Tips Perlengkapan Dapur

1 Juni, 2007 at 23:52 Tinggalkan komentar

Wok

Tanpa kita sadari, memasak dengan kuali atau panci banyak membuang energi karena panas yang hilang akibat tidak tertutup. Kuali juga tidak memfokuskan energi ke makanan tetapi hanya memanaskannya. Kalau anda tetap perlu menggunakan kuali, cari kuali dengan ukuran yang paling pas. Kuali dan panci yang kecil memerlukan energi lebih sedikit untuk dipanaskan. Selain itu, ukuran kuali dan panci harus juga sesuai dengan ukuran kompor.

Mungkin banyak dari kita memiliki perlengkapan dapur yang lengkap tetapi jarang dipakai. Salah satunya adalah Pressure Cooker atau kita sebut Presto. Panci Presto adalah alat masak yang menggunakan energi dengan sangat efisien serta menghemat waktu. Kalau anda memasak resep yang mengharuskan anda mendidihkan air atau dimasak perlahan-lahan dalam waktu yang lama, Panci Presto anda dapat menghemat hingga 70% dari energi yang diperlukan dan menggunakan sepertiga waktu yang diperlukan. Selain itu Panci Presto juga mengefisiensikan penggunaan air yang diperlukan.

Selain itu peralatan dapur yang biasanya anda miliki adalah Oven Toaster Elektrik. Oven Toaster Elektrik menggunakan hanya sepertiga energi yang diperlukan oleh Oven biasa dan bila anda ingin memanaskan makanan kecil, Toaster adalah pilihan yang paling tepat. Bila anda tetap memerlukan untuk memakai Oven Konvensional, lebih baik makanan anda memakai tempat berbahan keramik, gelas atau metal karena bahan-bahan ini dapat menahan panas lebih baik sehingga tidak memerlukan energi lebih banyak dan dapat mengurangi temperatur Oven anda.

Microwave juga banyak dimiliki dan sudah menjadi barang yang lazim. Bila harus memanaskan makanan dari kulkas atau bisa juga memasak makanan yang tidak terlalu sulit, Microwave dapat menghemat antara 50-70% energi yang diperlukan.

Bila anda mau merebus air, cara yang paling efisien adalah menggunakan Ceret Elektrik dibandingkan dengan merebus dengan panci. Bila menggunakan panci, cari tutup yang paling pas agar panasnya tidak keluar.

Apa anda tahu bahwa minum air dingin tidak efisien untuk tubuh anda sendiri? Bila anda meminum air dingin, maka badan anda harus mengeluarkan energi dan kalori untuk menghangatkan air tersebut sebelum dapat diserap oleh tubuh. Karena itu lebih baik minum air dengan temperatur ruang, tidak dingin atau panas. Oleh karena itu salah satu peralatan dapur yang dapat diefisienkan adalah Dispenser Air. Kita tinggal di daerah tropis yang notabene selalu panas. Pendingin dispenser anda harus bekerja keras karena secara natural setelah anda memakai air itu, dispenser harus mendinginkan air yang baru dan hal ini memakan cukup banyak energi. Saya sudah beberapa bulan mematikan pendingin dispenser tetapi saya juga kadang ingin juga minum air dingin di hari yang panas. Oleh karena itu, saya memakai botol air yang saya simpan di kulkas sehingga sewaktu saya perlu bisa langsung minum, dan karena kulkas saya masih ada tempat, jadi tidak menggunakan energi tambahan yang lebih banyak.

Tips ini memang bukan untuk menghemat uang, tetapi hanya menghemat energi dan pelestarian lingkungan karena peralatan diatas pun tidak murah. Tetapi bila anda sudah memiliki peralatan tersebut, cobalah untuk memakainya lebih sering.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah.

Weekend libur panjang ngapain? Ke Pekan Lingkungan Indonesia! Jakarta Dilihat Dari Atas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,955 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: