Tahun 2030 Pulau Jawa Kehabisan Air

12 Agustus, 2008 at 23:34 15 komentar

Disadur dari Antara.co.id

Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Kementerian Lingkungan Hidup, Sudarsono menyatakan pada 2030 mendatang Pulau Jawa akan kehabisan air akibat kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Selain itu, maraknya pengalihan fungsi lahan, tekanan politis atas kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah sangat mempengaruhi kondisi ini, ujar Sudarsono seusai berdiskusi di Kantor Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda di Bandung, Jumat.

“Dengan jumlah penduduk sebanyak 163 juta orang dan dengan daya dukung lingkungan yang rusak maka secara terukur kekurangan air benar-benar akan terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa langkah tengah dipersiapkan dalam menghadapi krisis air tersebut diantaranya adalah melakukan perbaikan di 13 DAS di sepanjang Jawa diantaranya Brantas, Serayu, Cisanduri, Cidano dan Jatunselung.

“Kerusakan yang paling banyak terjadi terdapat di wilayah Jawa Barat dimana reboisasinya kurang berhasil sehingga kerusakan daerah aliran sungainya tidak dapat dihindari,” tutur Sudarsono.

Pengaruh penanaman pohon jati di wilayah Jawa juga ikut andil dalam berkurangnya tangkapan air di Pulau Jawa karena secara ekologis pohon jati tidak dapat menyerap air.

Ia menyatakan, perbaikan di sekitar hulu secara kuantitatif, kualitatif dan kontinuitas menjadi prioritas pembangunan saat ini.

“Pekerjaan rumah saat ini adalah melakukan reboisasi di hulu, memperluas tangkapan air, pembuatan sumur resapan, pengelolaan limbah yang berakhir pada pengendalian baku mutu air,” jelasnya.

Sudarsono mengatakan kendala yang dihadapi saat ini terkait dengan lingkungan hidup adalah pembuatan aturan tentang Tata Ruang yang berlainan sejak tingkat Pusat hingga Daerah.

“Perbedaan tata ruang ini telah merusak lingkungan secara langsung sehingga seluruh tangkapan airnya berkurang akibat dialih fungsikan lahannya,” katanya.(*)

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan Lokal, Fakta Lingkungan.

Jalur Hijau untuk Sepeda di UI Depok Merdeka Hijau

15 Komentar Add your own

  • 1. Eftu  |  13 Agustus, 2008 pukul 13:59

    Sebenarnya agak risih juga kalau baca prediksi-prediksi yang begini. tahun sekian, bumi begini, 30 tahun lagi air begitu, dll. What’s the point?

  • 2. inododo  |  15 Agustus, 2008 pukul 14:22

    ya kalo menurut saia sih prediksi ini mah bisa dijadiin juga peringatan buat kita untuk menjaga lingkungan dan menghemat penggunaan air….

  • 3. nurs  |  17 Agustus, 2008 pukul 10:25

    air adalah barokah Allah, cukup air nikmat, tiada air tiada kehidupan, banyak air bencana

  • 4. Taufiq  |  25 Agustus, 2008 pukul 11:34

    Masalahnya bisa jadi amat rumit. Namun ujung-ujungnya tetap komitmen dari pemerintah. namun, bukankah pemerintah itu tidak satu warna.
    Harapan terakhir kekurangan air adalah dengan memanggil pawang hujan hehehe…

  • 5. santet  |  28 Agustus, 2008 pukul 08:12

    komentarnya bagus2 ouy.
    klo kita berbicara masalah air, rumit memang tapi asik.
    prediksi itu bisa terjadi kalau kita tidak melakukan antisipasi terlebih dulu. yang menjadi permasalahannya adalah komitmen. dari siapa ???
    yang jelas komitmen tersebut berawal dari kita sendiri, apalagi sebagai seorang biolog (UNPAD) lagi yang terkenal dengan wawasan lingkungannya. APAKAH KITA SUDAH MELAKUKAN SESUATU UNTUK MENCEGAH HAL ITU TERJADI???????
    nuhu ah kasadayana
    jupri dan teman-teman

  • 6. marewa  |  29 Agustus, 2008 pukul 22:02

    air tak pernah habis…….

  • 7. andre  |  3 September, 2008 pukul 22:36

    laporan kompas kemaren soal ekologi pesisir utara jawa (200 tahun anyer-panarukan) memang mengerikan. kota-kota menuju kematiannya baik secara ekonomi maupun ekologi. kota-kota dagang kuno dan kota wali yang bersejarah menuju kematian ekologinya, salah satu soal kelangkaan air dan intrusi air laut sekaligus berkelimpahan di musim hujan alias banjir.
    salam hangat,salam hijau

  • 8. QIsthon  |  7 September, 2008 pukul 21:54

    Duhh…tanah leluhurku yang senantiasa kurindukan dari sini…

  • 9. Yohannes Donald  |  14 September, 2008 pukul 23:41

    Hemat2 lah memakai air walaupun kita bayar..
    lebih baik org lain yg pakai daripada terbuang sia2.

    (nb: kemauan dan ketegasan dr Pemerintah & Pemda tentang lingkungan hidup dipertanyakan.)

  • 10. debrajoem  |  19 September, 2008 pukul 09:18

    bila prediksi itu benar, dari sekarang program transmigrasi (semasa soeharto) harus dipertimbangkan kembali, jadi saat 2030 tiba jawa sudah siap.

  • 11. godlief  |  8 Oktober, 2008 pukul 12:13

    bangkitkan kesadaran untuk menata kembali lingkungan jakarta dan daerah sekitarnya agar ancaman kesulitan air dapat diatasi. kembangkan cara penengkapan dan penyimpanan air tanah pada setiap musim hujan, bila perlu tiap rumag tangga. Ok

  • 12. winda  |  14 Oktober, 2008 pukul 11:15

    waaah….2030 jawa akan kehabisa air????benarkah????…..
    saatnya kita jaga bumi ini….mulailah dari diri sendiri…

  • 13. agungsmile  |  26 Oktober, 2008 pukul 05:11

    klo habis air… jadi jarang mandi dong….
    klo nggak mandi, bau dong
    klo bau, nggak pede dong
    klo nggak pede, minder dong
    klo minder, ngumpet aja dong

    susah juga, perlu dibiasain mandi kucing nih…
    nggak usah nunggu 2030 juga udah banyak wilayah yang kekurangan air. malah ada juga wilayah yang maruk ama air. semua air dia borong. harus adil dong…

  • 14. Ayie  |  30 April, 2009 pukul 15:45

    ya…kalo menurut saya seh boleh2 aja berprediksi apapun…toh sebenarnya kita2 juga yang bakal mewujudkan prediksi tersebut. Seperti dulu pernah ada Band Dunia memperkirakan hutan di Kalimantan akan habis tahun sekian..hutan di Sumatera akan habis tahun sekian..hutan di Sulawesi akan habis tahun sekian…trus hutan di Jawa katanya udah habis..tapi toh saya tinggal di Pulau Jawa dan kerja di kehutanan melihat kalo hutan itu masih eksis dan lestari…semuanya tergantung dari kebijakan dan pola kebiasan kita sendiri dalam memanfaatkan hutan. Intinya yang akan terjadi nanti adalah hasil dari segala proses yang kita lakukan sekarang ini..so..jadikan hidup kita lebih baik dan bijaksana dalam bertindak. Be Conserve and improveable..!!

  • 15. dynna  |  18 Mei, 2009 pukul 12:59

    bisa saja terjadi kita kehabisan air bersih selama manusia tidak mau berusaha untuk mengusahakan kelestarian air bersih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,260,647 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: