Archive for Februari, 2007
Raket Nyamuk. Sehat, bersih, dan lebih puas

Saya sempat bingung ketika makan di satu restoran sehat di Kemang ketika pelayan disana memberikan saya dan istri masing-masing raket nyamuk karena ternyata memang disana ada cukup banyak nyamuk. Saya pun lalu bertanya kepada sang pelayan mengapa. Lalu dia menjelaskan bahwa peraturan manajemen disana tidak memperbolehkan menggunakan obat nyamuk semprot yang menggunakan bahan-bahan kimia karena itu dapat merusak kesehatan dan kemungkinan makanan juga.
Setelah itu saya pun walau sudah lama memakai raket nyamuk mulai membiasakan agar rumah tidak banyak menggunakan obat nyamuk. Sebisa mungkin rumah terutama di lantai atas saya beri kawat nyamuk di semua jendela sehingga sudah pasti tidak ada nyamuk dan bila ada nyamuk pun, saya sudah siapkan raket nyamuk. Saya pun lebih merasa lega karena memang kadang bau dari obat nyamuk itu sangat menyengat dan siapa yang tahu, setelah bertahun-tahun terkena obat nyamuk apa yang akan terjadi pada kesehatan saya nanti. Kalaupun tidak terhirup, bahan kimia obat nyamuk akan menempel pada furniture dan lain-lain yang kita pegang sehingga masih ada kemungkinan untuk masuk ke badan kita.
Oleh sebab itu, pakai seminim mungkin penggunaan obat nyamuk dan pergunakan lebih banyak raket nyamuk yang akan membuat kita lebih olahraga dan puas ketika mendapat nyamuk.
Biodiesel: Solusi atau Problem?

Pemerintah sedang gembar-gembor untuk memakai biodiesel dimana diharapkan dengan solusi ini maka penggunaan solar dapat dikurangi karena adanya campuran dengan solar yang merupakan hasil proses dari minyak kepala sawit, jagung, kedelai, jarak, tebu, singkong dll.
Manusia secara bergenerasi telah bercocok tanam untuk kebutuhan makan sehari-hari. Sekarang pun kita masih dapat melihat adanya kekurangan pangan dari negara kita. Kita masih belum bisa berswasembada pangan. Dengan adanya pertumbuhan dari kedua pihak antara populasi manusia dan mobil, kalau kita akan menggunakan bahan makanan yang kira perlukan itu untuk menjadi energi, apakah kita ingin memberi makan untuk orang atau mobil?
Tidak akan ada lahan, air ataupun tanah produktif yang cukup untuk dapat menggantikan seluruh kebutuhan energi kita. Produksi dari biodiesel itu sendiri pun menggunakan banyak sekali lahan dan energi. Produksi lahan tanaman seperti kelapa sawit atau jarak akan memerlukan pupuk yang dibuat dari hasil gas alam, pestisida yang juga merupakan turunan dari minyak, input dari energi lainnya seperti bahan bakar untuk traktor, truk pengangkut, dan pabrik penyulingannya. Selain itu, lahan tersebut juga akan memerlukan air dan harus mengurangi daya kesuburan tanah.
Bila kita lihat energi yang digunakan, maka biodiesel akan memakai energi yang lebih banyak dalam tahap produksinya dibandingkan dengan minyak bumi biasa, dari sumur explorasi sampai dipakai di mobil.
Dengan adanya kompetisi antara kebutuhan makan manusia dan energi, maka dengan menipisnya supply dan tingginya demand akan menaikkan harga komoditi tersebut sehingga pada akhir dari rantai tersebut maka produk akhir yang dijual kepada pelanggan pun akan lebih mahal. Contohnya, bila harga minyak kelapa sawit naik, karena minyak kelapa sawit adalah bahan dasar untuk pembuatan dari es krim, biskuit, mentega, minyak goreng hingga sabun dan shampoo, maka dapat dibayangkan konsekuensi naiknya harga CPO kepada seluruh inflasi dan ekonomi kita.
Para pengusaha pun dengan adanya kenaikan harga akan menjadi insentif mereka untuk menanam lebih banyak lagi. Dan bila hutan heterogen kita yang penuh dengan tanaman berguna serta binatang yang bergantung pada ekosistem tersebut, akan musnah dengan adanya hutan homogen dari perkebunan besar itu. Akhirnya adalah musnahnya spesies tanaman dan binatang yang penting untuk keseimbangan alam kita.
Solusi yang paling baik tetap untuk mencari solusi terbaik energi alternatif yang terbarukan dari air/ombak, angin dan sinar matahari.
















Komentar Terbaru