Gedung Pemerintah Mulai Berhemat

9 Agustus, 2008 at 18:04 9 komentar

Beberapa hari lalu saya ada rapat di salah satu gedung pemerintah, dan yang biasanya rapat hanya pagi atau siang, kemarin kebetulan sampai sore. Pas sudah jam 16:00 lewat, gedung terasa panas. Saya tanya ternyata AC gedung dimatikan pada pukul 16:00. Tetapi karena masih harus banyak yang harus dikerjakan, maka rapat diteruskan lagi. Tepat pukul 17:00 semua lampu mati. Gedung pun gelap gulita karena seperti kebanyakan arsitektur di Indonesia yang tidak memanfaatkan cahaya luar, walaupun matahari masih terang di luar, dalam gedung gelap. Gedung pun tidak memiliki lampu emergency sehingga gelap-gelapan kita beres-beres dan jalan keluar bersama.

Cerita di atas adalah contoh saat kita kekurangan listrik PLN, pemerintah pun ikut menghemat terutama untuk pemakaian di gedung-gedung pemerintahan. Tetapi kadang masih banyak orang yang tidak peduli atau tidak mengerti akan penghematan seperti contohnya ada yang membuka kaca walaupun dalam ruangan ber-AC.

Hal lain yang mungkin bisa membantu penghematan adalah dengan mengganti unit AC yang sudah tua and tidak efisien lagi sehingga boros. Pemborosan itu karena walaupun AC tetap memakai tenaga listrik yang sama, tetapi tingkat dinginnya sudah sangat berkurang. Apalagi mesin AC yang sudah tua tidak seefisien yang sudah modern. Apalagi pemakaian AC di gedung bisa mencapai 20%-50% dari total kebutuhan energi.

Pemakaian kipas angin juga bisa membantu mendistribusikan udara dari AC ke seluruh ruangan sehingga dapat membantu mengurangi pemakaian AC dengan menaikkan suhu temperatur. Lihat saja artikel saya ketika melihat gedung di Shanghai, China. Selain itu, dengan adanya efek pemindahan udara dari kipas angin, diperkirakan bila AC dipergunakan bersama dengan kipas angin, maka akan mendapatkan efek angin dingin sebesar 5 derajat celcius. Bila untuk setiap derajat yang kita naikkan bisa menambah 3-5% penghematan energi, maka total penghematan bisa mencapai 33% karena untuk memasang satu kipas angin di plafon hanya memakai 40-100 watt listrik, dibandingkan dengan 4000-6000 watt yang dipakai oleh AC central. (Artikel Mau Hemat Tapi Adem? Pasang Kipas Angin).

Penghematan yang dilakukan pemerintah sudah tentu harus kita dukung karena akan berdampak pada pasokan listrik yang dibutuhkan oleh rumah tangga dan industri. Jangan sampai gara-gara listrik industri kita hancur lebur. Mudah-mudahan ada banyak contoh gedung-gedung pemerintah yang sudah berhemat dan yang penting adalah dukungan semua masyarakat untuk ikut berhemat di rumah dan kantor masing-masing.

Iklan

Entry filed under: Energy, Lingkungan Kerja.

Filter Udara Natural Menggunakan Air Mancur Jalur Hijau untuk Sepeda di UI Depok

9 Komentar Add your own

  • 1. all about andrie  |  9 Agustus, 2008 pukul 21:32

    Berhemat apanya…
    Dalam beberapa hari terakhir saya saya bolak-balik di beberapa kantor pemerintah, AC dan Listrik TETEUP NYALA terang benderang.
    Bahkan Sepanjang jalan Warung Buncit (sisi timur = duren tiga) Lampu Jalan Raya hari Rabu saya lewat jam 1 siang nyala, Kamis jam 10 pagi masih nyala, jumat juga saya lewat jam 10a belum dimatiin juga.

  • 2. Aku Ingin Hijau  |  9 Agustus, 2008 pukul 23:48

    Nah ini dia yang perlu kita dengar dari semua pembaca, yaitu informasi gedung-gedung atau tempat-tempat yang masih tidak berhemat listrik.

  • 3. Zuchrivious  |  10 Agustus, 2008 pukul 00:31

    Nasib asal copy-paste, semua yang contek abis *termasuk arsitektur* akhirnya kerasa efek sampingnya.

  • 4. Koran Saya  |  10 Agustus, 2008 pukul 16:25

    Pemerintah memang harus berhemat tapi jangan sampai penghematan dijadikan alasan menurunya kinerja.

  • 5. Nia  |  11 Agustus, 2008 pukul 09:07

    Kalo di beberapa kantor perwakilan tempat saya bekerja, lift dipakai hanya pada saat diperlukan. Jadi selain hemat bisa untuk berolahraga hehehe….:-D

  • 6. Handoko  |  16 Agustus, 2008 pukul 16:29

    Hehehe gimana mau hemat
    Pak SBY Pidato kenegaraan supaya seluruh instansi pemerintah berhemat, tp Kepala beberapa instansi di Balikpapan malah cuek, kosong, ” No Reken” (baca Kaltim POS, 16 1gt 08)

  • 7. Handoko  |  16 Agustus, 2008 pukul 16:35

    BTW Disini kita kan mau cari solusi hemat

    – Tanamkan Di pikiran pemerintah kita bahwa yang bayarin listrik, air utk kantor kita itu uang kita juga

  • 8. diman  |  26 Agustus, 2008 pukul 13:00

    sebenarnya harus dari dulu hemat listrik. Klo perlu sebelum diangkat jadi PNS ada pendidikan hemat energi biar nyantol terus dan sebagai kewajiban semua untuk hemat energi.

  • 9. Surya  |  28 Agustus, 2008 pukul 22:27

    Emang sih, kita ini sebenernya jadi orang bebel banget. Udah dikasih tau tentang efek-efeknya serta segala manfaatnya untuk berhemat, tetep ga mempan. Solusinya? Kembali ke diri masing-masing, terutama PEMERINTAHNYA.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,260,647 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: