Pembuatan Celana Jeans. Semakin Gaya Semakin Polusi.

17 September, 2007 at 21:52 9 komentar

Trend jaman sekarang memang canggih. Semakin buluk semakin mahal. Semakin seperti pengemis semakin mahal. Yang tidak kita sadari adalah, semakin buluk itu memang proses pembuatannya semakin sulit. Bagaimana tidak, kain denim yang berwarna biru bisa menjadi warna biru muda buluk seperti sudah dipakai bertahun-tahun, serta kelihatan tetap natural.

Ternyata proses dari pembuatan jeans untuk kelihatan buluk itu sulit dan sangat merusak lingkungan, bagi perusahaan yang tidak memperhatikan limbahnya. Jeans tersebut di amplas, lalu diberikan bahan kimia potassium permanganate agar bisa kelihatan pudar. Setelah kelihatan pudarnya ok, baru jeans tersebut dicuci dan dicuci kembali dengan softener sebelum jeans tersebut di pak dan dikirim ke toko.

Denim1

Tehuacán, kota di negara Meksiko yang berjarak 190 km dari ibukota Meksiko memiliki lebih dari 700 perusahaan loundry khusus untuk jeans dan mempekerjakan lebih dari 35.000 orang. Sekarang lingkungan disana sudah merasakan akibat dari limbah perusahaan pencuci jeans ini.

Air irigasi pertanian sudah menjadi berwarna biru, kuning dan bahkan hitam. Tumbuhan mati sehingga industri pertanian pun banyak yang gagal panen. Penduduk sekitar pun sudah merasakan alergi gatal-gatal di kulit mereka. Pemerintah sudah memberikan peringatan pada petani untuk tidak menanam tomat, jagung dan kentang karena tanah sudah terkontaminasi.

Petani meksiko

Saya tidak tahu tentang industri jeans di Indonesia. Mudah-mudahan tidak separah di Meksiko walaupun bila melihat latar belakang sebagai negara yang berkembang dengan tingkat pengamanan limbah yang ketat, bisa-bisa beberapa tempat di Indonesia mengalami hal yang sama.

Bukan kita tidak boleh beli jeans yang mahal, tetapi ini adalah peringatan untuk para pengusaha jeans atau untuk memperhatikan semua proses pembuatan barang mereka.

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan, Berita Lingkungan Global.

Penjara di Pulau. Betapa Enaknya… 22 September 2007. Jalan Thamrin Bebas Mobil.

9 Komentar Add your own

  • 1. sato  |  6 November, 2007 pukul 17:12

    Tidak usah jauh-jauh. Coba setiap pagi jalan-jalan ke Bandung selatan, tepatnya seputaran Dayeuh kolot. Selokan dan sungai di sana sangat berwarna-warni dan panas seperti secangkir kopi di meja makan kita. Pengen warna hitam? Ada. Atau pengen warna merah hati? Ada. Tapi aparat tidak ada yang peduli.

  • 2. dodolipet  |  10 November, 2007 pukul 12:09

    Waduh… bener juga kata Sato. Saya tidak mengetahui hal-hal ini. Untuk anda yang bergerak di organisasi lingkungan dan membaca hal ini, mohon bantuan tindak lanjut untuk masalah ini sehingga bisa ditanggulangi oleh pemerintah kita. thanks.

  • 3. arios  |  13 November, 2007 pukul 15:59

    Untungnya aku gak punya celana Jeans…

  • 4. doubLe do  |  1 Desember, 2007 pukul 15:10

    widih… sumpe…
    gue jd nyesel beli jeans nyang beLeL..
    sbLm2ny gue bLi jeans yg biasa2 aja Looohh,
    tp kbtLan kmrn ada yang bagus..
    gue beLi d…
    nyeseL d,
    tp kLo dibuang, nambah2 sampah juga kaAaann…
    ga lagi2 d beLi jeans begonoan…

  • 5. Sutjito Hadi Sudarmo  |  29 Januari, 2008 pukul 16:19

    Suatu hari saya bertandang kerumah paman yang baru satu tahun pindah ke Soreang pinggir kali Serayu, maklumlah saya orang biasa alias asal udik yang dilahirkan dipinggir kali. Bayangan saya penginnya baru kesampaian ada waktu nostalgia kepinggir kali bahkan pingin mandi dikali yang yang sekitar tahun tujuhpuluhan kekali yang sama saya masih melihat kehidupan dikali yang tidak beda jauh dengan kali-kali dikampung saya. Akan tetapi begitu terkejutnya saya waktu kedatangan saya bulan Syawal 1428 lalu yaaaa masyaallah ! ini kali apa lahan buat tanam kangkung ? hitam legam binatangpun tak ada yang mampu hidup. Apa ini memang karena jin (bukan jean) yang membiarkan buang limbah sembarangan ?
    Saya bilang pada paman : Baiknya sebarin biji bayam saja biar lahan ini termanfaatkan dan tidak merusak tanggul kali.

  • 6. Prabowo Murti  |  17 Februari, 2008 pukul 12:13

    Beruntung saya tidak pernah sekalipun membeli celana jeans. Terima kasih infonya. Artikel ini membuat saya lebih bersemangat untuk tidak memakai celana jeans. *hlo?*

  • 7. nadia  |  19 Mei, 2008 pukul 05:24

    masalah seperti itu pemerintah di daerah saya gak respon tuh.nadia pekalongan

  • 8. behind your jeans… « yayanadenan's blog  |  21 Mei, 2010 pukul 01:02

    […] dari yang hijau, biru, juga denim dan […]

  • 9. blessingcornerjeans.com  |  26 Januari, 2011 pukul 15:56

    info pembuatan celana jeans yang bagus..
    semoga sukses..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,260,647 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: