Kebocoran pipa perusahaan air merugikan semua orang

20 April, 2007 at 13:14 2 komentar

Pipa Air

Perusahaan air di Jakarta kehilangan 50% dari air yang disalurkan ke pelanggan karena perbuatan illegal. Ada bermacam-macam permasalahan untuk perbuatan illegal tersebut. Dari pembuatan jaringan pipa ke daerah/rumah secara illegal, pembuatan pipa illegal dan meter air illegal, sampai pada pelanggan yang memang enggan membayar tetapi harus tetap disupply air seperti para pejabat politik, militer sampai organisasi massa yang dapat menteror kembali perusahaan air tersebut. Bila orang secara illegal menyambung pipa mereka ke pipa jaringan, maka kebocoran pun dapat terjadi. Dari kebocoran itu, kita dapat membayangkan banyaknya partikel kotor, air kotor, bakteri dan lainnya masuk ke jaringan pipa, yang akhirnya air ke pelanggan pun tidak dengan kualitas maksimal, malah berbau, berwarna, dll. Kita hanya dapat menyalahkan perusahaan air saja.

Akibat dari semua itu adalah, perusahaan air di Jakarta, yaitu Thames PAM Jaya dan Palyja tidak pernah mendapat keuntungan apapun, yang akibatnya sangat merugikan pelanggan lain yang memang membayar secara jujur. Akibat kerugian perusahaan air, mereka tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk memperbaiki atau memperluas jaringan pipa mereka, merawat waste water treatment plant secara optimal, mendapatkan teknologi yang terbaru untuk menambah efisiensi dan produktivitas, dan juga memperbaiki hubungan dengan pelanggan yang ada.

Kita tidak dapat selalu meminta perusahaan air untuk memberikan yang terbaik karena mereka pun terjepit di tengah. Di satu pihak harus memberi pelayanan sebesar-besarnya, tapi mereka pun harus untung. Sebenarnya Pemda dan semua departemen terkait harus ikut mendukung karena pada saat ini, banyak orang yang dapat memiliki PBB/sertifikat tanah/bangunan di daerah yang sebenarnya illegal seperti jalur rel kereta ganda, malah tanah pemerintah pun diperjual-belikan secara illegal. Nah, mereka yang sudah salah, malah lebih ngotot untuk mendapatkan servis air dan listrik. Tidakkah itu merugikan pelanggan lainnya?

Saya mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk ikut membantu dan menyelesaikan permasalahan rumah illegal dari semua tempat dan untuk menghijaukan kembali semua lahan tersebut. Dengan itu, pelanggan air pun dapat menikmati kualitas air dan servis yang baik.

Iklan

Entry filed under: Manifesto Hijau.

Hari gini masih pake kertas? Pake dong ATM atau online Berikan udara segar untuk rumah anda dengan mudah dan murah

2 Komentar Add your own

  • 1. yuni  |  8 Juli, 2008 pukul 20:10

    as,i want know list water treatment,thanks.

  • 2. Onod32  |  31 Juli, 2008 pukul 21:22

    Setuju penggusuran orang- orang di pinggiran kota.

    Walaupun banyak yang berdalih pelanggaran HAM. tapi bagaimana bagi pelanggan yang setia membayar? bukanya mereka nyolong air. listrik, Jalan pedestrian, sama hak udara segar dari RTH juga bukan pelanggaran HAM?

    Pemerintah telah memberi solusi rusunami, jadi apabila mereka masih bersikukuh tetap tinggal di pinggiran (slum area)..pemerintah berhak menggusur mereka…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,247,388 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: