Tempat penitipan/parkir motor dan sepeda di perumahan

25 Maret, 2008 at 00:08 10 komentar

titip motor dan sepeda

Beberapa hari lalu saya melewati sebuah perumahan yang cukup besar dan melihat ada tempat parkir motor dan sepeda. Saya rasa ini sangat menarik karena kalau perumahannya besar dan sulit mencari kendaraan umum (termasuk ojek), lebih baik di depan kompleks disediakan tempat penitipan/parkir sepeda dan motor. Dari situ baru naik kendaraan umum atau nebeng orang lain.

Dengan begini, kendaraan semakin sedikit, polusi semakin sedikit, macet semakin sedikit, pemakaian BBM semakin sedikit, tetapi kantong semakin tebal dan lingkungan semakin asri.

Bila anda tinggal di kompleks perumahan dan belum memiliki tempat penitipan sepeda/motor, berikan saran anda kepada ketua RT, RW atau lurah daerah anda dan beri pengertian kepada penghuni kompleks lainnya agar bisa mengerti maksud, tujuan dan keuntungan dari tempat penitipan/parkir sepeda/motor.

Iklan

Entry filed under: Hemat Di Jalan, Lingkungan Rumah.

Bingung Soal Susu Bayi? Umbi-umbian, alternatif beras yang baik dan berlimpah

10 Komentar Add your own

  • 1. e8ayz  |  25 Maret, 2008 pukul 08:15

    setuju, berhubung kemacetan dan polusi udara di jakarta semakin parah. diperparah dengan kondisi jalan..

  • 2. gagahput3ra  |  25 Maret, 2008 pukul 11:11

    Jadi inget game SimCity 4. Disitu kan ada kayak gedung parkir gitu yang disarankan dibangun di setiap blok perumahan. 😀

    Coba di Indonesia kayak gitu. 😦

  • 3. jalansutera  |  25 Maret, 2008 pukul 13:55

    ide bagus. yang pasti keamanan harus diperhatikan supaya kendaran yang diparkir tidak menjadi sasaran maling. ngomong-2, di sekitar stasiun kereta api di bogor, tangerang dan bekasi juga banyak tempat penitipan motor. orang tidak perlu membawa motornya sampai ke jakarta. cukup bawa sampai stasiun dan dilanjutkan dengan kereta api. di karawaci tangerang juga banyak tempat penitipan motor.

  • 4. Abi Dawira  |  25 Maret, 2008 pukul 14:07

    Dalam angkutan umum, konsep ini disebut “Park and Ride” (en.wikipedia.org/wiki/Park_and_ride)
    Pemda DKI sudah merencanakan ini sejak lama, akhirnya Nov 2007 mulai terwujud di Kalideres di susul di Ragunan dan Kampung Rambutan.
    (www.suarakarya-online.com/news.html?id=179550)
    Bayangkan enaknya kalau dari Cibubur misalnya kita bisa naik mobil lalu parkir di Kampung Rambutan untuk naik Busway.
    Nah, kalau Pemda DKI membangun yang skala besar, menurut saya memang perlu juga digalakkan adalah tempat penitipan sepeda / motor / mobil skala sedang di setiap stasiun kereta dan terminal bis / angkot dan yang skala kecil di dekat halte.
    Berkaitan dengan artikel di atas, menurut saya sasaran penempatannya lebih tepat bukan di gerbang perumahannya, tapi di dekat Halte angkutan umumnya.

  • 5. Aku Ingin Hijau  |  25 Maret, 2008 pukul 22:08

    Untuk Jalan Sutera dan Abi, memang kalau bisa di halte-halte bus dan kereta api akan sangat baik, seperti yang pernah di tulis pada artikel “Sepeda Menjadi Pengumpan Busway. Akan dibangun tempat penitipan sepeda.”.

    Tetapi lihat saja halte-halte busway di koridor-koridor baru yang bukan saja sempit, boro-boro mau bikin tempat parkir sepeda, mungkin ngantri disitu juga sudah sempit banget. plus malah mengambil jalan mobil.

    Untuk halte lain yang sudah bisa seperti di daerah Ragunan atau halte besar lainnya seperti blok M dan Kota, akan semakin baik lagi. Mudah2an akan terus ada solusi dari pemerintah yang juga di dukung oleh swasta sebagai pengembang juga.

  • 6. anang yb  |  29 Maret, 2008 pukul 11:11

    Yang begituan sudah menjadi andalan orang bekasi yang kerja di Jkt mas.
    Nitip motor 3000 perak. Buka sejak jam 5 pagi sampai jam 12 malam. Banyak juga yang buka non stop.
    Setiap hari pengelola parkir ginian dapat uang instant paling tidak setengah juta!
    Mau?

  • 7. isackfarady  |  7 April, 2008 pukul 17:42

    dari pada pemerintah buang-buang lahan yang gak jelas, mending dialokasikan sebagai tempat parkir, dan kalu bisa luas dan efisien. atapnya pake pohon yang teduh!

  • 8. aris  |  10 April, 2008 pukul 16:09

    Di Cibubur kapan ya ada yang demikian?

  • 9. motorcycle  |  9 Maret, 2009 pukul 22:38

    betul…salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan lalu lintas di jakarta..apakah perlu pelarangan kendaraan pribadi masuk pusat kota ya?

  • 10. Dealer Emoto jual sepeda motor listrik (tlp.9156 8386 / 0813 1423 2808) ^_^  |  3 Februari, 2011 pukul 14:45

    Ide yang bagus sekali dan harus terus diperjuangkan,..
    sehingga dapat mengurangi kemacetan dan pemborosan BBM secara percuma..
    tempat2 penitipan seperti ini harusnya lebih diperbanyak khususnya didekat2 halte bus,didepan komplek2 perumahan, stasiun kereta, dan titik2 strategis lainnya..

    supaya lebih efisien kenapa ga mencoba menggunakan sepeda motor listrik sebagai salah satu alternatif pilihan kendaraan masa depan anda??..

    jika anda berminat membeli sepeda motor listrik bisa coba hubungi no tlp:

    (021) 9156 8386 / 0813 1423 2808
    (kita dealer resmi, melayani Jabodetabek dan sekitarnya)

    trim’s: “work hard n’ work smart in harmony”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,277,182 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: