Tidak Hanya Co2, Nitrogen Pun Berbahaya

Disadur dari website Okezone.com
Ternyata tidak hanya senyawa karbon dioksida yang disinyalir memiliki kontribusi atas kerusakan lingkungan. Pola reaktif dari nitrogen juga ternyata mampu mengubah pola lingkungan.
“Masyarakat umum tidak begitu tahu mengenai profil nitrogen. Namun ternyata nitrogen pun memiliki permasalahan yang sama dengan karbon. Hal ini menjadi tantangan bagi industri untuk bisa menyediakan makanan dan energi kepada masyarakat tanpa harus merusak lingkungan sekitar,” ujar ilmuwan lingkungan hidup James Galloway yang juga dosen di Universitas Virginia, seperti dilansir melalui Associated Press, Sabtu (17/5/2008). (lebih…)
Video pengalaman ke kantor naik sepeda
Mat’s Commute from Mat Barlow on Vimeo
Harga Bensin semakin mahal. Akhirnya kita harus mencari alternatif. Tetapi pernah membayangkan tidak seperti apa pergi ke kantor naik sepeda? Mat Barlow memberi gambaran dengan fakta-fakta serta pengalaman pribadinya naik sepeda yang di videokan dari belakang handle.
Mungkin kita belum punya versi Indonesianya (anggota B2W ada yang mau buat seperti ini tidak?)
Dengan memberi gambaran bahwa naik sepeda itu lebih enak, mudah, dan ramah lingkungan maka bisa memberikan motivasi untuk orang yang belum melakukannya.
Pertumbuhan Penduduk: Ancaman Terbesar Masalah Lingkungan

“We must alert and organise the world’s people to pressure world leaders to take specific steps to solve the two root causes of our environmental crises – exploding population growth and wasteful consumption of irreplaceable resources. Overconsumption and overpopulation underlie every environmental problem we face today.”
Jacques-Yves Cousteau
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Kalau populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Antara 1960 dan 1999, populasi bumi berlipat ganda dari 3 milyar menjadi 6 milyar orang. Pada tahun 2000 populasi sudah menjadi 6.1 milyar. PBB memprediksi bahwa populasi dunia pada tahun 2050 akan mencapai antara 7.9 milyar sampai 10.9 milyar, tergantung ada apa yang kita lakukan sekarang. Dapatkah anda bayangkan berapa banyak bahan pangan, lahan untuk pertanian, lahan untuk perumahan, dan barang konsumsi lainnya yang dibutuhkan oleh penduduk yang begitu banyak? (lebih…)
Aksara Goes Green
Beberapa hari lalu saya sempat mampir ke toko buku Aksara yang ada di Plaza Indonesia. Ternyata sekarang mereka pun sudah Go Green dengan memberikan pilihan pada pelanggan untuk membawa tas belanja sendiri. Kalau belum punya, maka bisa juga beli tas belanja versi Aksara.
Untuk banyak perusahaan retail yang ingin terlihat ramah lingkungan, maka langkah ini merupakan langkah awal yang sangat baik karena akan mengurangi penggunaan kantong plastik. Paling tidak dengan hal ini pun mereka bisa menjual tas tersebut dan tetap mendapat untung. Selain ini, perusahaan pun harus mulai menerapkan hal lain seperti menghilangkan penggunaan lampu pijar, mematikan kran air di wc (berapa banyak kita pergi ke WC umum dimana kran air terus menyala walaupun ember sudah penuh), menaruh pot-pot tanaman di dalam ruangan, melarang merokok di tempat kerja, dan lain-lain.
Yang penting mulai dulu dan bisa terus berinovasi untuk menghemat energi dan melestarikan lingkungan. Semakin banyak yang mengikuti semakin baik.
Hari 1. Rona – Bayam Cabut Hijau Merah
Hari ini mau mencoba hal baru. Bercocok tanam sayuran. Buah-buahan sudah ada mangga, belimbing, jambu air, jambu kelutuk dan kedondong. Cabai dan cincau hijau juga ada tapi belum pernah yang benar-benar sayuran. Sewaktu itu pergi ke toko Trubus yang ada di Cimanggis dan membeli bibit Rona, bayam cabut hijau merah buatan dari PT. East West Seed Indonesia. Disana juga dijual bibit dari Sang Hyang Seri Persero yang serupa.
Saya sih belum pernah coba tanam sayur-sayuran tetapi penasaran karena kalau lihat acara masak Jamie Oliver dia selalu memakai sayur dari kebun sendiri dan kelihatannya enak dan segar sekali. Menurut saya sih dari jaman dahulu orang kan bercocok tanam jadi kenapa kita sekarang tidak bisa. Lebih dari itu kalau makan makanan yang kita tanam sendiri pasti rasanya lebih enak deh. Memang tempat menjadi salah satu kendala terutama kalau kita tinggal di kota. Tetapi sebenarnya banyak yang bisa kita coba tanam di pot dan tidak memerlukan banyak tempat. Kan hanya untuk konsumsi sendiri, bukan untuk dijual.
Kompetisi Hot Blog for Cool Earth
Terima kasih kepada semua pembaca dan pendukung blog Aku Ingin Hijau sehingga bisa menjadi juara I lomba kompetisi blog Hot Blog for Cool Earth yang diadakan oleh WWF Indonesia dan Digital Studio untuk kategori Umum. Pemberian penghargaan dilakukan di EX Plaza Indonesia, Jakarta pada hari Minggu tgl 28 April 2008.
Penghargaan ini sangat berarti untuk saya dan memberi semangat untuk terus menulis dengan lebih baik dan lebih banyak lagi. Selama ini yang menjadi semangat saya untuk menulis adalah semua pembaca blog ini karena dengan adanya pembaca dan komentar yang dinamis, saya pun tertantang untuk terus menulis hal-hal yang baru.
Tetapi, saya juga berharap bahwa blog ini akan memberikan inspirasi bagi banyak orang, bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dilakukan dan ditularkan ke banyak orang.
Terima kasih.
Bola Basket Daur Ulang
Produk terbaru dari Wilson, salah satu merk bola basket yang menjadi salah satu pemeran dalam film Cast Away, adalah Rebound. Lapisan luar bola basket Rebound mengandung 40% karet yang sudah di daur ulang. Diperkirakan pemakaian karet daur ulang untuk 70 bola basket adalah sama dengan 1 ban mobil. Dengan hal ini maka Wilson pun ikut membantu masalah ban bekas yang terus menggunung setiap hari. Slogan mereka pun adalah “Think Globally, Hoop Locally”.
Memang sudah waktunya industri olahraga dengan begitu banyak peralatan yang dipakai terutama pada saat pertandingan memiliki barang-barang yang hijau sehingga tidak hanya memberikan performa dan tontonan yang menarik, tetapi tetap peduli lingkungan.
Bahasa Pohon Selamatkan Bumi
Diambil dari Harian kompas, Jumat 25 April 2008.
Oleh NIRWONO JOGA
“The best friend on earth of man is the tree. When we use the tree respectfully and economically, we have one of the greatest resources of the earth”. (Arsitek Frank Lloyd Wright)
Banyak cara dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi yang kian rapuh. Salah satunya dengan menanam pohon, sang primadona efek pemanasan Bumi, penyelamat lingkungan.
Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. Relief-relief di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan candi-candi lain melukiskan pohon dalam kehidupan kita. Sakral dan romantis. Cinta dan kedamaian terukir dengan menanam pohon dan segala aktivitas kehidupan di bawah pohon. Kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.
Pohon adalah pembentuk ruang paling dasar (akar dan tanah = lantai, batang = tiang, ranting dan daun = atap) yang menciptakan keteduhan agar manusia dapat melakukan aktivitas di bawahnya. Sang Buddha Gautama merenung hening di bawah pohon Bodi (Ficus religiosa). Para murid yang sekolahnya ambruk tetap dapat belajar di bawah kerindangan pohon.
Bumi dan perempuan adalah satu. Kata bumi sendiri berkonotasi perempuan. Bumi tempat pohon berpijak menghujamkan akarnya. Bumi, pohon, dan perempuan menginspirasi Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film terbarunya berjudul Under The Tree. Bagi Garin, pohon mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Pohon dan perempuan juga telah mendorong Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon (1/12/2007) untuk menyelamatkan Bumi. (lebih…)






















Komentar Terbaru