Posts filed under ‘Produk Hijau’

Tips Memilih Deterjen

Artikel ini ditulis oleh Rika (rumahpopok.com)

Makin banyak busanya, makin mantap, makin bagus, begitu kira kira image tentang sebuah deterjen yang berkualitas. Image sesat yang berhasil tertanam:D . Lagipula, kalau ngga banyak busa, rasanya ngga bersih… padahal… Busa itu korelasinya sangat kecil dibandingkan daya bersih.

Bersih nggaknya tergantung pada elemen yang disebut surfaktan. Busa itu menyebabkan pencemaran pada badan air, karena sulit terurai. Akibatnya? Sungai-sungai kita baunya apek sampai busuk karena suplai oksigen kurang. Sebabnya ya salah satunya karena busa yang menutupi permukaan air. Masalahnya, surfaktan ini juga menjadi biang kerok lain masalah lingkungan karena tidak mudah terurai oleh lingkungan. Jadi… perhatikan surfaktan apa yang dipakai. LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonat) atau LABS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate) konon bisa terurai. ABS (AlkylBenzene Sulfonate) tidak bisa, dan sudah masuk daftar hitamnya Greenpeace. Jadi ibu ibu bapak bapak, untuk membuat gerakan cinta lingkungan ayah dan bunda menjadi makin maknyoss, bijaklah dalam memilih deterjen.

Memang sih sertifikasi di kita belum sempurna, tapi paling tidak kita melalukan upaya identifikasi yang simpel simpel aja (khusus yang awam). Buat yang pakar kimia, dimohonkan bantuannya untuk sumbang saran deterjen seperti apakah yang ramah lingkungan.

Tipsnya yaitu:

  • Cari deterjen yang sedikit busanya. Dengan sedikit busa, air untuk membilas juga tidak perlu banyak.
  • Cari deterjen dengan surfaktan yang bisa terurai. Seperti di atas, nama yang beken antara lain LAS/LABS.
  • Cari deterjen yang jika sisa air cuciannya bisa untuk menyiram tanaman tanpa membuat tanaman mati – Cari deterjen yang rendah fosfat. Jikapun mengandung fosfat, sebisa mungkin digunakan untuk menyiram tanaman, karena fosfat itu tidak baik untuk badan air, tapi oke oke aja untuk tanah dan tanaman.
  • Cari produk lokal. Dengan menggunakan produk lokal, kita meminimasi jejak karbon yang ditimbulkan dari transportasi Happy hunting!

30 Januari, 2010 at 23:59 18 komentar

Pemanfaatan Sampah Pasar

Gambar ini diambil dari koran Kompas tgl 19 Februari 2009 bagian Nusantara halaman 22.

pemanfaatan_sampah_pasar

Kalau setiap hari mampu memproduksi 3 ton pupuk organik, maka 3000 kg pupuk organik tersebut dapat menghasilkan 3000 kg x Rp. 700,-/kg = Rp. 2,100,000.– per hari dari sampah-sampah yang biasanya kita buang begitu saja. Ini berarti setiap bulan dapat dihasilkan omzet sebesar Rp. 63,000,000.– atau Rp. 756,000,000.– per tahun.

Wow… hampir Rp. 1 milyar dari mengelola sampah pasar di satu pasar saja. Bayangkan kalau semua pasar melakukan hal yang sama. Bukan saja mengurangi sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan banyak manfaat ekonomis pada banyak orang.

20 Februari, 2009 at 09:28 8 komentar

Bola Basket Daur Ulang

Produk terbaru dari Wilson, salah satu merk bola basket yang menjadi salah satu pemeran dalam film Cast Away, adalah Rebound. Lapisan luar bola basket Rebound mengandung 40% karet yang sudah di daur ulang. Diperkirakan pemakaian karet daur ulang untuk 70 bola basket adalah sama dengan 1 ban mobil. Dengan hal ini maka Wilson pun ikut membantu masalah ban bekas yang terus menggunung setiap hari. Slogan mereka pun adalah “Think Globally, Hoop Locally”.

Memang sudah waktunya industri olahraga dengan begitu banyak peralatan yang dipakai terutama pada saat pertandingan memiliki barang-barang yang hijau sehingga tidak hanya memberikan performa dan tontonan yang menarik, tetapi tetap peduli lingkungan.

26 April, 2008 at 00:28 4 komentar

Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.481.586 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai