Posts filed under ‘Lingkungan Rumah’
Kemasan botol air minum. > 90% biaya diluar air?
Grafik informasi berikut ini juga menarik. Salah satu informasi yang menarik untuk disimak adalah lebih dari 90% biaya dari harga yang kita beli adalah untuk botol plastik, biaya marketing, distribusi, dll yang mana diluar bahan baku air itu sendiri. Jadi, kenapa harus beli air dalam kemasan botol plastik? pakai saja botol sendiri yang bisa dipakai berulang-kali, apakah itu plastik atau berbahan aluminium.
Jangan manja bahwa kita tidak sempat menyiapkan botol dari rumah, lupa atau membeli botol air sendiri mahal karena kalau kita hitung berapa kemasan air minum yang sudah kita beli maka sudah pasti akan terbayar dengan sendirinya.
Klik disini atau pada gambar untuk grafik informasi lengkap.
Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk
Disadur dari Kompas.com, edisi kamis 21 April 2011
“Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.”
Jakarta, Kompas – Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.
”Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang,” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4).
Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian. (lebih…)
Cermat Pilih Air Minum dalam Kemasan
Menarik untuk dibaca, walaupun menurut saya lebih baik tidak meminum air minum dari kemasan sama sekali. Lihat juga “The Story of Bottled Water”
Disadur dari kompas.com
Kompas.com – Dengan klaim lebih baik daripada air biasa, kini berbagai jenis air minum dalam kemasan menyerbu pasaran. Ada air yang difortifikasi dengan vitamin, minuman isotonik, minuman berenergi, hingga minuman beroksigen atau minuman heksagonal.
Orang-orang yang mengonsumsi minuman tersebut juga mengaku merasa lebih bugar, tidak gampang capek dan lebih berkonsentrasi.
Menanggapi tren minuman berfortifikasi tersebut, dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM menilai sebenarnya air putih yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan cairan yang keluar bersama keringan dan urin.
“Manfaat air minum yang ditambahi itu sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Mungkin bukannya sehat malah berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan,” kata dr.Parlin.
Air beroksigen misalnya, menurutnya oksigen tidak bisa diserap di usus. “Manusia memperoleh oksigen melalui paru, bukan melalui insang seperti ikan, sehingga minuman beroksigen tidak akan memengaruhi kadar oksigen dalam darah manusia,” katanya. (lebih…)
Makanan sumber karbohidrat dan substitusinya
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Sumber karbohidrat adalah padi-padian (gandum dan beras) atau serealia, umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olahan dari sumber karbohidrat adalah mie. bihun, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel dan kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayuran. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu. (lebih…)
Olahraga Sehat dan Tetap Produktif
Kebutuhan berolahraga semakin lama semakin tinggi karena tingkat pekerjaan yang hanya duduk, apalagi cuma di depan komputer. Selain itu perjalanan pulang dan pergi ke kantor juga, dengan jalanan yang semakin macet, jadi semakin lama sehingga semakin banyak waktu yang terbuang. Waktu yang tersisa ini harus dapat di optimalkan juga dengan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Beberapa olahraga di waktu senggang anda adalah:
- Mengepel lantai selama 30 menit = 112 kalori
- Menggosok kamar mandi selama 30 menit = 200 kalori
- Membersihkan jendela selama 30 menit = 125 kalori
- Menyedot debu selama 1 jam = 244 kalori
- Mencuci mobil selama 30 menit = 180 kalori
- Mencabuti rumput selama 25 menit = 127 kalori
- Menanam tanaman baru selama 15 menit = 77 kalori
- Belanja dan mendorong troli selama 45 menit = 117 kalori
- Menyusun belanjaan pada tempatnya selama 14 menit = 40 kalori
- Bebersih apa saja di rumah selama 22 menit = 100 kalori
Jadi olahraga tidak harus mahal, jauh dan sulit. Yang penting ada kemauan dan hasilnya adalah rumah yang bersih serta ramah lingkungan.
Miliki Taman Sehat
Disadur dari: preventionindonesia.com
Menciptakan area hijau yang sejuk dan sehat di dalam rumah.
Keberadaan taman ternyata tak hanya bisa menambahkan keindahan di rumah, melainkan juga meningkatkan kesehatan kita sekeluarga. Taman yang dipenuhi dengan aneka tanaman dapat mengurangi polusi udara di sekitar rumah, sehingga udara yang kita hirup lebih bersih.
“Kunci menata taman adalah memadukan unsur hardscape dan softscape dengan jitu. Bila kedua unsur itu mampu saling melengkapi, akan tercipta tema desain yang kita idamkan,” jelas Amirulla Muh. Amin, direktur Architectaria Nedia Cipta, sebuah biro perencana bidang arsitektur di Jakarta.
Hardscape adalah elemen taman yang bersifat padat dan keras, seperti air terjun, air mancur, batu koral, lantai paving, pergola, patio. Sementara softscape yakni elemen hortikultural yang memberikan jiwa pada taman, seperti pohon, bunga, dedaunan, rumput.
Pohon akan memberikan keteduhan, sedangkan bunga akan menambahkan aksen dalam taman kita. Agar taman bisa tertata sesuai harapan, simak pemilihan tamanan dari Amirullah ini : (lebih…)
Membuat Taman Hujan
Disadur dari ideaonline.co.id
Taman dengan neraca air mini. Dapat meresapkan air hujan, sekaligus menyaring polutan logam berat.
Berkurangnya permukaan tanah yang dapat meresapkan air hujan berakibat bencana alam, seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan berkurangnya kesuburan tanah. Berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan air tanah belum efektif dan belum menyelesaikan masalah.
Banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, seperti penggunaan material conblock dan grass block sebagai pelapis tanah, juga dibuatnya sumur resapan dan biopori. Namun hal itu belum dapat mencegah polutan berbahaya dari udara yang terlarut dalam air hujan dan mencemari badan air.
Taman hujan adalah konsep baru penyerapan hujan ke dalam tanah, yang berupa neraca air mini. Neraca air adalah tempat air hujan berkumpul dan terserap, sehingga tercipta keseimbangan air tanah, seperti terbentuknya danau, rawa, empang, dan situ. Selain dapat berfungsi sebagai drainase, taman ini juga dapat menyaring polutan logam berat, seperti tembaga, cadmium, chrom, timah, dan zinc, yang terlarut dalam air hujan. Penyaringannya oleh lapisan mulsa serbuk gergaji dan serpihan kayu. Taman hujan dapat diletakkan di pinggir perkerasan, seperti carport , driveway , dan pool deck , sehingga run off (aliran air) dapat langsung diserap. Talang dari atap dapat disalurkan melalui pipa atau selokan alami yang tertutup rumput ke taman ini. (lebih…)


















Komentar Terbaru