Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’

10 Langkah Praktis Menolak Plastik

Disadur dari National Geographic Indonesia

Plastik sudah jadi materi yang kita akrabi sehari-hari. Selain digunakan untuk mengemas makanan, plastik juga kerap kita temui pada berbagai produk elektronik yang sering kita gunakan.
Namun, meski kini plastik yang bisa didaur ulang sudah semakin banyak digunakan, sebenarnya plastik hanya di-downcycle (diolah menjadi produk lain yang lebih rendah kualitas plastiknya dan pada akhirnya tidak dapat didaur ulang lagi).
Sampah plastik yang tidak didaur ulang jumlahnya sangat besar. Pada tahun 2009, dari 30 juta ton sampah plastik di Amerika, hanya 7 persen yang didaur ulang. Sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah, pantai, sungai, dan laut hingga membentuk Great Pacific Ocean Garbage Patch.
Untuk mengurangi sampah plastik, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan. Berikut ini 10 diantaranya.
(lebih…)

13 Agustus, 2011 at 18:13 Tinggalkan komentar

Cara Jepang Mengharamkan Rokok

Disadur dari Blog http://samudro.wordpress.com/

Informasi tentang cara Pemerintah Jepang dalam “mengharamkan” rokok di negaranya. Tidak perlu pake MUJ (Majelis Ulama Jepang).

Ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepang akan kesehatan dan kenyamanan warganya.

* Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan ongkos angkot, taksi, dll menjadi naik toh? (Di Jepang ada angkot ga ya?)

* Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Kalau di Bandung kan, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.

* Tahun 2008, Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Ijin Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini. (lebih…)

15 Mei, 2011 at 22:29 7 komentar

LAPAN: Tahun Depan (2012) Kemarau Panjang

Disadur dari Vivanews

Pakar Penginderaan Jauh dan Iklim LAPAN, Edi Hermawan, meramalkan pada tahun 2012 Indonesia akan dilanda musim kemarau panjang,

Pada tahun 2010-2011, kata dia, musim basah memang mendominasi Indonesia. “Artinya tak ada jeda sedikit pun untuk musim kemarau. Panas paling 1-2 hari, maksimal satu minggu,” kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 10 Mei 2011.

Cuaca saat ini, tambah dia, hampir sama dengan kondisi di tahun 1998, pada saat itu Indonesia mengalami musim basah panjang selama hampir 9 bulan – satu tahun. “Ini berulang,” tambah dia.

Musim basah ini membawa akibat terhadap lumbung-lumbung pangan di Indonesia. Pemerintah berusaha menyelamatkan 11 provinsi penghasil pangan, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, seluruh wilayah Jawa, DIY, NTB, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan.

“Sehebat apapun, kalau kondisi basah terus, tak ada padi yang tahan genangan selama setahun,” jelas dia. (lebih…)

13 Mei, 2011 at 15:12 Tinggalkan komentar

Nikmatnya tol dalam kota Jakarta tanpa truk

Berhubung ada KTT Asean maka jalan tol dalam kota Jakarta tidak boleh dilalui oleh truk. Ternyata hal ini membuktikan bahwa yang membuat macet adalah truk-truk yang sering kali mogok, jalan sangat pelan di bawah batas minimum akibat kelebihan beban, atau malah sudah pelan tetapi jalan di bagian tengah jalan, bukan di sebelah kiri sehingga menghalangi mobil yang lain.

Hari ini saya pulang dari arah cawang dan melewati tomang pada jam pulang kantor, tetapi jalan tol kencang sekali. Baru kali ini begitu nikmatnya jalan tol yang memang tanpa hambatan.

Mudah-mudahan hal ini dapat jadi bukti percobaan untuk membuat kebijakan selanjutnya bagi pemerintah kita.  Sayang hanya sampai tanggal 9 Mei 2011 dan jalanan akan kembali normal alias macet.

5 Mei, 2011 at 20:43 6 komentar

Ayo, Selamatkan Sungai Citarum dan Raih Hadiahnya!

Referensi: kompasiana.com

Ketidaksadaran masyarakat atau ketidakpedulian pemerintah yang membuat sungai-sungai di Indonesia khususnya sungai yang melewati kota-kota besar dan padat pemukiman penduduk, menjadi tercemar. Limbah industri, sampah dan semacamnya, menjadi faktor utama rusaknya ekosistem dan aliran sungai serta kian memperburuk tampak dan kondisi sungai yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Ajakan untuk kembali mencintai dan merawat lingkungan yang populer dengan sebutan “Go Green”, terkadang hanya dirasakan dalam sebuah seremonial dan tidak tertanam dalam setiap individu. Beberapa waktu lalu sampai kini, Harian KOMPAS melakukan ekpedisi sungai Citarum yang menjadi sumber pengairan masyarakat di Jawa Barat. Laporan tentang ekspedisi Citarum ini akan dimuat di Harian KOMPAS dan Liputan Khusus (Lipsus) KOMPAS.com pada 25 April sampai 4 Mei 2011. (lebih…)

24 April, 2011 at 20:43 1 komentar

Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk

Disadur dari Kompas.com, edisi kamis 21 April 2011

“Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.”

Jakarta, Kompas – Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.

”Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang,” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4).

Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian. (lebih…)

23 April, 2011 at 08:29 3 komentar

Kurangi makan beras, baru bisa swasembada pangan

Dari artikel “Perubahan Iklim Tingkatkan Kemiskinan” di Kompas Online

“Jangan makan beras. Kalau kita turunkan konsumsi beras, itu lebih efisien dibandingkan kita buka sawah baru.” – Handoko (Dosen Institut Pertanian Bogor)

Pastinya kita ada banyak sekali alternatif karbohidrat mulai dari jagung, ubi, kentang, sagu, dll. Kalau semua bilang kalau belum makan nasi belum kenyang, coba dulu alternatif yang lain.

Kenapa nggak?

22 Februari, 2011 at 11:12 1 komentar

haisobat.com, wahana pembelajaran online yang ramah lingkungan

Disadur dari Vivanews.com

PT Telkomsel baru saja menghadirkan website belajar interaktif terbaru bertajukHaisobat.com yang merupakan media komunikasi berbasis Web untuk para pelajar dan anak muda.

Di dalam website tersebut, Telkomsel menyediakan menu yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda untuk menambah wawasan maupun pengetahuan akademik.

“Website ini dibuat untuk memberi ruang bagi para siswa maupun guru untuk saling bertukar informasi tentang aktivitas masing-masing sekolah yang tergabung di Telkomsel School Community,” kata Venusiana Papasi, Vice President Area Jabodatebek Jabar Telkomsel, di Jakarta, Sabtu 29 Januari 2011.

Di sisi konten akademik, Haisobat.com sementara ini menyediakan menu pembelajaran matematika yang meliputi Aljabar dan Trigonometri, yang mana keduanya dijabarkan dengan metode yang sangat sederhana dan menarik. (lebih…)

5 Februari, 2011 at 11:27 1 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.481.587 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai