Archive for 1 Mei, 2007
Gengsi naik sepeda? Coba pikir sekali lagi.
Akhir pekan lalu saya berkesempatan pergi ke Kepulauan Riau, yaitu pulau Batam, Bintan dan Singkep. Perjalanan dari Jakarta harus lewat Batam lalu naik ferry ke Tanjung Pinang selama hampir 1.5 jam. Luas kota Tanjung Pinang adalah 139.5 Km2 dengan jumlah penduduk 176 ribu orang. Luas itupun sudah termasuk jalan-jalan sepi diluar pusat kota. Bila kita berbicara pusat kota dimana kebanyakan orang tinggal, maka kemana-mana bisa ditempuh 5-10 menit berjalan kaki atau berkendara. Yang sangat terasa disana adalah banyaknya mobil dan terutama motor. Hampir semua orang menggunakan motor bebek walaupun kemana-mana cukup terjangkau. Saya pun berkesempatan untuk pergi ke kota Dabo di pulau Singkep dengan penduduk hanya 39 ribu orang. Disini pemandangan pun sama dengan maraknya sepeda motor dimana-mana.
Mungkin hal ini terjadi diseluruh Indonesia, dimana tren untuk naik motor itu adalah gengsi tersendiri. Tapi apa betul akan lebih baik? Untuk kota yang cukup kecil bersepeda dan berjalan kaki adalah pilihan terbaik karena terjangkau dan memudahkan orang untuk kemana-mana, apalagi kota kecil itu tidak sepolusi kota Jakarta atau kota besar lainnya. Di kota besar itupun sudah mulai ada gerakan Bike To Work, dimana orang memakai sepeda untuk ke kantor. Mengapa tidak di kota kecil yang lain yang lebih masuk akal untuk memakai sepeda. Di Amsterdam, 40% orang menggunakan sepeda. Di Beijing, China, saja ada 4 juta sepeda dengan total sepeda seluruh china sekitar 500 juta sepeda. Di Jepang juga ada lebih dari 80 juta sepeda yang mengakomodasi 17% komuter yang lalu naik subway. Di New York, 21% orang berjalan kaki atau naik sepeda. List ini terus bertambah karena setiap kota akan ada inisiatif dari pemerintahnya (Kecuali Indonesia tentunya)
Mau tahu perbandingannya dengan memakai mobil? (lebih…)

















Komentar Terbaru