Makanan sumber karbohidrat dan substitusinya

11 Maret, 2011 at 11:59 15 komentar

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Sumber karbohidrat adalah padi-padian (gandum dan beras) atau serealia, umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olahan dari sumber karbohidrat adalah mie. bihun, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel  dan kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayuran. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.

makanan di bawah ini adalah sumber karbohidrat berdasarkan 1 satuan penukar, dengan kalori yang hampir sama. bisa digunakan untuk panduan menyusun menu diet. Bila ingin pas memang harus ditimbang dulu tapi bisa juga dikira-kira.

masing-masing makanan dibawah ini mengandung:

  • energi: 175 kalori
  • karbohidrat: 40 gr
  • protein: 4 gr

Nasi 100gr———– roti tawar 70gr —— crackers 50gr

(3/4 gelas)———– (3 ptg sdg)————-(5 buah besar)

Mie basah 200gr—–singkong 120gr—-jagung pipilan 125 gr

(2 gelas)—————–(1 ptg)————–(1 piring)

kentang 210gr——–ubi 135gr———talas 125 gr

(2 biji sedang)———(1 buah)———-(1 potong)

Dengan mengetahui substitusi dan juga besaran dari jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kita juga dapat merubah kebiasaan kita makan nasi dengan substitusi yang lain. Yang pasti, tidak makan nasi pun bisa kenyang.

Saya tantang anda untuk bisa mengganti makanan sumber karbohidrat anda dari Nasi dengan sumber karbohidrat lainnya 1x seminggu saja.

Anda bisa ganti nasi dengan jagung rebus, bakwan jagung, singkong goreng, pasta/spagheti, ubi jalar rebus, kentang rebus/goreng, dengan sup kentang dan lain-lainnya. Mungkin anda juga ada ide-ide lain yang dapat di share kepada kita dengan menuliskan di komentar.

Dengan mengganti hanya 1x seminggu dan dilakukan bersama-sama, saya yakin maka kebutuhan beras nasional kita pun dapat ditekan dan memastikan swasembada pangan di negara kita.

Sumber referensi:

  1. Wikipedia bahasa indonesia
  2. Blog Viramedika
Iklan

Entry filed under: Bercocok Tanam, Fakta Lingkungan, Lingkungan Rumah, Tanaman Bermanfaat. Tags: , , , , .

Olahraga Sehat dan Tetap Produktif Cermat Pilih Air Minum dalam Kemasan

15 Komentar Add your own

  • 1. Miftahgeek  |  11 Maret, 2011 pukul 13:51

    Jadi, supaya bisa swasembada pangan, kita harus mengganti pilihan makan kita gitu kang? Kok saya jadi bingung y solusi nya malah dikasih alternatif makanan pokok –“

  • 2. Aku Ingin Hijau  |  12 Maret, 2011 pukul 00:16

    @miftahgeed, Memang alternatif makanan pokok karena konsumsi pangan dengan kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu kala seperti di madura makan jagung atau di papua makan sagu malah mau tergantikan dengan beras sehingga kebutuhan beras nasional kita pun meningkat, dan meninggalkan makanan pokok yang sudah lama dimakan oleh nenek moyang kita dan tetap bergizi. Jadi program pemerintah seperti Raskin atau Beras untuk orang Miskin malah akhirnya mem-brainwash orang yang biasa makan singkong menjadi makan nasi. Dengan sawah yang semakin sempit, global warming yang merusak panen, serta dengan kebutuhan beras yang meningkat, maka dapat terjadi kondisi sosial yang tidak sehat, padahal ada banyak alternatif yang bisa dimakan juga. Kira-kira begitu kang. Salam Hijau.

  • 3. Idi suwardi  |  15 Maret, 2011 pukul 21:37

    Bermanfaat banget. sering-sering share yah

  • 4. santika  |  16 Maret, 2011 pukul 15:16

    sharingnya bermanfaat hehe pas ending saya kira bisa buat bantu diet juga ternyata untuk menghemat swasembada kita okai deh sukses selalu dengan tulisannya ya 🙂

  • 5. tim planethijau  |  18 Maret, 2011 pukul 14:10

    Rasanya lebih tepat memang mengoptimalkan sumber daya lokal terlebih dulu. Salah satu keuntungannya ya tidak tergantung pada satu jenis makanan pokok alias diversifikasi pangan, selain tidak membebani pemerintah memang.

    Nice info Mike … 🙂

  • 6. Sepeda Gunung  |  24 Maret, 2011 pukul 20:34

    Terima kasih infonya!

  • 7. ananta58  |  12 April, 2011 pukul 16:42

    aq terbiasa tidak makan nasi berbulan-bulan dan memang nasi aku tidak suka, cos aku DM. menuku sbb:
    pagi : susu DM n roti tawar + telur ayam selada
    : snak : apel n buah rogut, sosis ber-ganti2 no karbo tinggi
    siang: burger or steak ayam non gandum n jus tomat
    : snak: bakso kosong or siomay no kentang (pare, telur n
    tengiri somay kol (kubis)
    malam : susu DM + apel or peer klw masih laper kadang makan
    lagi bakso or gado2 selat dsb.. TANPA Snak lagi.
    minum airputih always… no teh, kopi n soda

  • 8. Verena  |  10 Mei, 2011 pukul 22:47

    kalau mengganti dengan mie sih sering :p atau dengan beras merah. tapi kalau harus diganti dengan kapasitas yang sama ke kentang atau ubi, wah harus perjuangan tuh adaptasinya. cukup menantang untuk dicoba. kasian dong kalau petani produk karbohidrat lain jadi “nomor 2” ketika kita tergantung dengan beras. nah, kalau iklim ga tentu begini, bisa jadi food security jadi terganggu bila petani, pasar, dan konsumennya ga bisa diajak kompromi 🙂

    @babung

  • 10. Yulfendri  |  19 Oktober, 2011 pukul 12:59

    Kebetulan ne..lg ngurangin makan nasi..

  • 11. tyas86  |  19 November, 2011 pukul 16:50

    justru kalau menurut saya sebaiknya jangan mengganti beras dengan hal lain/makanan lain, karena kita harus mengoptimalkan lahan di Indonesia untuk kecukupan pangan beras. seharusnya kita mengajarkan orang2 di indonesia untuk lebih fokus dalam menanam padi, yang jadi kendala dalam peningkatan ekonomi petani yaituw rendahnya daya jual petani karena dibodohi oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab, intinya kita harus memakmurkan para petani padi, dengancara tidak membodohi mereka dan membuat berasnya mampu bersaing di pasar lokal. kalau kita berpendapat mengganti beras dengan yang lain masadepan kita nantinya akan bergantung pada fast food.

  • 12. kursi jepara  |  15 Desember, 2011 pukul 19:43

    apapun makanannya tetep nasi menjadi yang utama karena didalam nasi banyak kandungannya yang di butuhkan oleh tubuh iini

  • 13. sepeda mtb  |  11 Maret, 2012 pukul 17:19

    Very nice blog post. I absolutely appreciate this website. Keep writing!

  • 14. dittakrisjayanti  |  2 Juni, 2012 pukul 10:58

    Reblogged this on @dittakris.

  • 15. nayla  |  3 Januari, 2013 pukul 09:34

    tapi masyarakat indonesia masih sangat tergantung pada nasi
    walaupun dah makan banyak, namun jika belum makan nasi, kayak serasa belum makan, tetep laper katanya,
    hueee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,243,730 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: