Perkembangan Teknologi Air di Negara Tertinggal

11 Agustus, 2007 at 20:24 3 komentar

Teknologi lingkungan selalu berkembang dan kebanyakan teknologi itu ditujukan untuk negara maju atau paling tidak negara berkembang. Beberapa contoh teknologi itu adalah seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Mobil Listrik, Mobil Angin, Pesawat Terbang yang lebih efisien, dan lainnya. Kita jarang melihat adanya teknologi yang ditujuka untuk negara yang tertinggal, atau bagian dari negara berkembang yang masih tertinggal. Untuk ekstrimnya kita bisa bilang Afrika. Tetapi di Indonesia pun masih banyak sekali daerah tertinggal yang untuk mendapatkan air yang baik pun sulit.

Fakta mengenai penggunaan air di seluruh dunia adalah sebagai berikut:

  • Lebih dari 1 milyar orang di dunia tidak memiliki akses untuk air bersih. (1/6 dari seluruh total populasi manusia di dunia)
  • 5 Juta orang, biasanya anak-anak, meninggal dari penyakit melalui air seperti diare (sekitar 6000 orang per hari)
  • Pada setiap saat jumlah pasien akibat penyakit melalui air melebihi 50% di seluruh dunia
  • Jarak rata-rata yang harus ditempuh orang di Afrika dan Asia untuk mengambil/mencari air adalah 6 km

Perkembangan teknologi untuk membantu daerah-daerah yang tertinggal sudah semakin banyak dan beberapa diantaranya adalah:

1. Lifestraw

lifestraw

Lifestraw adalah alat yang dimaksudkan untuk penggunaan di tempat-tempat dimana air yang tersedia adalah seperti air kotor dari sungai, kali, atau kolam. Lifestraw diciptakan oleh perusahaan dari Denmark yang memiliki misi untuk mengurangi kesulitan untuk mendapatkan air di seluruh dunia hingga setengah dari yang ada sekarang. Caranya mudah. Langung di hisap saja dari air kotor manapun. Filter Lifestraw melewati 3 tahap melalui filter karbon dan resin khusus yang efektif dalam menghilangkan bakteri dan virus yang ada di air hingga 99,99 persen.

2. Plastik Disinfektan Air

Plastik Disinfektan

Gambar diatas adalah plastik transparan yang dapat digunakan untuk membawa air dan menjadi seperti tas punggung. Tas punggung ini menggunakan panas dan sinar ultraviolet dari matahari untuk mendisinfeksi air. Bayangkan kalau pada saat ini banyak daerah yang sama sekali tidak memiliki air dan harus berjalan jauh untuk mendapatkannya. Setelah orang itu mendapatkan air tersebut, maka dalam perjalanannya kembali air tersebut dengan sendirinya membunuh bakteri dan virus air dengan bantuan sinar dan panas matahari sehingga pada saat dia sampai di tujuan air tersebut sudah aman untuk dipakai.

Dengan adanya perkembangan teknologi ini diharapkan negara dan daerah terpencil di dunia bisa berkembang dan bisa mendapatkan sumber daya yang banyak orang remehkan yaitu air yang sangat penting untuk kehidupan kita.

Iklan

Entry filed under: TeknoHijau.

Pesan Teh Aja Kalau di Restoran Satu lagi alat mudah dan murah untuk desalinasi air

3 Komentar Add your own

  • 1. Elisa Sutanudjaja  |  9 November, 2007 pukul 00:12

    Sebetulnya tidak semua daerah ‘tertinggal’ di Indonesia tidak sadar akan teknologi pengolahan air. Justru kita orang Jakarta, perlu belajar dari masyarakat Sambas yang sudah mengenal penampungan air dan sumur resapan.

  • 2. Ruts  |  12 April, 2008 pukul 17:30

    saya tertarik dengan alat Lifestraw …
    di mana belinya & berapa harganya….?
    mohon petunjuk

  • 3. Dian Kurniawan  |  14 Oktober, 2011 pukul 16:33

    Di Indonesia juga ada produk yang menggunakan technology Filtrasi dan RO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,957 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: