Posts tagged ‘Daur Ulang’

Milis Popok Kain

Melihat koran Kompas hari ini tgl 31 Juli 2011 mengenai “Pakai Popok Kain Yuk!” yang mengulas kegiatan dari Milis Popok Kain membuat saya senang sekali karena sejak saya membuat artikel “Popok Kain atau Popok Sekali Pakai” pada bulan Februari 2008, sudah begitu banyak antusiasme dari ibu-ibu muda yang selain ingin menghemat pengeluaran biaya popok juga bisa ikut melestarikan lingkungan.

Dari hitung-hitungan yang saya sadur dari artikel ini, maka bila dalam 1 tahun perlu biaya untuk popok sekali pakai bisa sebesar Rp. 2.400.000,–, maka walaupun biaya awal untuk 10 buah popok kain yang bisa dipakai berulang-ulang dengan masa pakai lebih dari 1 tahun adalah Rp. 700.000,– terkesan mahal, tetap akan jauh lebih murah untuk jangka panjang. (lagi…)

31 Juli, 2011 at 21:24 3 komentar

Kirim paket dengan kertas daur ulang

Sebuah perusahaan mengirimkan paket dengan label nama/alamat dengan kertas yang sudah terpakai pada halaman sebelumnya. Bila anda perhatikan, terlihat garis-garis pada halaman baliknya. Lalu ditambahkan tulisan kecil “Penggunaan kertas daur ulang ini merupakan partisipasi kecil terhadap penyelamatan bumi, TANPA MENGURANGI RASA HORMAT kepada Bapak/Ibu, Terima kasih.”

Perusahaan ini tidak bergerak di bidang lingkungan ataupun yayasan nirbala untuk lingkungan, tetapi tetap peduli lingkungan yang mungkin malah melebihi perusahaan lain yang dengan CSRnya bilang bahwa mereka peduli lingkungan.

Mudah-mudahan akan banyak yang mengikuti jejak langkahnya dan turut memberikan partisipasi kecilnya terhadap lingkungan.

31 Juli, 2011 at 07:22 1 komentar

The Story of Bottled Water

Untuk download film, klik link ini.

WARNING: Ukuran file download sangat besar: 245 MB, Quicktime .mov

Download juga dokumen pendukung dalam bentuk .pdf

1. Bottled Water Myth vs Reality

2. Footnoted and annotated script

28 Februari, 2011 at 00:10 3 komentar

Download Partitur Musik Gratis

Partitur musik yang bagus sulit dicari dan tentunya cukup mahal karena kadang karena tidak ada di Indonesia maka terpaksa harus beli di luar negeri.

Tetapi sekarang ada proyek opensource yang mendigitalisasi partitur musik yaitu International Music Score Library Project atau http://imslp.org/wiki/ yang menggunakan layout khas dari Wikipedia.

Download Online akan selalu lebih hijau karena sudah mengurangi energi yang dibutuhkan untuk mencetak (walaupun akan di print lagi) dan juga paling banyak adalah energi untuk transportasi untuk distribusi buku-buku tersebut, gudang, dan sumber daya lainnya.

Anda bisa klik linknya atau melalui page Download Buku dan Koran Online.

24 Februari, 2011 at 13:11 1 komentar

Barang elektronik anda rusak? Jangan langsung buang!

Kadang kita terlalu mudah membuang barang-barang rusak yang sebenarnya masih bisa dibetulkan, dan dapat di service sendiri. Tetapi memang perlu buku manual dan guide yang dapat membantu kita.

Ternyata ada website free repair manual dari iFixit yang memuat banyak sekali repair guide untuk berbagai barang seperti kamera, henpon, komputer, dll.

Dengan tidak langsung membuang barang kita, tentunya kita membantu tidak langsung memenuhi tempat sampah kita, lebih hemat tentunya dan mendukung lingkungan kita.

Website link: iFixit.com

23 Februari, 2011 at 17:57 3 komentar

Foto Satelit Tempat Pembuangan Sampah

Fakta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang

Lokasi: kelurahan Ciketik Udik, Kelurahan Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu; Kecamatan Bantar Gebang.
Mulai operasi: Agustus 1989
Luas: 110.3 hektar
Sampah per hari: 6.000 ton

Lihat foto satelit tempat pembuangan sampah lainnya di dunia.

Klik link: An Incredible Satellite Tour Of 15 Trash Dumps That Are Bigger Than Towns

Terbayangkah bagaimana caranya untuk mengurangi sampah anorganik kita? (lagi…)

22 Februari, 2011 at 15:19 2 komentar

Memaksimalkan Penggunaan Baterai Rechargeable

Oleh: Bayu Kuncoro Mukti
Disadur dari: ilmu-elektronika.co.cc

Baterai Rechargeable pada saat ini banyak sekali digunakan pada perangkat elektronika, mulai dari permainan anak-anak hingga kendaraan hybrid. Baterai rechargeable ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan baterai jenis lainnya, baterai ini memiliki kapasitas yang besar dan tentu-nya dapat diisi ulang.

Menurut bahan pembuat-nya, baterai ini terdiri dari berbagai macam jenis yaitu; Nickel Cadmium (NiCd), Nickel Metal Hydride (NiMH), Lithium-Ion (Li-Ion), dan Lithium-Pol (Li-Pol). Baterai NiCd dan NiMH pada umumnya digunakan sebagai sumber listrik DC untuk permainan anak-anak, kamera digital, handy talky, hingga mobil hybrid. Baterai Li-Ion dan Li-Pol memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, umum digunakan sebagai sumber listrik pada telepon seluler dan notebook/laptop. (lagi…)

7 Desember, 2010 at 22:15 Tinggalkan Komentar

Pakai baterai rechargeable? kenapa tidak

Disadur dari: blog lentrasystems

Kembali lagi dengan artikel ramah lingkungan alias go green. kali ini saya akan membahas tentang penggunaan baterai rechargeable. saya yakin anda pasti punya perangkat elektronik yang menggunakan baterai bukan? minimal remote tv anda pasti menggunakan baterai… nah sekarang yang menjadi pertanyaannya apakah anda masih menggunakan baterai sekali pakai? jika ya jawabannya, mudah-mudahan pembahasan ini bisa membuat anda berubah pikiran, mari kita bahas satu persatu…

kelebihan dan kekurangan

apa sih yang jadi keunggulan baterai rechargeable? wah banyak sekali, mulai dari kapasitas maksimal yang lebih besar (lebih tahan lama dibanding non alkaline), tidak perlu membeli ulang, dan yang terpenting anda bisa mempraktekkan peduli lingkungan… , namun selain banyak kelebihan, baterai rechargable juga punya “beberapa” kelemahan, misal tegangannya lebih rendah dari baterai alkaline biasa (berpengaruh pada perangkat tertentu terlihat lebih cepat habis) dan lagi-lagi harga awalnya lebih mahal

Hitung-hitungan

lalu kenapa saya menyarankan menggunakan baterai rechargeable? nah mari kita bahas sedikit mengenai biaya penggunaan baterai rechargeable. modal awal baterai rechargable biasanya satu paket: baterai-nya plus charger(disarankan quick charge). Harganya bervariasi anggap saja satu paket Rp 220.000 (dengan 2 buah baterai AA 2700mAh), sedangkan baterai alkaline sekali pakai patok harganya Rp 10.000 (2 buah AA) alias Rp 5.000 per unit, dengan kapasitas kurang lebih 2700mAh. Biasanya baterai rechargeable bisa diisi ulang sampai 500 kali, untuk amannya kita patok 75% nya aja alias 375 kali. Kemudian biaya isi ulangnya bisa dihitung sederhana seperti ini:

biaya = biaya listrik x kapasitas baterai / efisiensi charger = Rp 700/kWh X (2,7Ah X 1,2V / 1.000) / 85% = Rp 2,7(wow murah kan!!!) (lagi…)

7 Desember, 2010 at 22:10 2 komentar

Tulisan Lebih Lama


Agenda

Kategori

Archives

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 1,368,607 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.