Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’
Green is the New Black. Semua mau kelihatan hijau.
Dengan adanya konferensi perubahan iklim sejagat (UNCCC) di Bali bulan Desember ini, semua tidak mau ketinggalan. Mulai dari gerakan menanam perempuan menanam pohon, aksi menanam bakau, bagi-bagi pohon dari partai politik, sampai topik-topik lingkungan di majalah dan koran. Topik lingkungan menjadi topik baru yang diomongkan oleh semua orang dimana-mana.
Pertanyaannya adalah, mereka yang bicara, apakah mereka juga melakukannya? Apa para politisi yang mengaku partai pendukung lingkungan akan ke kantor dengan kemeja lengan pendek, tidak memakai jas, menaikkan temperatur di ruang rapat, atau hal lainnya? Mungkin tidak mungkin tiba-tiba DPR penuh dengan politisi naik sepeda, tetapi paling tidak gak usah pakai pengawal jalan (foraider). Sudah jelas naik mobil boros, malah ditambah pengawal segala. Untuk para pengusaha, paling gampang adalah menaruh tanaman pot di dalam ruangan (lebih baik lagi setiap ruangan) dan diluar kantor. Kalau ada ruko, taruh tanaman pot di depan pintu dan yang juga selalu terlupakan adalah atap ruko yang selalu kering gersang. Padahal bila atap ruko dan pintu depan sudah terisi tanaman, polusi pun akan turun drastis, udara pun lebih segar. (lebih…)
Pengendalian Rokok di Cirebon Terbaik di Asia Tenggara
Disadur dari TEMPO Interaktif
04 Desember 2007
Oleh Jajang Jamaludin
Pemerintah Kota Cirebon meraih penghargaan sebagai salah satu kota terbaik di Asia Tenggara dalam upaya pengendalian rokok.
“Pemerintah setempat menunjukkan komitmen kuat untuk menerapkan kawasan 100 persen bebas rokok,” kata Bungon Ritthipakdee, Direktur Southeast Asia Tobacco Control Alliance (Seatca)—organisasi nirlaba pemberi penghargaan itu—di Bangkok, Thailand, Selasa.
Menurut Bungon, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan
contoh yang baik kepada daerah lain di Indonesia.
Sebab, Kota Cirebon telah memasukkan kriteria “kawasan
bebas rokok” dalam rencana pengembangan kotanya. (lebih…)
Desember Bulan Menanam Pohon
Presiden SBY menyambut rombongan sepeda Earth To Bali setelah bersepeda sepanjang 1.447 km dalam menyambut konferensi Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali. Presiden dalam kesempatan itu berkata, “Saya serukan tiap Desember sebagai bulan menanam pohon.”
Hal ini sudah dimulai dengan adanya “Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 10 juta pohon di Seluruh Indonesia” yang dipimpin oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono secara serentak di seluruh Indonesia.
Dari kota-kota yang ada di Indonesia, Jakarta kebetulan memiliki banyak sekali tempat jual pohon dan bunga yang ada di banyak jalan. Hal ini jadi memungkinkan kita untuk tidak ada alasan untuk tidak membeli pohon kan. Harga pun terjangkau kecuali untuk tanaman hias koleksi seperti Anthurium, Adenium, dsb. Jadi apa alasan untuk tidak menanam pohon? Rumah yang kecil? Tinggal di Apartemen? Tidak punya halaman? Semua itu bukan alasan karena semua ada solusinya. Asal niat menanam pohon, pasti bisa.
Ayo dukung seruan presiden kita!
KRL Ciliwung – Jalur lingkar kereta api Jakarta
Disadur dari http://www.krlmania.com
KRL Ciliwung AC kemarin diujicoba penggunaannya di jalur lingkar Manggarai – Sudirman – Tanah Abang -Angke – Kampung Bandan- Kemayoran – Pasar Senen – Jatinegara, dan kembali ke Manggarai, satu arah.
KRL ‘semi ekspres’ ala KRL ciujung yang di jalur Serpong ini harga tiketnya 5000 Rupiah sekali jalan.
KRL ‘Goceng’ ini jalan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, pada jam 06.30 WIB, 07.30 WIB, 08.30 WIB dan 09.30 WIB. Sedangkan untuk sore harnya, jam 15.30 WIB, 16.30 WIB, 17.30 WIB, 18.30 WIB dan 19.30 WIB.
—
Kenali stasiun dekat rumah anda dan coba sendiri KRL ‘Goceng’ ini. Daripada ngeributin subway, monorail, kereta gantung, dsb. mendingan cobain solusi yang memang sudah ada ini.
Sebulan sekali piknik di Jl. Sudirman-Thamrin. Jakarta.
Kabar baik bagi pencinta lingkungan! Pemprov DKI baru saja menetapkan bahwa akhir pekan minggu keempat setiap bulan menjadi kawasan tanpa kendaraan bermotor mulai Desember 2007.
Biasa kawasan yang kosong akan menjadi tempat untuk olahraga jogging atau naik sepeda ditambah dengan pedagang penjaja makanan dan barang. Nah ini yang harus hati-hati. Jangan sampai udara jadi lebih bersih tetapi tetap buang sampah sembarangan yang akhirnya sama saja merusak lingkungan. Jadi tema harus konsisten agar pemerintah juga membuat acara setiap bulan ini sebagai ajang sosialisasi masalah lingkungan dan menerapkannya sehingga orang pun bisa ikut berpartisipasi.
Yang bagus juga adalah peremajaan Kota Tua yang biasa kita kenal lapangan Fatahilah yang juga dibuat bebas kendaraan bermotor. Mudah-mudahan bisa mempercantik daerah tersebut sebagai tujuan pariwisata yang baik.
Paling tidak sudah ada awal yang baik dulu. Kita dukung deh!
Presiden SBY minta Pemprov beri ruang bagi sepeda

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Setelah begitu banyak dukungan dari Gubernur DKI Fauzi Bowo dan juga Bp. Andi Malaranggeng terhadap komunitas Bike To Work, kali ini giliran Presiden SBY yang berkata,”Berilah ruang agar kegiatan bersepeda bisa dijalankan dengan baik termasuk kegiatan Bike To Work” yang ditujukan kepada pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dalam pidato pelepasan kontingen Bicycle For Earth Goes To Bali di pelataran Monas, Jakarta tgl 11 November 2007.
Beliau juga menambahkan,”Bersama, mari kita selamatkan bumi yang kita huni.” Paling tidak tahap awal para penggowes bisa pakai jalur busway deh sebelum ada jalur khusus sepeda.
Siapa yang belum naik sepeda? Hayo deh rame-rame beli sepeda. Merek lokal juga sudah semakin baik, gak musti pakai merek luar negeri yang mahal. Yang penting naik sepeda dulu dan mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah juga bisa menggowes dengan enak di seluruh kota di Indonesia.
Takbiran penuh berkat
Liburan kali ini datang dengan penuh makna dengan lahirnya putra pertama saya pas tgl 12 Oktober ketika kebanyakan orang sudah pergi berlibur. Jadi jalanan waktu ke rumah sakit juga benar-benar lowong. 2 hari di RS, pulang pun masih sepi. Mudah-mudahan bisa menjadi bayi dengan perawatan yang ramah lingkungan. Saya sudah pernah menulis mengenai bahwa menggunakan ASI jauh lebih ramah lingkungan, tetapi ternyata memakai ASI bukan hanya ramah lingkungan tetapi jauh lebih sehat.
Yang pasti dengan memakai ASI:
- Hemat dan ekonomis. Bayi hampir tidak pernah sakit dan tidak perlu membeli susu serta perlengkapannya yang mahal. Dengan susu formula, sapi perlu di ternakkan dahulu, dan kotoran sapi mengeluarkan gas metan yang lebih berbahaya untuk ozon daripada CO2. Susu lalu dikirim dan diproses untuk menjadi susu bubuk. Dikemas dan dikirim. Betapa banyak dan borosnya proses tersebut dibandingkan ASI. (lebih…)
Atap Hijau di Belantara Beton Kota
Diambil dari Kompas, 7 Oktober 2007
Oleh: Evawani Ellisa, Pengajar di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Gambar diatas adalah sebuah mal bernama Namba Park yang terletak di kota Osaka
Di kawasan kota yang telanjur padat, memperoleh lahan terbuka bukanlah soal mudah. DKI Jakarta dengan lahan seluas 66.126 hektar dan ruang hijau 9 persen atau 5.951 hektar, perlu membebaskan sekitar 13.000 hektar lahan bila ingin memenuhi patokan lazim 30 persen lahan terbuka hijau.
Jepang juga menghadapi persoalan sama. Sejak abad ke-17, sifat land hungry (lapar lahan) dalam praktik mengonsumsi lahan perkotaan telah menyebabkan tampilan kota di Jepang tak jauh berbeda dari kota besar Asia lainnya.
Karena lahan perkotaan telah telanjur disesaki bangunan, maka sasaran perolehan sel-sel hijau daun beralih pada hamparan atap datar gedung-gedung yang justru lebih banyak dibanjiri cahaya matahari. Sebenarnya gerakan atap hijau telah muncul di Jepang sejak awal abad ke-20 melalui konsep eco-roof, tetapi sifat pengembangannya masih ekstensif. Atap hijau jenis ini ditandai struktur atap beton konvensional dengan biaya dan perawatan taman relatif murah karena penghijauan atap hanya mengandalkan tanaman perdu dengan lapisan tanah tipis. (lebih…)


















Komentar Terbaru