Posts filed under ‘Daur ulang’
Infographics – Penggunaan kertas dan Fax
Pahlawan sampah tanpa jasa
Pernahkan sampah anda tidak diambil selama beberapa hari?
Apa jadinya rumah kita kalau sampah tidak terambil?
Ternyata kita tidak sadari fungsi dan jasa para tukang sampah.
Hargailah mereka, minimal dengan senyum.
Cloud Application, memperlambat penggantian komputer
Cloud Application seperti yang telah saya tulis sebelumnya di artikel Aplikasi Di awan, bisa menghemat investasi IT dan energi karena utilisasi server aplikasi dan database yang lebih maksimal. Daripada banyak data center, lebih baik hanya beberapa tetapi besar, apalagi kalau dekat dengan pembangkit tenaga listrik agar efisiensi dari listrik yang tidak terbuang karena distribusi bisa lebih baik.
Hal lain yang perlu dicermati dari adanya Cloud Application adalah karena aplikasi hanya menggunakan Browser saja, maka tidak lagi dibutuhkan tenaga prosesor untuk kalkulasi yang besar. Komputer adalah thin client yang hanya menampilkan gambar saja dengan medium browser.
Oleh karena hal ini maka otomatis komputer pun tidak perlu terlalu canggih untuk dapat menjalankan aplikasi online ini sehingga penggantian PC atau komputer yang baru dapat diperlambat atau ditunda. Sebagai informasi, menurut electronicstakeback.com, di negara Amerika saja, ada sebanyak 400 juta alat-alat elektronik yang dibuang setiap tahunnya.
Dengan memperlambat pembelian atau peremajaan komputer maka kita bisa mengurangi sampah elektronik yang dibuang, tetap menggunakan komputer yang lama atau cukup diperbaiki beberapa suku cadang yang rusak. Pada akhirnya, sampah 5-7 ton elektronik yang berpotensi dapat meracuni tanah bisa dikurangi. (story of stuff hal 58)
Repair: salah satu R yang sering terlupa…
Kenapa banyak barang-barang import maupun lokal yang cukup berkualitas harganya mahal? Selain bahan yang bisa lebih baik untuk kesehatan, mungkin Environmentally Friendly, juga adalah service center yang dimiliki oleh merk tersebut. Hal ini terutama untuk barang-barang elektronik yang mungkin saking cepat rusak akhirnya bisa disebut sebagai Disposable Goods, atau kalau rusak, lebih murah beli baru daripada diperbaiki.Padahal dengan membuang dan beli baru (istilahnya di Lem Biru/Lempar Beli Baru), tentunya sampah yang dihasilkan akan banyak sekali.
Hal ini sungguh disayangkan karena kebanyakan dari barang-barang elektronik tersebut bisa hampir dipastikan menggunakan bahan plastik yang bila dibuang sulit terdaur ulang. (lagi…)
The New Green 5R
5R ini disadur dari artikel “Ten Tips for a Zero-Waste Household“
- Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur dan barang-barang marketing gratisan lainnya
- Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak anda butuhkan.
- Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak menggunakan kantong plastik kresek.
- Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu, sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah serta laut
- Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.
Harta karun di lemari baju anda
Dulu sudah ada artikel Bersih-bersih lemari baju, dimana pasti ada saja baju-baju yang jarang di pakai, masih bagus, sudah kekecilan, dan masih layak untuk diberikan kepada orang lain seperti saudara atau sebagai sumbangan.
Kadang kita mau mudik pun suka membelikan baju-baju baru untuk sanak keluarga. Tidak ada salahnya kalau anda juga membawa baju-baju bekas yang masih layak tersebut sebagai hadiah untuk keluarga anda. Membawa baju bekas bukan berarti mereka yang kerja merantau tidak sukses karena tidak mampu membawa baju baru.
Tetapi hal ini tentunya akan membantu melestarikan lingkungan kita karena kita berarti mengurangi konsumsi pakaian dan menggunakan kembali barang yang sudah jarang kita pakai, tetapi akan bermanfaat untuk orang lain.
Kalaupun anda tidak mau memberikan kepada sanak saudara, tentunya masih banyak sekali orang yang membutuhkan pakaian. Sumbangkan pakaian anda ke panti-panti sosial. Baju yang menurut anda kurang layak dapat menjadi harta bagi orang lain. Inilah waktunya untuk berbagi “harga karun” di lemari anda.

















Komentar Terbaru