Posts filed under ‘Manifesto Hijau’

Quote of the day – Go Organic

“If you do just one thing — make one conscious choice — that can change the world, go organic…. No other single choice you can make to improve the health of your family and the planet will have greater positive repercussions for our future.”
- Maria Rodale, the CEO of the Rodale Inc. publishing empire (Mens Health, Prevention, Runners World) and author of “Organic Manifesto: How Organic Food Can Heal Our Planet, Feed the World and Keep Us Safe” (Rodale Books).

“There’s so many benefits that come from that one choice,” Maria explains. “You’ve removed a bajillion pounds of dangerous, synthetic, disease-causing environment-destroying chemicals from the soil, the water our bodies. We would all immediately be healthier. Our children would be healthier.”

Reference: organic consumers association (http://www.organicconsumers.org/articles/article_23944.cfm)

19 September, 2011 at 12:00 Tinggalkan Komentar

Tidak mau KB karena apa?

Saya baru saja kebetulan melayat yang ruang dukanya sangat sepi, hanya ada keluarga inti saja. Salah satu cucu yang mengurus sekarang sudah punya 2 anak laki-laki. Dia bilang keluarga ayahnya juga hanya berdua, dan saudara kandung ayahnya itu juga hanya punya 2 anak yang tinggal di luar negeri. Dia akhirnya cerita bahwa rencananya mau punya anak hingga 5 karena terasa sekali sepinya saat ada kejadian seperti ini. Menurut dia, lebih baik banyak anak daripada kesepian.

Kalau menurut saya, mau punya anak hanya 2 atau lebih, yang penting adalah kualitas kita merawat dan mendidik anak kita. Tetapi tetap saja 2 anak akan lebih baik, sesuai saran BKKBN. Bagaimanapun juga, kita akan ada waktu bersama anak yang lebih berkualitas kalau anak tidak lebih dari satu, pengeluaran biaya untuk pendidikan maupun mainan juga akan lebih berkualitas karena tidak memcari kuantitas, makanan juga bisa lebih baik dan sehat sesuai dengan porsi pertumbuhannya, bukan asal makan dan kenyang.

Selain itu, kalau semua berpikiran seperti itu, maka rakyat di dunia yang sudah sempit ini akan merasakan dampaknya untuk anak dan cucu generasi berikutnya karena pangan dan lahan semakin terbatas tetapi permintaan malah semakin tinggi. Harga bahan pangan akan semakin tinggi dan dunia bisa salinga perang karena kebutuhan akan makanan. (lagi…)

18 September, 2011 at 23:33 3 komentar

Dunia tanpa nyamuk? Apa ada yang kehilangan?

Beberapa minggu ini nyamuk terasa semakin banyak. Hal ini dirasakan orang dengan mengirim tweet hingga dibahas di radio dimana semakin banyak orang merasakan nyamuk yang semakin banyak di rumah atau kantor.

Yang ditakutkan adalah bila nyamuk tersebut menjadi sumber dari berbagai penyakit termasuk demam berdarah dan malaria yang walaupun ada obatnya, bisa menjadi pembunuh dan kalau masuk rumah sakit pun perlu biaya kesehatan yang tidak sedikit. Malaria menginfeksi 247 juta orang per tahun dan membunuh 1 juta orang per tahun, selain juga menyebarkan penyakit lainnya.

Dalam tulisannya di majalah Nature, Janet Fang menjelaskan bahwa dunia tanpa nyamuk tidak akan merugikan. Memang dijelaskan juga bahwa nyamuk adalah makanan untuk banyak spesies lainnya dan juga penting sebagai pembantu pengembangbiak bunga pohon (polinator seperti lalat dan lebah). Tetapi kerugian biaya kesehatan bagi manusia juga sangat tinggi dan mengganggu. Bayangkan bila sedang seru nonton bola di TV, tetapi harus kejar-kejaran dengan nyamuk pakai raket nyamuk, sudah tidak kena, ada gol tidak lihat. (lagi…)

10 September, 2011 at 09:51 Tinggalkan Komentar

Grafik emisi karbon per negara dan per kapita

Informasi yang sangat menarik untuk melihat emisi karbon total per negara dan per kapita.

Yang menarik untuk di lihat adalah ada negara yang seperti China dengan total emisi karbon negara yang besar, tetapi memiliki emisi karbon per kapita yang rendah karena jumlah penduduk yang besar. Tetapi ada juga negara kecil seperti Gibraltar yang hanya 1 pulau tetapi memiliki emisi karbon per kapita sangat besar karena negara tersebut meng-impor hampir seluruh kebutuhannya.

Untuk Indonesia sendiri secara total emisi karbon negara mirip dengan emisi karbon Thailand dan Taiwan, tetapi karena jumlah penduduk yang besar maka emisi karbon per kapita masih sangat kecil. Tetapi menurut saya, bila kita melihat emisi karbon di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya, maka emisi karbon per kapita per kota akan sudah sangat besar, jadi kalau melihat emisi per kapita karena banyak daerah yang terbelakang maka tentu saja jadi kecil.

Oleh karena itu gambar ini hanya untuk informasi dan acuan saja untuk kita, tetapi bukan berarti malah jadi menyepelekan lingkungan karena merasa emisi per kapita di Indonesia masih rendah.

Gambar lengkap bisa klik gambar diatas atau klik disini.

3 Maret, 2011 at 10:35 2 komentar

The Story of Bottled Water

Untuk download film, klik link ini.

WARNING: Ukuran file download sangat besar: 245 MB, Quicktime .mov

Download juga dokumen pendukung dalam bentuk .pdf

1. Bottled Water Myth vs Reality

2. Footnoted and annotated script

28 Februari, 2011 at 00:10 3 komentar

Bagaimana kualitas jajanan di sekolah anak anda?

Ilmu pengetahuan mengenai penyakit, kesehatan dan gizi sudah semakin berkembang dan mendapatkan penelitian yang dapat membuktikan bahwa asupan makanan yang kita makan sehari-hari akan berdampak pada penyakit yang mungkin tidak kita rasakan saat kita kecil, tetapi akan lebih terasa pada saat kita sudah semakin berumur.

Mengapa kalau kita lihat orang tua jaman dahulu bisa terlihat segar dan sehat? Banyak yang diteliti seperti di Jepang pun ternyata karena kebiasaan makanan sehari-hari. Buku-buku mengenai pencegahan penyakit pun bersumber pada makanan yang bergizi dan bermutu.

Tetapi kita sering lupa bahwa seperti juga kita pada saat kecil jajan di sekolah, anak-anak kita pun jajan di sekolah tanpa adanya kontrol dari orang tua. Padahal makanan pada saat pertumbuhan itu adalah sangat penting. Jajanan tersebut dapat mengandung bahan-bahan yang tidak sehat dan malah mematikan, tetapi karena kandungannya sedikit maka efeknya pun tidak langsung. Kadang kita hanya takut bahwa jajanan jalanan itu berpenyakit karena banyak lalat, cara penyimpanan yang tidak baik, penanganan perangkat makan seperti piring dan sendok yang kotor, penjual yang sehabis menerima uang langsung memegang makanan, dll. Ternyata makanan saat ini banyak mengandung bahan berbahaya seperti pewarna untuk tekstil, formalin, dan zat pengawet lainnya. (lagi…)

2 Juni, 2010 at 14:30 18 komentar

Propaganda Perang Relevan untuk Lingkungan

Kalau anda perhatikan, maka poster propaganda saat perang dunia ini juga masih relevan dalam perang melawan pemanasan global. Penghamburan makanan jelas merupakan salah satu penghematan konsumsi makanan sehingga untuk saat perang, makanan tersebut dapat di konsumsi oleh yang lebih membutuhkan seperti tentara. Untuk kita di masa kini, kita tidak menghamburkan makanan untuk mengurangi jejak karbon kita dan tetap membantu negara kita.

3 Maret, 2010 at 12:33 5 komentar

Budaya Aji Mumpung

Saat anda mengambil saus sambal di restoran siap saji sebanyak-banyaknya, saat anda buang-buang air saat numpang di rumah saudara, atau saat anda tidak mematikan lampu hotel karena merasa bayar, semua itu adalah budaya aji mumpung.

Budaya aji mumpung ini dapat di lihat dimana-mana dan kalau kita perhatikan, kita pun melakukan hal-hal itu. Budaya aji mumpung itu sangat menguras energi dan sumber daya yang seharusnya dapat di hemat. Contohnya adalah bila anda mengambil saus sambal terlalu banyak di restoran siap saji maka pasti saus yang tidak termakan dibuang begitu saja. Atau saat anda keluar dari kamar hotel dan tidak mematikan lampu dan AC dengan alasan termasuk dalam tarif penginapan, maka anda pun membuang energi percuma yang seharusnya dapat di hemat.

Coba saat anda pergi ke pesta dan ada banyak makanan, coba sana, coba sini, yang tidak habis ditinggalkan begitu saja. Berapa banyak bahan baku makanan yang terbuang, dimana masih banyak orang yang membutuhkan makanan. Rasanya miris melihatnya. (lagi…)

30 November, 2009 at 18:14 4 komentar

Tulisan Lebih Lama


Agenda

Kategori

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,372,643 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 256 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 256 pengikut lainnya.