Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’

Belanja tanpa struk di Alfamart

logo-alfamart-smallKemarin saya sempat ke Alfamart untuk membeli barang-barang non-rutin dalam belanja mingguan di supermarket.  Setelah saya bayar, penjaga kasir bertanya kepada saya,” apa mau print struk belanjanya?.” Pertama saya agak bingung juga dengan pertanyaannya sehingga saya juga bertanya balik apa maksud dari pertanyaannya itu.

Dia bilang Alfamart dalam rangka Go Green, mulai tanggal 1 Juli 2009, pelanggan dapat memilih apakah struk belanjanya mau di print atau tidak sehingga akan menghemat kertas dan tinta.

Wow… ini sebuah terobosan juga dan dipikir-pikir masuk akal untuk dilakukan di Alfamart, dan bukan supermarket atau hypermarket karena pembelian di Alfamart biasanya sedikit, bahkan bisa dibilang hanya barang kebutuhan yang mendadak sehingga kalaupun tidak pakai struk tidak apa-apa. Lain dengan pembelian di supermarket atau hipermarket dimana karena pembelian kita banyak maka kita juga perlu bukti belanja untuk keperluan-keperluan tertentu. Mungkin untuk di kasir khusus 10 item atau keranjang juga dapat diberlakukan hal yang sama.

Hal ini terlihat kecil, tetapi kalau kita jumlahkan, benar-benar sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Bayangkan saja dengan lebih dari 1000 toko dan begitu banyak pembelian per hari, maka bukan saja Alfamart hemat pembelian kertas, tetapi juga mengurangi penebangan pohon yang tidak diperlukan.

Ini perlu dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain dimana hal kecil yang sangat bermanfaat terus dicari dan perusahaan pun berkembang dengan ide-ide ini. Kalau ini dilakukan ramai-ramai kan akan lebih hebat lagi.

5 Juli, 2009 at 17:30 20 komentar

Kebersihan di Bali

tongsampah_bali

Saya baru saja pulang dari Bali dan cukup kagum dengan perubahan kebersihan yang ada disana. Jalanan, pantai dan tempat akomodasi di Bali sangat mengedepankan kebersihan yang juga pada akhirnya menjaga citra baik untuk turis domestik maupun luar negeri. Disana juga bisa dijumpai berbagai macam model tong sampah yang menarik dengan slogan-slogannya seperti:

  • Keep Bali Clean With Love
  • Hormati pantai kami
  • Keep beach clean
  • Together we can keep Bali’s beaches clean!

Dengan hal ini maka masyarakat bukan saja diajak berpartisipasi tetapi juga ikut serta aktif dalam menjaga kebersihan. Bisa dibilang kesadaran masyarakat Bali juga berbeda dengan masyarakat lain yang masih belum peduli dengan keindahan kota dan kebersihannya. Masyarakat Bali sadar bahwa karena tumpuan mereka adalah industri pariwisata, maka dalam menjaga citranya mereka harus bisa memberikan yang terbaik untuk para turis, bukan hanya senyum yang terkenal, tetapi juga dalam hal kebersihan.

Inilah hal baik yang patut ditiru oleh tempat-tempat lain di Indonesia yang kalau di Jakarta, jalan protokol saja kotor dengan sampah. Mudah-mudahan Bali juga menjadi citra yang baik untuk negara kita agar tidak di cap kotor dan tidak beradab karena tidak peduli lingkungan.

25 Juni, 2009 at 12:41 2 komentar

Foto: Polusi truk

trukpolusi

Foto polusi dari truk yang semakin parah. Foto ini saya ambil di daerah Rumpin, Bogor yang memiliki banyak tambang batu kali.

Bila anda memiliki foto menarik yang berhubungan dengan lingkungan, anda dapat email ke mdharmawan@akuinginhijau.org

8 Mei, 2009 at 15:12 3 komentar

Juni, Angkot Bogor Gunakan Mobil Ramah Lingkungan

Disadur dari Okezone.com
BOGOR – Mulai Juni mendatang, semua mobil-mobil yang digunakan untuk angkutan kota (angkot) di Bogor, akan menggunakan bahan bakar gas (BBG).

Program konversi BBG untuk angkot ini akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bogor, 3 Juni mendatang.

Wali Kota Bogor Diani Budiarto mengatakan, tahap pertama pelaksanaan BBG akan dilakukan dengan pembagian converter kit (alat pengalih bahan bakar) gas kepada seribu angkot dan pembangunan dua unit stasiun pengisian BBG.

“Peluncurannya ini kami adakan serentak dengan peringatan ulang tahun Kota Bogor. Sekalian menetapkan Kota Bogor sebagai pilot project kota yang memiliki transportasi ramah lingkungan,” kata Diani selepas menyambut Menteri Pemuda dan Olahraga Sudan Mochammad Yusuf Abdalla, Jumat (24/4/2009).

Seribu angkot akan dipasangi converter kit secara gratis mulai Juni mendatang. Proses pemasangan converter kit itu ditargetkan selesai seiring berdirinya dua stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) akhir 2009 yakni di Jalan Raya Pajajaran dan Sukasari, Bogor, Jawa Barat.
(Koran SI/Koran SI/ton)

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Trayek Angkot Bogor bisa baca di Blog Eengsu

29 April, 2009 at 13:09 3 komentar

Beasiswa dari Polygon

beasiswa_polygon091

Polygon membuka beasiswa untuk masing-masing 10 pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa dengan syarat bahwa penerima beasiswa harus sehari-hari pulang dan pergi ke sekolah atau kuliah dengan naik sepeda. Hal ini juga harus ada surat dari kepala sekolah/guru pembimbing atau biro kemahasiswaan. Selain itu, penerima juga tentunya harus berprestasi yaitu ranking 10 besar untuk pelajar dan IPK min. 3.0 untuk mahasiswa.

Bila anda atau anak anda dapat mengikuti syarat yang disebutkan diatas maka anda dapat mengirimkan data-data selambatnya tanggal 15 Juni 2009.

Mudah-mudahan kalau banyak pelajar berprestasi yang naik sepeda, maka budaya naik sepeda ke sekolah akan semakin meningkat, tidak hanya mau ke sekolah naik motor atau mobil.

Lihat syarat dan penjelasan lebih lanjut disini.

24 April, 2009 at 15:54 63 komentar

Think Before You Eat

Disadur dari Jakarta Post Online
Tanggal 22 April 2009

http://www.thejakartapost.com/news/2008/12/13/think-before-you-eat.html?t=1229852151

Artikel ini sangat menarik dimana kita akan melihat bagaimana Verena Puspawardani memilih makanan sehari-hari.

=====

What is the connection between elephants and coffee? Are you frying away Indonesia’s rainforests? Do you know your hydroponics from your organics? Follow Verena Puspawardani through a day of unabashed food self-examination, and get some basic bearings for a healthy and green diet.
Breakfast

To stay healthy, I have been advised to adopt a low-carb diet. As I stumble around the kitchen at an ungodly hour of the day, I consider the options offered by my fridge and shelves. Will it be toast with srikaya spread? Skip. A quick fried rice on the wok? Probably not. Or a bowl of yummy and healthy cereal? Now wait a minute. If the cereal is not labeled as organic, does that mean I will be chewing pesticide-boosted cereal? And how about the milk? Does it include hormones? In my morning blur, I concoct what seems to be a responsible solution: a locally laid egg, scrambled, with a dash of salt, pepper and chili sauce, drowned in coffee (more on that later). (lebih…)

22 April, 2009 at 17:56 1 komentar

Harapan Baru untuk Earth Day 2009

earthday

Sejak tahun 2008-2009 ini, sudah banyak sekali hal-hal yang dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kita. Hal ini dapat terlihat dari:

  • Kepedulian individual dan organisasi untuk ikut melestarikan lingkungan
  • Semakin banyak komunitas RT yang bersama-sama menghijaukan lingkungannya
  • Car free day semakin sering dilakukan
  • Semakin banyak orang yang ber-Bike2Work atau sekedar bersepeda santai
  • Semakin banyak guru sekolah yang peduli dan mengajarkan kepada murid-muridnya
  • Gerakan menanam pohon semakin sering di-dengungkan dan bisa melalui organisasi seperti Kegiatan menanam pohon dari Green Radio
  • Semakin banyak pengguna motor elektrik
  • Semakin banyak konstruksi perumahan yang lebih hijau, asri dan menggunakan energi lebih sedikit
  • Semakin banyak peminat pertanian organik dan juga pembeli sayur-sayuran organik
  • Semakin banyak juga pengunjung blog Aku Ingin Hijau
  • dll… dll… dll… (mungkin anda bisa tambahkan juga)

Yang pasti adalah, semua inisiatif ini adalah untuk hasil jangka panjang, sehingga walaupun sudah begitu banyak yang dilakukan, masih saja terasa belum ada efeknya. Istilahnya adalah, memang paling mudah menebang pohon. Tetapi untuk merawat dan hingga pohon itu sehat dan besar dibutuhkan waktu yang sangat lama. Sehingga semua penanaman pohon yang kita lakukan mungkin baru akan terasa efeknya 10 tahun lagi. (lebih…)

22 April, 2009 at 10:24 6 komentar

Yuyun Ismawati mendapatkan The Goldman Environmental Prize 2009.

Sangat hebat! Yuyun Ismawati, sebagai seorang warga Indonesia yang tinggal di Bali mendapatkan penghargaan The Goldman Environment Prize untuk tahun 2009. Penghargaan ini juga disebut sebagai Nobel Lingkungan yang sangat prestigius. Yuyun menjadi salah satu dari enam orang yang mendapatkan penghargaan ini.

Yang telah dilakukan oleh Yuyun adalah solusi pengelolaan sampah yang berbasis komunitas masyarakat yang selain memberikan pekerjaan untuk kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah juga dapat memperbaiki lingkungan.

Selamat bagi Yuyun. Semoga ini menjadi kado Hari Bumi bagi Indonesia dan dapat terus ditularkan ke semua tempat di Indonesia.

Baca artikel-artikelnya disini:

20 April, 2009 at 14:56 2 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.314 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai