti:

Mudah-mudahan kita di Indonesia semakin banyak juga yang mengikuti cara kampanye ini dan bisa memberikan sepatu kepada yang membutuhkan.

23 Desember, 2008 at 10:12 4 komentar

Waduk Cirata. Pembawa berkah yang dipenuhi sampah.

Waduk Cirata, disebutkan di koran kompas hari Sabtu tgl 16 Agustus 2008, tercemar begitu banyak logam berat yang melebihi standard baku air di waduk yang digunakan sebagai air baku air minum, irigasi, perikanan budidaya dan yang terpenting adalah sebagai bahan sumber tenaga listrik. Disebutkan bahwa sumber logam berat berasal dari industri di daerah aliran sungai Cirarum dan Cisokan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas ikan budidaya, ongkos pemeliharaan turbin akibat korosi karena logam berat, kesehatan masyarakat, serta kualitas hasil pertanian kita.

Sebagai informasi, Waduk Cirata adalah PLTA terbesar di Pulau Jawa dengan kapasitas listrik 1.008 MW (8×126 MW). Waduk ini dengan total luas 6.200 hektar sangat penting dalam menjaga pasokan listrik Jawa-Bali terutama pada saat puncak di jam 17:00-18:00 saat orang secara bersama-sama mulai menyalakan lampu. Waduk Cirata bertindak sebagai buffer untuk pasokan listrik yang sekejap naik itu.

Selain itu, perikanan budidaya ikan air tawar di Waduk Cirata merupakan yang terbesar di Indonesia. Untuk anda yang tinggal di Jawa Barat maka bila anda memakan ikan mas, nila atau bawal air tawar maka kemungkinan besar ikan tersebut berasal dari Waduk Cirata yang memiliki volume produksi rata-rata 6.450 ton ikan per bulan atau 39.5% dari seluruh produksi jaring apung di Jawa Barat. (Majalah Agrina) (lagi…)

16 Agustus, 2008 at 12:07 10 komentar

Tulisan Lebih Baru


Agenda

Kategori

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,367,667 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.