10 Negara Dengan Pertumbuhan Penduduk Terbesar (Indonesia termasuk)
Disadur dari website http://247wallst.com tgl 2 Agustus 2011 dalam bahasa inggris.
10. Uganda
> Population Growth 2011-2050: 71 million
> 2011 Population: 34.5 million (39th largest)
> Pct. Increase: +206% (3rd greatest)
> Pct. of Population < 15: 48% (3rd greatest)
> GDP per Capita: $1,283
Uganda’s population is set to triple over the next 40 years. Compared to other countries, it is the third biggest increase as a percent of the population. By 2050, a nation that is one fortieth the size of the U.S. will add the equivalent of one fourth of the U.S. population. The country has the 31st highest death rate in the world. As a counterbalance, it has the second highest birth rate in the world. The average Ugandan woman has 6.4 children. The country is already experiencing extreme poverty and disease, and tripling the population in the next four decades could be disastrous. Uganda currently has the tenth highest rate of AIDS contraction in the world, and is already experiencing shortages of clean water and land for farming.
9. Indonesia
> Population Growth 2011-2050: 71 million
> 2011 Population: 238.4 million (4th largest)
> Pct. Increase: +30% (106th greatest)
> Pct. of Population < 15: 28% (105th greatest)
> GDP per Capita: $4,651
While the island nation has the fourth largest population in the world, after the China, India, and the U.S, it is fairly small, covering slightly less land than the state of Texas. The southeast Asian country is projected to increase in population by 30% in the next three years. Despite the fact that it will be adding more than 70 million people, the country is expected to drop to sixth in overall population. According to Indonesian Statistics Association chairman, Khairil Anwar Notodiputro, Indonesia was on the brink of a serious crisis if its population growth wasn’t held in check. (lebih…)
Dewi Motik, Makan Sagu pun Kenyang
Disadur dari sinartani.com
Menurut wanita yang suka sagu ini banyak wanita di daerah yang kreativ dan inovatif. Sayang suara mereka tak terdengar. Dari kecil saya sudah dibiasakan oleh ibu saya memakan sagu Ambon. Sagu Ambon sudah menjadi kesukaan saya untuk menggantikan nasi, perut saya kenyang juga lho, ujar Dewi istri dari Pramono Soekasno. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Dewi Motik Pramono, Msi. wanita yang memiliki segudang aktifitas ini menghimbau masyarakat, agar setiap hari Senin mulai mencoba menganeka-ragamkan pangan di luar beras seperti sagu, jagung, ubi-ubian atau aneka pangan lainnya. Saya di kantor mulai membiasakan meniadakan nasi untuk hari Senin, agar lingkungan di kantor mulai bisa menganekaragamkan konsumsi panganannya, imbuh wanita kelahiran Jakarta 10 Mei 1949 ini. (lebih…)
Belajar hijau untuk mengurangi dampak konsumsi barang
Buy, Use, Toss adalah buku yang cocok untuk grade 9-12 yang dikeluarkan oleh Facing the Future.org untuk program selama 2 minggu.
Tujuan dari buku ini adalah agar murid-murid dapat lebih kritis dan mengetahui lebih jauh konsekuensi dari konsumsi mereka seperti pembelian barang-barang, mulai dari pembuatannya hingga saat barang sudah tidak dipakai atau dibuang.
Ukuran download adalah 4.7 mb jadi cukup besar.
Milis Popok Kain
Melihat koran Kompas hari ini tgl 31 Juli 2011 mengenai “Pakai Popok Kain Yuk!” yang mengulas kegiatan dari Milis Popok Kain membuat saya senang sekali karena sejak saya membuat artikel “Popok Kain atau Popok Sekali Pakai” pada bulan Februari 2008, sudah begitu banyak antusiasme dari ibu-ibu muda yang selain ingin menghemat pengeluaran biaya popok juga bisa ikut melestarikan lingkungan.
Dari hitung-hitungan yang saya sadur dari artikel ini, maka bila dalam 1 tahun perlu biaya untuk popok sekali pakai bisa sebesar Rp. 2.400.000,–, maka walaupun biaya awal untuk 10 buah popok kain yang bisa dipakai berulang-ulang dengan masa pakai lebih dari 1 tahun adalah Rp. 700.000,– terkesan mahal, tetap akan jauh lebih murah untuk jangka panjang. (lebih…)
Kirim paket dengan kertas daur ulang
Sebuah perusahaan mengirimkan paket dengan label nama/alamat dengan kertas yang sudah terpakai pada halaman sebelumnya. Bila anda perhatikan, terlihat garis-garis pada halaman baliknya. Lalu ditambahkan tulisan kecil “Penggunaan kertas daur ulang ini merupakan partisipasi kecil terhadap penyelamatan bumi, TANPA MENGURANGI RASA HORMAT kepada Bapak/Ibu, Terima kasih.”
Perusahaan ini tidak bergerak di bidang lingkungan ataupun yayasan nirbala untuk lingkungan, tetapi tetap peduli lingkungan yang mungkin malah melebihi perusahaan lain yang dengan CSRnya bilang bahwa mereka peduli lingkungan.
Mudah-mudahan akan banyak yang mengikuti jejak langkahnya dan turut memberikan partisipasi kecilnya terhadap lingkungan.
Aplikasi di awan Updated
Daftar aplikasi online gratis sudah diupdate dengan beberapa aplikasi yang sangat menarik untuk dicoba. Klik disini.




















Komentar Terbaru