Penghalang resapan air

9 Desember, 2010 at 01:29 4 komentar

Sudah sering kita dengar bahwa kota-kota besar semakin lama semakin banjir. Kalau Jakarta karena ibukota jadi jangan ditanya, karena sudah pasti nomor satu dan jagoan banjir. Kota-kota lain pun berpacu untuk mengikuti perkembangan Jakarta dan juga jadi semakin banjir. Saya sudah tulis dalam artikel “Saluran Got Bukan Tempat Sampah” bahwa kita jelas tidak boleh buang sampah sembarangan karena semua sampah dan air kita akhirnya akan bermuara dari got, ke kali, ke sungai, ke danau, dan semua akhirnya ke laut. Kita perlu memikirkan membuat taman resapan air kecil-kecilan di depan rumah kita karena semua hal kecil ini pun akan membantu memperlambat arus air sehingga memperlambat banjir.

Gambar di bawah ini menjelaskan hubungan antara resapan dan juga penghalangnya seperti aspal, rumah, gedung dan jalanan.

Gambar ini disadur dari website USDA mengenai halangan resapan air ke dalam tanah. Semakin banyak taman dan resapan maka resapan air ke dalam tanah pun semakin baik. Sebenarnya logika ini semua orang pun pasti tahu, tetapi banyak yang pura-pura tidak mau tahu hingga mendapatkan data yang lebih baik seperti melihat gambar ini.

Harapannya adalah dengan mengerti hal ini maka dimanapun tempatnya maka anda dapat ikut memberi kontribusi untuk menambah air tanah dengan menambah resapan-resapan air. Bisa dengan membuat taman, lubang bio-pori, menggunakan paving block, dll. Dengan hal ini maka seperti illustrasi di bawah ini maka air tidak akan terlalu deras ke jalanan yang akhirnya balik lagi akan membuat banjir.


Yang juga sering terlupa dan terlena adalah juga menjaga kebersihan lingkungan rumah kita terutama agar tidak ada sampah dalam saluran got. Minimal depan rumah kita saja, tidak usah mengurusi tetangga yang jorok.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah. Tags: , , .

Khasiat di Balik Tanaman Hias Busway koridor 9 dan 10 akhirnya dimulai juga

4 Komentar Add your own

  • 1. nadi  |  9 Desember, 2010 pukul 17:15

    got depan rumah bersih, tapi tetangga sebelah jorok, sampahnya hanyut juga ke rumah kita. Susah emang punya tetangga jorok :mrgreen:

  • 2. Miftahgeek  |  15 Desember, 2010 pukul 20:54

    brati solusi dengan adanya rumah susun yg tidak banyak menggunakan banyak lahan bisa digunakan kang?

  • 3. Aku Ingin Hijau  |  16 Desember, 2010 pukul 10:14

    @ miftahgeek, Rumah susun secara luas lahan terpakai memang lebih sedikit, tetapi BILA rumah susun tersebut menggunakan air tanah untuk kebutuhan airnya maka air di titik lahan tersebut akan cepat habis juga. Oleh karena itu baiknya adalah rumah susun yang menggunakan air PAM dan tidak menggunakan air tanah. lahan hijaunya juga dibuat sumur-sumur resapan.

  • 4. komuter  |  12 Januari, 2011 pukul 08:59

    saluran air (got) di perumahan tempat saya tinggal malah ditutup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,253,867 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 336 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: