Kebiasaan Berkendara Seperti Apa Yang Menjengkelkan?

29 Juni, 2007 at 22:21 1 komentar

Drive SaveBerkendara itu bisa boros bisa juga hemat tergantung cara anda menyupir. Cara anda memakai mobil juga bukan hanya tergantung pada diri anda sendiri, tetapi juga disebabkan oleh faktor pengendara lainnya. Kalau pengendara yang lain tidak berpikir untuk bisa berkendara dengan rapi sehingga hemat, anda sendiri juga ikut kebagian jadi boros.

Beberapa kebiasaan yang menjengkelkan adalah:

  1. Kendaraan yang berjalan pelan di jalur kanan
  2. Kendaraan yang memotong tiba-tiba
  3. Kendaraan agresif yang membuntuti mobil sangat dekat
  4. Kendaraan yang sering ngerem
  5. Kendaraan yang berjalan pelan karena sedang memakai HP
  6. Kendaraan yang jalan pelan-pelan sewaktu macet sehingga terus dipotong pengendara yang lain
  7. Kendaraan yang memotong jalur keluar yang macet, seperti dari tol dalam kota ke tol kebon jeruk
  8. dan lain-lain…

Kalau kita perhatikan, Jakarta memang kebanyakan Mikrolet dan Angkot hingga kadang kita lihat begitu banyak yang ngetem tanpa mendapatkan penumpang. Memang kita kasihan juga karena itu adalah mata pencaharian mereka, tetapi ngetem itu sangat boros energi. Jadi kadang memang pemerintah harus bisa tegas. Kalau kita bisa mengurangi jumlah mereka pun effisiensi pemakaian kendaraan umum kita lebih baik, dan jalanan bisa mengurangi kendaraan dan akhirnya mengurangi kemacetan.

Bagaimana pendapat anda tentang kebiasaan berkendara yang menjengkelkan? tambahkan komentar anda.

Iklan

Entry filed under: Hemat Di Jalan.

Water Dispenser Itu Boros, Matikan Kalau Tidak Perlu Demam berdarah tetap parah. Setiap orang harus partisipasi.

1 Komentar Add your own

  • 1. SsSsSsS  |  13 September, 2007 pukul 19:08

    Saran aja ya Bos, (correct me if I’m wrong):
    1.SIM harus pakai ujian tidak seperti sekarang tinggal membayar 400rb sudah mendapat SIM A&C (pernah beli soalnya).hehehe.
    2. Setiap pelanggaran lalu-lintas yang menyebabkan kecelakaan maupun tidak maka SIM harus ditandai. jadi misalnya bila melanggar 3x maka SIM dicabut dan perlu waktu 1 tahun untuk mengurus SIM yang bari + ujian lagi.
    3. “Pelindung Masyarakat” harus berani bilang tidak pada “Damai, Pak”.
    4. Marka jalan dan petunjuk jalan harus jelas, bukan seperti saat ini dibuat tidak jelas supaya bisa dapat “Tambahan” gaji.
    5. Pengguna jalan memahami dan mematuhi semua petunjuk dan peraturan lalu lintas.
    6. kurangi volume kendaraan bermotor, dinaikkannya pajak kendaraan bermotor , tarif parkir, pajak sparepart, BBM, dan kendaraan berusia diatas 20 thn di “museum”kan (dibesituakan) karena kendaraan diatas 20 thn cenderung boros BBM yang berarti lebih banyak polusi.

    “Dimana ada kemauan disitu PASTI ada JALAN”

    MAJU INDONESIAKU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,957 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: