Jangan biarkan air dari AC terbuang

15 November, 2007 at 23:28 29 komentar

AirApa anda punya AC di rumah atau kantor? Pernahkah anda berpikir kemana anda buang air sisa dari kondensasi AC? Biasa orang asal bikin pipa dan dibuang ke saluran air, atau ada juga yang asal buang ke jalan yang akhirnya air berceceran kemana-mana dan menjadi genangan air. Padahal air kan sudah semakin sulit dan kita membuang air begitu saja yang masih bisa dipakai untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai, atau lainnya.

Saya sempat melihat sebuah sekolah SD di kawasan Angke, Jakarta Utara yang sudah cukup tua dan baru memasang AC di setiap kelas. Mereka menaruh ember di setiap pipa AC untuk mengumpulkan airnya sehingga bsa dipakai kembali.
Saya juga lihat sebuah kantor yang menghubungkan pipa AC ke beberapa pot besar sehingga tidak perlu terlalu banyak di siram lagi atau malah tidak perlu disiram lagi.

Kalau saya dirumah hanya hubungkan ke ember dan di pagi hari air bisa dipakai untuk menyiram tanaman. Sebisa mungkin kita tidak menggunakan air tanah yang berharga untuk kita gunakan hanya untuk menyiram tanaman. Pakai air sisa dari AC dan/atau air hujan yang sudah ditampung. Pipa AC bisa didesain sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi pemandangan atau memperburuk estetika lingkungan dan kelihatan menjadi bagian. Negara Israel, dimana air sangat kritis, mereka harus menghemat air sebanyak mungkin dan pemerintah kota baru saja mengeluarkan peraturan mengenai desain untuk gedung dimana buangan air dari AC harus disimpan di tempat penyimpanan bawah tanah dan akan dipakai sebagai irigasi untuk taman disekitar gedung. Kita memang tidak separah Israel, tetapi kenapa tidak kita mulai juga?

Intinya adalah kita harus bisa mencari cara agar segala macam air tidak terbuang percuma dan harus bisa dimanfaatkan. Kita bisa bilang banjir saja masih melanda dimana-mana tetapi yang menjadi masalah adalah air tanah yang sudah semakin sedikit padahal setelah air itu dipergunakan hanya dibuang ke jalan dan sungai. Kalau kita begini terus krisis air sudah pasti akan kita alami.

Apa lagi ide anda? Dan apa lagi air terbuang yang dapat kita pergunakan kembali? Ayo kita pikir bersama.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah, TeknoHijau.

Habis makan pisang terus semir sepatu Fakta Daging Sapi

29 Komentar Add your own

  • 1. Elisa Sutanudjaja  |  16 November, 2007 pukul 09:55

    Saya melakukan hal yang sama di apartemen dan rumah saya.
    Untuk apartemen, tidak semua AC saya perlakukan sama.
    Ada satu yang ujung selangnya langsung mengarah ke pot-pot tanaman.
    Sedangkan AC di kamar saya, selangnya saya alirkan ke galon aqua, dan sekitar 10harian, galon tersebut sudah penuh, dan airnya saya pindah ke WC, untuk keperluan toilet.
    Selain menghemat rekening air, yang saya lakukan tersebut menghilangkan ‘sedikit’ rasa bersalah saya akibat penggunaan AC.

  • 2. dodolipet  |  16 November, 2007 pukul 10:37

    Elisa. betul! kadang memang sulit untuk tidak memakai AC dan hal ini bisa menjadikan hal yang positif “sedikit” dari hal yang negatif. 🙂 Teruskan dan tularkan! tx.

  • 3. snydez  |  16 November, 2007 pukul 15:54

    tapi koq saya berpikir sebaliknya..
    air yang jato h ketanah kahn bisa di /filter/ lagi jadi air tanah..
    yang bisa di ambil lagi /dipompa

  • 4. Elisa Sutanudjaja  |  16 November, 2007 pukul 23:13

    @snydez, tidak semua air AC itu jatuh ke tanah. Mungkin hanya untuk perumahan saja. Bagaimana dengan ruko ? Yang halaman depannya berisi perkerasan dan riol kota, sehingga akhirnya air tersebut pun mengalir ke riol kota, atau menggenang dan menguap di halaman ruko. Bagaimana pula dengan unit AC di apartemen atau kantor2 yang menggunakan chillerr dan AHU System.

    Beberapa bangunan tinggi di Amerika yang mendapat nilai tinggi untuk kategori LEED (semacam benchmark untuk sustainable design), memanfaatkan air yang dihasilkan oleh AC untuk kepetingan toilet hingga penyiraman lansekap.
    Untuk salah satu contohnya dapat dibaca disini:
    http://architectureurban.blogspot.com/2007/11/oasis-hijau-di-belantara-beton.html#links

  • 5. tobadreams  |  20 November, 2007 pukul 02:29

    Nice posting and good idea. Aku jatuh cinta dengan blog ini, karena fokus mengenai masalah lingkungan. Ini juga yang menjadi concern aku dan kawan-kawanku yang tergabung dalam Komunitas TobaDream di Jakarta.

    Komunitas TobaDream adalah kumpulan para perantau Sumatera Utara di Jakarta, dengan minat utama pelestarian lingkungan dan budaya. Untuk saat ini kami fokus pada masalah lingkungan di Sumatera Utara, khususnya sekitar kawasan Danau Toba, yang menurut kami sudah taraf rusak berat.

    Beberapa rekan dalam komunitas itu adalah tokoh LSM lingkungan di tingkat nasional dan internasional. Ini sangat menguntungkan, menjadi sumber informasi penting dan sekaligus mendorong diskusi kami lebih fokus. Setiap Sabtu kami kumpul di cafe TobaDream, Manggarai, jakarta.

    Yang menggembirakan, musisi Viky Sianipar kini telah bergabung dalam diskusi round table kami, setelah merampungkan albumnya TobaDream 3. Bahkan dia langsung merencanakan bakal menanam 1.000 pohon di Samosir, Januari mendatang.

  • 6. dodolipet  |  20 November, 2007 pukul 21:10

    wah. seru juga tuh kayaknya dan bagus sekali kalau ada komunitas yang rutin bertemu untuk mendiskusikan lingkungan. Alamat tepatnya dimana nih?

  • 7. indrapurnama  |  11 Januari, 2008 pukul 09:23

    saya dapat informasi kalau air dari AC ini sangat bagus kalau dipakai untuk mengisi air radiator mobil.

  • 8. tobadreams  |  11 Januari, 2008 pukul 15:02

    @ dodolipet

    wah wah aku minta maaf nih, telat banget membalas pertanyaan dodolipet.

    Jawaban yang ditanyakan : Komunitas TobaDreams di TobaDreams Cafe, Jln Saharjo No 90, Manggarai, Jakarta Selatan.

    Pertemuan rutin setiap Sabtu jam 14.00. Untuk sementara memang fokus ke penyelamatan lingkungan di seputar Danau Toba, tapi kita nggak eksklusif kok. Mentor kita dalam komunitas itu adalah Ketua Dewan Nasional walhi, Johnson Panjaitan.

    Terima kasih. Semoga penjelasannya cukup.

  • 9. kanalbiru  |  26 Maret, 2008 pukul 14:12

    Saya pikir, air pengembunan dari AC kita, itukan seperti air suling, bagaimana kalau di filter lagi dengan RO (Reverse Osmosis) filter, lalu kita pakai mengganti air galonan yang kita beli. Inget kan ada alat yang bisa ngambil air langsung dari udara. Gimana bro.

  • 10. Izzy  |  10 April, 2008 pukul 23:14

    kalau kasih jawaban tolong dijelskan lebih detail agar lebih meyakinkan jangan kayak anak SD

  • 11. jenny verawati siburian  |  24 April, 2008 pukul 18:39

    kira-kira, pemamfaatan air bekas cucian beras untuk nyiram bunga bisa masuk kategori hemat air tidak. coz, ku selalu lakukan itu setiap kali mau masak beras.
    yachh, secara di rumah g da AC, he…..
    penanaman pohon, juga dapat jadi salah satu solusi. kebetulan ku lagi menimba ilmu di jurusan kehutanan USU sekarang.
    menurut ilmu yang ku dapat, kondisi tanah dipengaruhi oleh keberadaan pohon yang tumbuh di atasnya. nah, karena pohon dah habis, tanah juga makin g subur, akhirnya setiap kali hujan, air tidak lagi diserap oleh tanaman n tanah melainkan mengalir langsung menuju daerah yang lebih rendah (tengan-hilir), terjadilah banjir. dan saat musim kemarau, akan terjadi kekeringan karena kandungan air tanah g da (hanya terisi saat musim hujan).
    katanya, pohon nangka n mangga baik di tanam di daerah yang tergenang air,. mungkin bisa dicoba…?

  • 12. Aku Ingin Hijau  |  24 April, 2008 pukul 22:39

    Jenny, memanfaatkan air bekas cucian juga menghemat air loh 🙂 jadi kan tidak udah memakai air kran lagi untuk menyiram, jadi pasti hemat!

    Untuk kondisi tanah, betoel! karena semakin kurang gembur, maka penyerapan pun berkurang. Bayangkan saja kalau tanah keras, akhirnya air bukan terserap tetapi malah terbawa ke tempat lain, ataupun yang terserap hanya sedikit sekali, jadi tetap tidak balance.

  • 13. endi  |  9 Mei, 2008 pukul 16:14

    kalo airnya dialirkan langsung ke galon di dispenser, gimana??

  • 14. Aku Ingin Hijau  |  11 Mei, 2008 pukul 15:48

    Bisa banget Endi. Dari selang air buangan AC, bisa ditaruh ember kecil, atau galonan. tapi ini bukan air untuk diminum loh. paling untuk siram tanaman.

  • 15. Munifestyle  |  14 Mei, 2008 pukul 16:24

    ACUNG SEMUA JEMPOL UNTUK SEMUA IDE DAN KREATIFITAS TEMAN2 SEMUA
    MARI KITA BUDAYAKAN UNTUK TIAP KALI BELANJA KITA SELALU BAWA TAS SENDIIRI, JADI MENGURANGI PENGGUNAAN PLASTIK. BELI MAKANAN BAWA WADAH SENDIRI YG BISA DICUCI LAGI DI RUMAH
    INGAT 3M?=Mulai dari hal2 yg kecil
    Mulai dari diri sendiri
    Mulai saat ini juga
    Hanya Mengingatkan kalo2 ada yg lupa

  • 16. yany nurhayati  |  13 April, 2009 pukul 11:29

    kita sudah pernah memakai air sisa AC untuk menyiram tanaman, tapi ternyata tanamannya jadi rusak dan mati. Kira-kira kenapa ya ?

  • 17. g_x  |  30 Juli, 2009 pukul 14:31

    aq ble nanya kn??
    kandungan air ac tu pa an c??

  • 18. dindatop  |  30 Maret, 2010 pukul 16:19

    Menanam Bunga Asoka Di Overstek Dengan
    Memanfaatkan Air Buangan Air Conditioner (AC)
    Taufan Primawan
    Instalasi Rawat Inap RSIA Hermina Bekasi

    Abstrak

    Salah satu upaya untuk mengurangi pemanasan global adalah mengurangi kadar CO2 di udara. Salah satu upayanya adalah dengan menanam tanaman atau pohon dimana tanaman membutuhkan CO2 ,tanaman akan menyerap CO2 dan akan menghasilkan O2 yang berguna bagi manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang menanam bunga Asoka di overstek dengan memanfaatkan air buangan Air Conditioner (AC). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan melakukan eksperimen yang dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan 14 Februari 2010 di RSIA Hermina Bekasi dengan memberikan perlakuan pada 3 objek penelitian tanaman soka .Kelompok A menggunakan potongan kain kassa di mana ujung yang satu berada di akar dan ujung lainnya di selokan air AC overstek, Kelompok B tidak ada perlakuan khusus dan tidak disiram sama sekali, Objek A dan B ditaruh berdampingan di Overstek , Kelompok C di taruh di kebun dan disiram setiap hari. Hasil penelitian didapatkan objek A tumbuh lebih subur dan tidak ada daun yang kering walaupun ditaruh di overstek lantai 3 dan tidak di siram sedangkan objek B mengalami kekeringan pada daunnya, warna daun tidak cerah, tidak tumbuh tunas baru lagi dan layu. Sedangkan objek C tumbuh dengan baik di kebun RSIA Hermina Bekasi. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu upaya program penghijauan RSIA Hermina bekasi

    Kata Kunci : Menanam, Overstek, Air Conditioner (AC)

    Pendahuluan
    Pada saat ini banyak dibicarakan mengenai tentang Pemanasan Global. Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Saat ini bumi kita tempat kita hidup mengalami pemanasan global yang mengakibatkan banyak perubahan seperti meningkatnya suhu udara sehingga es di kutub mencair dimana hal ini berbahaya bagi daratan yang posisinya rendah akan tenggelam.1
    Semua hal itu diakibatkan oleh ulah manusia sendiri dengan mengatasnamakan kemajuan industri dan teknologi yang banyak menggunakan energi fosil dimana hasil akhirnya adalah gas CO2 yang meningkat di udara dan menimbulkan efek rumah kaca..1
    Sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengurangi kadar CO2 di udara.Salah satu upayanya adalah dengan menanam tanaman atau pohon dimana tanaman membutuhkan CO2 untuk menghasilkan energi selain sinar matahari dan mineral.Sudah kita ketahui bersama bahwa tanaman akan menyerap CO2 dan akan menghasilkan O2 yang berguna bagi manusia. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa gedung yang di tanami tanaman suhunya lebih rendah dari pada yang tidak.2
    Rumah sakit juga merupakan salah satu usaha yang mempunyai andil dalam menyumbangkan CO2 dari hasil kegiatan RS seperti memasak, Listrik, kendaraan bermotor yang digunakan oleh dokter karyawan serta pasien yang berobat ke RS dan juga genset yang digunakan bila listrik mati. Oleh sebab itu RSIA Hermina Bekasi melakukan program penghijauan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak global warming.
    Dalam rangka mendukung program tersebut maka peneliti mengadakan penelitian mengenai penanaman tanaman hias di overstek RSIA Hermina Bekasi agar lebih banyak pohon untuk mengurangi polusi CO2. Dalam hal ini dipilih tanaman bunga Asoka karena tanaman ini merupakan tanaman yang tahan terhadap gangguan hama dan tidak mudah mati serta memerlukan perawatan yang minimal. Untuk penanaman menggunakan sistem perawatan minimal dengan cara menggunakan air dari buangan Air Conditioner (AC) di overstek dan menggunakan kain kassa sebagai sumbu untuk menyerap air AC di selokan overstek. Sebagian besar AC di RSIA Hermina Bekasi yang berdekatan dengan jendela saluran pembuangan airnya akan disalurkan ke overstek agar pemeliharan lebih mudah, atas dasar ini peneliti ingin memanfaatkan sisa buangan air AC tersebut sebagai bahan untuk menyiram tanaman.
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang menanam bunga Asoka di overstek dengan memanfaatkan air buangan AC.
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Rumah Sakit dalam menggunakan sisa air AC fi overstek sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak global warming dalam mengurangi kadar polusi CO2 sehingga Hermina Go Green dapat tercapai.

    Metode Penelitian
    Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bersifat deskriptif dengan melakukan eksperimen yang dilaksanakan dari tanggal 12 sampai dengan 27 Februari 2010 di RSIA Hermina Bekasi.
    Objek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
    1.Kelompok A :
    Tanaman bunga Asoka ditanam dalam pot dengan cara sebagian akar pohon dilingkupi dengan potongan kain kassa di mana ujung yang satu berada di akar dan ujung lainnya di selokan air AC overstek,di harapkan potongan kain kassa ini dapat menyerap air AC tersebut untuk membasahi akar pohon.
    2.Kelompok B
    Tanaman bunga Asoka di tanam dalam pot ukuran 25 cm dengan tidak ada perlakuan khusus.
    Objek A dan B ditaruh berdampingan di Overstek lantai 3 RSIA Hermina Bekasi disamping ruang IMCU 331. Kedua tanaman ini tidak disiram selama 2 minggu.
    3.Kelompok C
    Tanaman bunga Asoka di tanam dalam pot ukuran yang sama dan di taruh di kebun RSIA Hermina Bekasi.Dalam hal ini sebagai Objek penelitian 3, Objek C ini disiram setiap hari oleh bagian kebun RSIA Hermina Bekasi.
    Alat dan bahan penelitian yang digunakan adalah 3 tanaman bunga Asoka dengan harga @ Rp.15.000,-; 3 buah pot ukuran 25 cm, 2 potong kain kassa ukuran 25×25 cm, selokan overstek yang berisi air buangan AC dari ruang IMCU 331.

    Hasil Penelitian
    Selama 2 minggu ketiga objek penelitian di observasi setiap hari perkembangannya. Pada hari-hari pertama penelitian didapatkan Objek B lebih baik pertumbuhannya dibanding objek A dilihat dari tumbuhnya tunas daun. Namun setelah 2 minggu didapatkan hasil objek A tumbuh lebih subur dan tidak ada daun yang kering walaupun ditaruh di overstek lantai 3 dan tidak di siram sedangkan objek B mengalami kekeringan pada daunnya, warna daun tidak cerah, tidak tumbuh tunas baru lagi dan layu. Sedangkan objek C tumbuh dengan baik di kebun RSIA Hermina Bekasi. Hasil penelitian pada ketiga objek penelitian seperti terlihat dalam gambar dibawah ini :

    Gambar 1 : Objek A

    Gambar 2 : Objek B

    Gambar 2 : Objek B

    Gambar 3 : Objek C

    Pembahasan
    Objek A dapat tumbuh dengan baik dikarenakan kain kassa yang melingkupi akar tanaman dapat menyerap air AC dengan baik sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan karena mendapatkan air dari kain kassa tersebut. Tanaman sehat, kulit dan batangnya mulus, daunnya segar dan mengkilat, serta kuncup-kuncup bunga kuat menempel pada batang. Terlihat bahwa kita dapat memanfaatkan air AC daripada terbuang sia-sia, lebih baik digunakan menanam dan menyuburkan tanaman hal ini dapat mengurangi kadar CO2 di udara. Sudah kita ketahui bersama bahwa tanaman akan menyerap CO2 dan akan menghasilkan O2 yang berguna bagi manusia. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa gedung yang di tanami tanaman suhunya lebih rendah dari pada yang tidak.2
    Sedangkan Objek B walaupun mendapatkan air dari hujan yang turun hampir setiap hari tapi tetap mengalami kekeringan sehingga layu dikarenakan air yang didapatkan tidak cukup untuk nutrisi tanaman. Tanaman yang sakit ditandai dengan bercak putih atau bintik kekuningan pada daunnya Sedangkan objek C dapat tumbuh dengan baik karena di siram setiap hari di kebun RSIA Hermina Bekasi.

    Kesimpulan dan Saran
    Dari Penelitian ini dapat di ambil kesimpulan bahwa objek A dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak pernah di siram, sewaktu di tanam di dalam pot menggunakan metode kain kassa dan di taruh di overstek yang terdapat selokan untuk aliran air AC.
    Hasil penelitian ini dapat berguna untuk menggalakkan program penghijauan di RSIA Hermina Bekasi tanpa harus menambah tenaga (orang) yang bertugas menyiram tanaman setiap hari. Yang dibutuhkan hanya perawatan minimal yaitu bila tanaman bunga Asoka ini telah tumbuh tinggi melewati jendela kamar perawatan dapat dilakukan pemotongan namun hal ini menurut penulis baru akan dilakukan setelah 3 bulan. Peneliti mengusulkan menamakan metode ini sebagai metode “DINDATOP”.Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat daya tahan kain kassa berapa lama harus di ganti yang baru.Selain itu juga di lihat bila tanaman di tanam dengan pupuk dan tanah.

    UCAPAN TERIMAKASIH
    1.Kepada Allah S.W.T yang telah memberikan petunjuk kepada peneliti.
    2.Kepada Istri dan Anakku tercinta yang selalu mendukung peneliti.
    3.Kepada drg. Susi Setyawati, MARS atas bimbingannya dalam membuat KTI ini.
    4.Kepada Ibu Nursyamsi, SSIT atas bantuannya membelikan tanaman Asoka.
    5.Kepada Petugas kebun RSIA Hermina Bekasi yang telah membantu dalam penelitianini.

    Daftar Pustaka
    1.http://id.wikipedia.org/wiki/pemanasan_global
    2.www.vitanouva.net/indexphp?topic:834.0

  • 19. Aku Ingin Hijau  |  30 Maret, 2010 pukul 17:50

    Wah ini hebat sekali dan harus diinfokan ke banyak orang agar diikuti dan menjadi contoh.

  • 20. wing  |  12 Mei, 2010 pukul 14:33

    Setuju.
    Saya juga mengangkat topik ini untuk program hijau kantor. Akan saya mulai di perkantoran di mana saya bekerja dgn cara menghimabu mereka untuk membenahi sistim drain AC nya yg rata2 dibiarkan membasahi lahan parkir. Kepikiran untuk menggabungkan dgn program lubang biopori. Harapannya supaya anak cucu saya masih bisa mengenal air tanah. 🙂
    Lumayan, dengan pengamatan cara awam diketahui dalam 1 jam AC 1 PK bisa menghasilkan 300-400ml air. Bisa dibayangkan jika semua ruko yg rata2 minimal memiliki 3 AC menyalurkan airnya ke tanah kembali.
    InsyaAllah berguna.

  • 21. JOni  |  10 Agustus, 2010 pukul 11:43

    Saya udah bertahun-tahun, pake ember untuk menampung buangan air AC, bukan karena apa2, tapi karena emang gak ada tempat (lebih tepatnya dana) untuk membuat jalur buangan.
    Sekarang lagi seneng tanam2, jadi bisa buat sirami tanaman, sebelumnya cuman buat nambahin air kolam :d

  • 22. olie  |  27 September, 2010 pukul 09:34

    sebenarnya kandungan air yang seperti apakah yang bagus untuk menyiram tanaman ya? maksudnya kadar ph-nya, atau kadar kesadahannya, atau kadar2 lainnya gitu,,
    cara menghitungnya seperti apa ?

    terimakasih,

    (bisa kirim via email juga kah?) ^___^

  • 23. ahmad  |  22 Oktober, 2010 pukul 17:06

    Saya pernah mendengar dari kakak Ipar (kebetulan orang borju)
    suatu saat dia main di kerabat tentunya orang kaya juga.
    “Dia melihat dan bahkan sampai heran hal ini diceritakan kepada saya”…Bahwa air (buangan) AC dia salurkan kembali ke bak mandi. dan memang betul2 untuk mandi. Mungkin pikiran kita langsung bersimpul: “kok orang kaya mandinya dari buangan air AC ya ?”

    Tapi inilah kenyataan bahwa orang kaya saja memberi contoh penghematan,….Bagaimana dengan KITA..?

    Cintai bumi kita dengan berpartisipasi menjaga lingkungan.

    Salam sukses.

  • 24. umarpapua  |  23 Agustus, 2011 pukul 19:57

    Wau…. mantab artikel yang sangat berguna sekali.

  • 25. niqué  |  12 Oktober, 2012 pukul 12:19

    kami di sini juga begitu, menampung air ac di dalam galon air, setiap hari bisa dapat 2-3 galon. mayan yah 🙂

  • 26. melly  |  12 Oktober, 2012 pukul 13:52

    Dirumah saya ga pake ac, tp membaca ini jd menambah pengetahuan, klo nanti siapa tau dirumah pasang ac 🙂

  • 27. Mike  |  7 Februari, 2013 pukul 11:50

    Air AC buat air radiator mobil sangat bagus, karena ph balance tida membuat radiator berkarat & mengandung zat besi. Jauh lebih hemat ketimbang beli air radiator kemasan.

  • 28. jodie lienardy  |  7 April, 2013 pukul 01:05

    Setelah membaca bbrp tulisan teman2 timbul bbrp pertanyaan sbb: 1. Air AC baikkah utk siram tanaman sayur dan tanaman buah2an, spt tomat, cabai, dll. 2.Air AC utk cuci peralatan perlengkapan rumah tangga dan air cuci kendaraan mobil. 3. Air AC bolehkan digunakan utk air pel lantai keramik, lantai kayu dan perabotan dari nkayu atau rotan. 4.Air AC tentunya tdk terlepas dgn kandungannya, bisakah menjadi merusak kalau dipakai dalam jangkah lama? Mohon bisa di jawab oleh para ahli dan praktisi yang telah berpengalaman.Sehingga akan bisa memanfaatkan air AC secara maksimal demi pelestarian lingkungan dan krisis air bersih. Terima kasih banyak dan jawaban Bapak2 dan Ibu2 akan sangat bermanfaat buat masyarakat luas.

  • 29. exsan  |  30 Oktober, 2013 pukul 08:51

    saya memakai air buangan AC untuk radiator mobil. karena tidak banyak mengandung mineral. hasilnya mesin tetap dingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,497 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: