Cermat Pilih Air Minum dalam Kemasan

21 Maret, 2011 at 22:52 7 komentar

Menarik untuk dibaca, walaupun menurut saya lebih baik tidak meminum air minum dari kemasan sama sekali. Lihat juga “The Story of Bottled Water”

Disadur dari kompas.com

Kompas.com – Dengan klaim lebih baik daripada air biasa, kini berbagai jenis air minum dalam kemasan menyerbu pasaran. Ada air yang difortifikasi dengan vitamin, minuman isotonik, minuman berenergi, hingga minuman beroksigen atau minuman heksagonal.

Orang-orang yang mengonsumsi minuman tersebut juga mengaku merasa lebih bugar, tidak gampang capek dan lebih berkonsentrasi.

Menanggapi tren minuman berfortifikasi tersebut, dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM menilai sebenarnya air putih yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan cairan yang keluar bersama keringan dan urin.

“Manfaat air minum yang ditambahi itu sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Mungkin bukannya sehat malah berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan,” kata dr.Parlin.

Air beroksigen misalnya, menurutnya oksigen tidak bisa diserap di usus. “Manusia memperoleh oksigen melalui paru, bukan melalui insang seperti ikan, sehingga minuman beroksigen tidak akan memengaruhi kadar oksigen dalam darah manusia,” katanya.

Pada dasarnya semua air minum mengandung oksigen terlarut, tetapi besar kecilnya tergantung suhu air, total padatan dan sumber air. Air yang berasal dari pegunungan yang dingin mengandung oksigen lebih banyak sehingga terasa lebih segar saat diminum.

Sebuah penelitian terhadap salah satu merk air minum beroksigen juga memperlihatkan, setelah dibuka selama 3 hari, kandungan oksigen yang semula 120 ppm turun menjadi 80 ppm. Itu berarti air beroksigen atau air heksagonal pun akhirnya berubah menjadi air minum biasa.

“Kestabilan kadar oksigen dalam air sangat rendan dan faktor temperatur memegang penting. Makin tinggi suhunya, besar kemungkinan oksigen dalam air berkurang,” kata dr.Samuel Oetoro Sp.GK, seperti dikutip tabloid Gaya Hidup Sehat edisi 603 tahun 2011.

Sementara itu untuk minuman isotonik sebenarnya tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena isotonik pada dasarnya mengandung garam. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Minuman-minuman dalam kemasan juga kebanyakan mengandung kalori tinggi sehingga bisa menyebabkan kegemukan. Karena itu lebih disarankan untuk mengonsumsi air putih biasa saat kita sedang haus.

“Begitu haus sebaiknya langsung minum karena rasa haus merupakan sinyal dari tubuh kalau kita sudah mulai dehidrasi ringan. Jika diabaikan hal ini bisa mengganggu kemampuan kognitif sehingga kita bisa kehilangan konsentrasi atau mengantuk,” tutur dr.Saptawati Bondowoso, Sp.GK.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah. Tags: .

Makanan sumber karbohidrat dan substitusinya Bagaimana dengan rencana PLTN di Indonesia?

7 Komentar Add your own

  • 1. Sepeda MTB  |  3 April, 2011 pukul 11:32

    Artikel yang bagus!

  • 2. Andi zamani  |  5 April, 2011 pukul 12:34

    air galon isi ulang masuk katagori kemasan gk ya…?

  • 3. okta  |  9 April, 2011 pukul 01:21

    selain air yang diminum, tempat minum pun sangat berpengaruh terhadap air yang dimasukkan ke tubuh kita 🙂

    harus cermat dan hati-hati dalam memilih wadah minuman juga 😀

  • 4. Juventianus Kenjam  |  5 Mei, 2011 pukul 16:35

    Saya ingin menjawab pertanyaan dari Andi Zamani,bahwa kalau kita isi ulang galon menurut saya lho masih termasuk kemasan

  • 5. Verena  |  10 Mei, 2011 pukul 23:00

    sepakat! lebih baik ga minum air dalam kemasan sama sekali. usaha keras bawa minum dari rumah dan refill di kantor tiap hari. sampe akhirnya orang2 pada ikut bawa botol minum…waduh, rasanya luar biasa. selain lebih sehat, juga lebih irit, DAN ga nambah sampah.

    kenapa galon lebih baik dari botol dan gelas plastik yang lebih kecil? karena sebenarnya kalau kita disiplin berlangganan, mereka akan cuci dengan baik (bukan kayak di vendor pengisian ulang tanpa merek/merek ga jelas) lalu dipakai ulang. Atau, ya kalau memang ga yakin, galon adalah kemasan yang jauh lebih besar dan ekonomis. sama aja kayak kalau kita beli produk di toko/supermarket akan lebih efektif dan ekonomis bila beli dalam kemasan besar kan? sampah juga ga makin banyak.
    so, kalau emang gampang dan baik dijalankan. kenapa sih pake banyak pertanyaan? beli sekali untuk banyak keuntungan.
    just a thought

    @babung

  • 6. Verena  |  10 Mei, 2011 pukul 23:01

    btw, kalau memang sudah memilih untuk membeli botol minum, mohon baca tulisan sebelumnya di blog ini terkait material plastik yang digunakan untuk botol minum. ini akan menambah pengetahuan terkait kesehatan.

    thanks.

    @babung

  • 7. Herlan Melulu  |  16 Februari, 2012 pukul 08:21

    entah mana yang benar, faktanya banyak orang yang mengkonsumsi air beroksigen untuk terapi ternyata cukup berhasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,232,477 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: