Water Dispenser Itu Boros, Matikan Kalau Tidak Perlu

28 Juni, 2007 at 21:38 8 komentar

Ini adalah data rata-rata dari dispenser yang ada dipasaran saat ini.

Energi untuk pemanas: 500 Watt
Energi untuk pendingin: 112 Watt
Pemakaian per hari adalah rata-rata 1,5 KwH
Jadi ongkos listrik dispenser bila rata-rata per KwH adalah 1000 rupiah
Per Hari = 1,500 rupiah
Per Bulan = 1,5 KwH x 30 hari = 45 KwH = 45,000 rupiah
Per Tahun = 45,000 x 12 bulan = 540,000 rupiah

Kebanyakan dari kita kerja dari pagi sampai malam. Untuk anda yang punya anak kecil, maka dispenser akan berguna untuk membuat susu kapan saja. Untuk anda yang masih single, maka dispenser tersebut tidak akan digunakan seharian, dan tetap harus bekerja memanaskan dan mendinginkan air, dimana mungkin ruangan di rumah anda pun panas, sehingga dispenser juga bekerja dengan keras.

Ada beberapa tips untuk penghematan dispenser:

  1. Matikan kalau anda tidak dirumah: bekerja atau pergi liburan
  2. Hanya pakai air panas dan matikan sistem air dingin. Air dingin lebih sehat dan bisa memakai botol air di kulkas, sehingga pemakaian kulkas pun bisa lebih efisien
  3. Kalau anda memiliki pemanas air elektrik, matikan dispenser anda seluruhnya. Pemanas air elektrik sangat efektif dalam memanaskan air dan kita pakai saat perlu saja dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendidih, kira-kira 1-2 menit
  4. Beli dispenser air yang tidak memerlukan listrik

Mudah-mudahan dengan ini kita terus menghemat.

Iklan

Entry filed under: Fakta Lingkungan, Lingkungan Rumah, TeknoHijau.

Klub Fitness Di Hong Kong Menghasilkan Energi Kebiasaan Berkendara Seperti Apa Yang Menjengkelkan?

8 Komentar Add your own

  • 1. Sandro  |  9 November, 2007 pukul 12:37

    Dear Aku Ingin Hijau,
    Bukankah pemanas air listrik, lebih banyak mengkonsumsi listrik daripada dispenser? Kemudian apakah kalau taruh air botol di kulkas membuat pemakaian kulkas menjadi lebih efesien? Thanks!

  • 2. dodolipet  |  10 November, 2007 pukul 12:08

    Sandro,

    betul sekali bahwa pemanas air listrik/elektrik mengkonsumsi listrik lebih banyak dari dispenser. Pemanas dispenser menggunakan 500 Watt. Pemanas air listrik menggunakan 1000-2200 Watt. Tetapi kalau pemanas air di dispenser menggunakan 500 Watt secara terus menerus. Bisa jadi 24 jam terus menerus digunakan.

    Tetapi untuk pemanas air listrik: (asumsi terbanyak 2200 watt)
    Mendidihkan 0.5 liter air hanya memerlukan 100 detik atau 1 menit 40 detik sampai mendidih.
    Jadi dari hitungan ini kalau kita memakai pemanas air listrik yang 2200 watt maka energi yang digunakan adalah 100s×2200J/s = 220000J = 220kJ (kilo joule) lalu 220kJ / 3600kJ/kWh = 0.061 kWh. Bila per KwH adalah Rp. 1000,– maka biaya per penggunaan mendidihkan air 0.5 liter di pemanas air listrik atau elektrik adalah 0.061 x 1000 rupiah = 61 rupiah.

    Energi yang dibutuhkan jauh lebih sedikit untuk mendidihkan dan biaya pun sangat murah.

    Jadi jangan hanya melihat total watt saja, tetapi sewaktu digunakan berapa lama dipakai.

    Thanks. Aku Ingin Hijau

  • 3. Sandro  |  12 November, 2007 pukul 09:23

    Dear Aku Ingin Hijau,
    Thanks buat penjelasannya! Dulu saya selalu menggunakan pemanas air listrik untuk kebutuhan minuman di pagi hari saya, namun imbas yang saya rasakan adalah bill PLN lumayan melonjak. Sejak itu saya menggunakan ketel air panas ukuran kecil dan saya didihkan di kompor gas. Waktu yang saya dapat juga kurang lebih sama, dan biaya listrik turun lagi, kebutuhan minum di pagi hari juga tetap berjalan. Hidup hemat energi!

  • 4. Prabowo Murti  |  17 Februari, 2008 pukul 13:13

    Terima kasih Mas. 🙂
    Saya punya sedikit tips. Kalau ada di antara kami (di kost) yang sedang membuat minuman hangat (biasanya malam hari), kami suka berbagi air panas, jadi tidak perlu masing2 kamar menyalakan dispenser, boros listrik. Esoknya gantian..

  • 5. Aryo  |  6 Juli, 2008 pukul 13:38

    Hallo Brothers,
    Saya jadi tertarik dengan artikelnya, kalau boleh tanya nih, jadi 1 watt/ detik yang kita hemat itu berapa rupiah sih, kalau misalnya saya ini bukan rumah tangga, trims & Viva Green Earth

  • 6. alan  |  7 Februari, 2011 pukul 13:21

    Dear Aku ingin hijau
    Tagihan listrik semakin tinggi dan saya terus mencari metoda penghematan dan saya temukan bahwa terakhir istri terus menggunakan dispenser dan saya berpikir bahwa setiap pemanasan menggunakan lebih banyak energi daripada pendinginan. sejak sebulan lalu saya instruksikan utk menghidupkan dispenser panas hanya pada saat sarapan atai sore waktu mau minum teh. hasilnya pengurangan signifikan terjadi > Tagihan listrik menurun. selanjutnya saya masih mencari metoda lain termasuk mengganti AC dengan Ac inverter..

  • 7. kubikelkantor  |  8 Agustus, 2012 pukul 14:43

    kalau sehari 1.500 rupiah berarti sebulan 450.000 rupiah.

  • 8. hidayati  |  14 Agustus, 2012 pukul 05:19

    ♥Rp.1.500,00 x 30 hari = Rp.45.000,00♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,247,388 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: