Waktunya berkebun

26 Oktober, 2008 at 10:33 4 komentar

Musim hujan sudah mulai tiba. Mulai karena di jaman sekarang kita tidak tahu apakah hujan akan terus menerus atau hujan, kering, hujan, kering. Apalagi mengingat tahun lalu musim hujan pun telat.

Kemarin di rumah saya sudah mulai hujan besar dan sewaktu saya lihat ternyata kebun saya tergenang air dan kurang meresap air. Nah… berarti ini sudah waktunya untuk berkebun lagi.

Musim kemarau membuat tanah di kebun mengeras. Tanaman pun banyak yang harus diganti karena kering. Apalagi rumput yang mulai gundul.

Kita harus menggemburkan kembali tanah kita dengan membalik tanah dan memberi pupuk lagi sehingga ketika hujan turun, tanah kita pun semakin efektif menangkap dan menyerap air hujan tersebut.

Untuk anda yang memiliki biopori, ini juga saatnya untuk perawatan lubang biopori dengan melubangi kembali biopori anda agar lebih dalam dan tidak tertumpuk sampah/tanah.

Untuk tanaman dan rumput dan mulai gundul anda harus beli lagi setelah tanah digemburkan. Anda bisa beli pupuk dan tanaman serta rumput di tukang-tukang tanaman yang ada di pinggir jalan atau di tempat-tempat khusus seperti di Rawa Belong, Palmerah.

Satu hal yang sering tidak diperhatikan adalah kebun depan rumah yang ada di luar pagar anda. Sangat penting untuk anda berikan tanaman. Bila tidak ada tempat untuk tanah maka tanaman dalam pot pun tidak apa-apa. Depan pagar anda penting karena itulah tempat lalu-lalang kendaraan di jalan yang banyak mengeluarkan polutan. Dengan tanaman di luar pagar anda, maka anda pun telah mem-filter polutan yang masuk ke area rumah anda. Ajak juga tetangga anda untuk melakukan hal yang sama.

Dengan saat yang tepat, maka kalau anda mulai menata kembali kebun anda maka bukan saja rumah anda semakin cantik, tetapi juga akan lebih sehat karena tanaman menyerap polutan dan menghasilkan oksigen untuk keluarga anda.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah, Tanaman.

Deputi Menteri urusan Sepeda di Departemen Transportasi Hungaria Jejak Pendapat Persiapan Musim Hujan

4 Komentar Add your own

  • 1. bluekaizen  |  29 Oktober, 2008 pukul 10:35

    Usul yang sangat bagus, sudah saatnya untuk mulai berkebun dan menanam pohon. Selain itu juga lebih bagus lagi kalau membuat lubang biopori untuk peresapan air hujan, mumpung tanahnya basah sehingga mudah untuk dibor.

  • 2. Monica Simarmata  |  13 November, 2009 pukul 17:20

    Saatnya kita mulai berkebun dan menanam pohon. Musim hujan tahun lalu saya membuat beberapa lubang biopori dirumah. Semua sampah daun saya masukkan kelubang biopori. Semua pohon dihalaman rumah tumbuh subur. Kemarau tahun ini saya tidak kekurangan air. Sementara banyak tetangga yg mulai kekurangan air. Ayo teman2 mari kita tanam pohon dilingkungan tempat tinggal kita. Saya sudah merasakan manfaatnya.

  • 3. AF Sujatmiko  |  24 Januari, 2011 pukul 14:04

    Apabila membutuhkan alat bor tanah biopori menggunakan teknologi mesin 4 tak, ringan dan mudah dibawa, silakan kunjungi

    http://www.dmaxindonesia.indonetwork.co.id
    email: dmax.indonesia@yahoo.co.id

    marketing: jatmiko (08123360509)

  • […] kontribusi untuk menambah air tanah dengan menambah resapan-resapan air. Bisa dengan membuat taman, lubang bio-pori, menggunakan paving block, dll. Dengan hal ini maka seperti illustrasi di bawah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,272,044 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: