Penghalang resapan air

Sudah sering kita dengar bahwa kota-kota besar semakin lama semakin banjir. Kalau Jakarta karena ibukota jadi jangan ditanya, karena sudah pasti nomor satu dan jagoan banjir. Kota-kota lain pun berpacu untuk mengikuti perkembangan Jakarta dan juga jadi semakin banjir. Saya sudah tulis dalam artikel “Saluran Got Bukan Tempat Sampah” bahwa kita jelas tidak boleh buang sampah sembarangan karena semua sampah dan air kita akhirnya akan bermuara dari got, ke kali, ke sungai, ke danau, dan semua akhirnya ke laut. Kita perlu memikirkan membuat taman resapan air kecil-kecilan di depan rumah kita karena semua hal kecil ini pun akan membantu memperlambat arus air sehingga memperlambat banjir.

Gambar di bawah ini menjelaskan hubungan antara resapan dan juga penghalangnya seperti aspal, rumah, gedung dan jalanan.

(lebih…)

9 Desember, 2010 at 01:29 4 komentar

Khasiat di Balik Tanaman Hias

Disadur dari: kebonkembang.com

INDONESIA merupakan negara yang dikenal memiliki keanekargaman hayati. Dari sekian juta tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia, banyak di antaranya yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Tanaman hias memiliki keindahan, baik pada bunga, daun maupun pada keseluruhan bagian tanaman. Tanaman hias ini umumnya digunakan orang untuk meningkatkan kenyamanan hidup serta menciptakan lingkungan yang bersih dan segar.

Beberapa jenis tanaman hias memiliki fungsi ganda, yaitu selain sebagai tanaman hias juga sebagai obat untuk beberapa penyakit yang lazim ditemukan di kalangan masyarakat. Manfaat masing-masing tanaman hias tersebut tidak sama karena kandungan di dalamnya juga berbeda. Dengan kandungan yang berbeda tersebut, dapat dibuat ramuan obat yang berasal dari satu tanaman atau dari beberapa tanaman.

Ramuan obat ini dibuat dengan cara yang sederhana. Jika digunakan sesuai aturan, ramuan ini tidak akan menimbulkan efek samping. Di bawah ini dipaparkan beberapa tanaman hias yang dapat digunakan untuk ramuan obat. (lebih…)

8 Desember, 2010 at 00:31 2 komentar

Memaksimalkan Penggunaan Baterai Rechargeable

Oleh: Bayu Kuncoro Mukti
Disadur dari: ilmu-elektronika.co.cc

Baterai Rechargeable pada saat ini banyak sekali digunakan pada perangkat elektronika, mulai dari permainan anak-anak hingga kendaraan hybrid. Baterai rechargeable ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan baterai jenis lainnya, baterai ini memiliki kapasitas yang besar dan tentu-nya dapat diisi ulang.

Menurut bahan pembuat-nya, baterai ini terdiri dari berbagai macam jenis yaitu; Nickel Cadmium (NiCd), Nickel Metal Hydride (NiMH), Lithium-Ion (Li-Ion), dan Lithium-Pol (Li-Pol). Baterai NiCd dan NiMH pada umumnya digunakan sebagai sumber listrik DC untuk permainan anak-anak, kamera digital, handy talky, hingga mobil hybrid. Baterai Li-Ion dan Li-Pol memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, umum digunakan sebagai sumber listrik pada telepon seluler dan notebook/laptop. (lebih…)

7 Desember, 2010 at 22:15 Tinggalkan komentar

Pakai baterai rechargeable? kenapa tidak

Disadur dari: blog lentrasystems

Kembali lagi dengan artikel ramah lingkungan alias go green. kali ini saya akan membahas tentang penggunaan baterai rechargeable. saya yakin anda pasti punya perangkat elektronik yang menggunakan baterai bukan? minimal remote tv anda pasti menggunakan baterai… nah sekarang yang menjadi pertanyaannya apakah anda masih menggunakan baterai sekali pakai? jika ya jawabannya, mudah-mudahan pembahasan ini bisa membuat anda berubah pikiran, mari kita bahas satu persatu…

kelebihan dan kekurangan

apa sih yang jadi keunggulan baterai rechargeable? wah banyak sekali, mulai dari kapasitas maksimal yang lebih besar (lebih tahan lama dibanding non alkaline), tidak perlu membeli ulang, dan yang terpenting anda bisa mempraktekkan peduli lingkungan… , namun selain banyak kelebihan, baterai rechargable juga punya “beberapa” kelemahan, misal tegangannya lebih rendah dari baterai alkaline biasa (berpengaruh pada perangkat tertentu terlihat lebih cepat habis) dan lagi-lagi harga awalnya lebih mahal

Hitung-hitungan

lalu kenapa saya menyarankan menggunakan baterai rechargeable? nah mari kita bahas sedikit mengenai biaya penggunaan baterai rechargeable. modal awal baterai rechargable biasanya satu paket: baterai-nya plus charger(disarankan quick charge). Harganya bervariasi anggap saja satu paket Rp 220.000 (dengan 2 buah baterai AA 2700mAh), sedangkan baterai alkaline sekali pakai patok harganya Rp 10.000 (2 buah AA) alias Rp 5.000 per unit, dengan kapasitas kurang lebih 2700mAh. Biasanya baterai rechargeable bisa diisi ulang sampai 500 kali, untuk amannya kita patok 75% nya aja alias 375 kali. Kemudian biaya isi ulangnya bisa dihitung sederhana seperti ini:

biaya = biaya listrik x kapasitas baterai / efisiensi charger = Rp 700/kWh X (2,7Ah X 1,2V / 1.000) / 85% = Rp 2,7(wow murah kan!!!) (lebih…)

7 Desember, 2010 at 22:10 3 komentar

Kenyataan sehari-hari penuh kemacetan

Macet sehari-hari sekarang namanya “Pamer Penis” yaitu Padat Merayap Pengen Nangis

24 Oktober, 2010 at 17:59 6 komentar

Jalan-jalan ke Godong Ijo

Hari ini kami sekeluarga jalan-jalan ke Godong Ijo, yaitu nursery, tempat pembibitan tanaman hias yang juga dilengkapi dengan kolam pancing ikan dan restaurant. Pergi dari pagi, ternyata kalau hari minggu perjalanan tidak terlalu jauh dari kota Jakarta, mancing ikan dahulu, setelah dapat beberapa ikan mas (walaupun dalam kolam juga ada lele, patin, dll), lalu ikan minta di goreng untuk di makan bersama di restorannya.

Setelah itu kita bisa melihat-lihat tanaman hias yang tersebar di seluruh lokasi dan membeli beberapa tanaman hias baru untuk melengkapi koleksi di rumah.

Tempat ini sangat bersih, rapi di tata, dan diurus dengan baik secara manajemennya sehingga pelayanan pun sangat baik. Anak kami yang baru berusia 3 tahun juga senang sekali bisa mencoba memancing ikan  dan berlari-lari melihat kura-kura raksasa dan reptil lainnya. Walaupun sore-sore hujan, anak kami tetap betah ditemani ice cream yang bisa dibeli juga.

Selain asik untuk acara keluarga (daripada ke mall setiap akhir pekan), juga bagus untuk anak-anak anda belajar hal-hal baru.

24 Oktober, 2010 at 17:19 1 komentar

Singkong, Semua Bagiannya Bermanfaat Lho ?

Mendengar kata singkong yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Cassava, kita pasti langsung teringat umbi yang bentuknya memanjang, serta salah satu ujungnya meruncing. Singkong dikenal dengan sebutan ketela pohon atau ubi kayu yang termasuk tumbuhan umbi akar.

Singkong merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika yang dapat ditanam sepanjang tahun. Bagian yang dimakan dari tanaman singkong selain bagian umbi atau akarnya juga daunnya, biasanya dimanfaatkan untuk ragam masakan.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin akan protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Selain umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida.

Umumnya daging umbi singkong berwarna putih atau kekuning – kuningan, untuk rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang pahit, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya.

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Dalam hal ini umbi singkong mudah sekali rusak, ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Singkong banyak digunakan pada berbagai macam penganan, mulai dari kripik, kudapan, sayuran hingga tape. Bahkan bisa juga dibuat tepung singkong yaitu tepung tapioka yang dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, tepung ini baik untuk pengidap alergi.

Memilih dan Mengolah Singkong

Penganan singkong seakan tak pernah habis. Ada saja kue – kue yang bisa dibuat dari singkong. Nah untuk membuat penganan dari singkong kita harus pandai memilih dan mengolahnya. Anda bisa memilih dan mengolah singkong yang bisa dilakukan dengan beberapa cara ini :

  • Kupas kulit singkong dengan kuku Anda. Lihat warnanya, konon yang warnanya kekuningan lebih
    baik daripada yang putih.
  • Patahkan sedikit ujungnya, perhatikan baik – baik, kalau ada bagian yang membiru sebaiknya
    jangan dipilih. Singkong yang telah lama disimpan memang cenderung mengeluarkan noda biru atau
    hitam yang diakibatkan enzim poliphenolase yang bersifat racun.
  • Banyak orang memilih singkong dari tanah yang membungkusnya. Kalau tanahnya belum kering
    berarti berarti singkongnya masih baru, pasti belum ada noda.
  • Saat diolah singkong harus dicuci bersih untuk menghilangkan tanah yang menempel di umbi
    singkong.
  • Setelah itu singkong bisa dikupas. Cara mengupasnya cukup mudah, kerat saja bagian tengahnya
    singkong secara memanjang, lalu tarik bagian yang terkelupas hingga lepas sama sekali dari singkong.
  • Cuci kembali singkong supaya bersih. Apabila belum diolah, rendam singkong terlebih dahulu
    agar warnanya tidak berubah. Yang mesti diingat, singkong adalah umbi akar yang teksturnya
    cukup keras, sehingga apabila akan diubah menhadi penganan musti diolah terlebih dahulu
    seperti dikukus atau diparut.
  • Apabila singkong hendak dihaluskan seperti untuk membuat getuk, sebaiknya pengukusan singkong
    harus dilakukan hingga benar – benar empuk. Untuk menghaluskannya bisa menggunakan garpu atau ditumbuk dalam cobek (batu lumpang). Yang mesti diingat, singkong sebaiknya dihaluskan selagi masih panas.
  • Nah, dari tanaman singkong ini Anda bisa berkreasi untuk menjadikan hidangan yang menarik.
    Daun singkong untuk sayuran, sedangkan umbinya Anda bisa mengolahnya untuk camilan, cake,
  • puding, roti atau berbagai hidangan lezat lainnya. Selamat mencoba.

Disadur dari blog Singkong Kingkong

22 Oktober, 2010 at 17:58 4 komentar

Makan pagi sehat ala pangan asli Indonesia

Nasi, roti dan mie adalah favorit kita untuk makan pagi terutama untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan. Namun sebenarnya ada begitu banyak makanan alternatif baik untuk makan pagi maupun siang dan malam. Tetapi kenapa saya tekankan makan pagi, karena kebanyakan kita bisa makan pagi di rumah, atau bawa dari rumah. Tetapi makan siang dan malam belum tentu. Selain itu acara makan pagi di akhir pekan bisa menjadi acara keluarga yang baik untuk mengenalkan makanan sehat khas Indonesia kepada keluarga kita.

Beberapa contoh adalah Ubi Cilembu Madu bakar, Jagung manis rebus atau bakar, Ubi jalar goreng, Kentang rebus, Pisang Goreng dengan tabur meisyes coklat, Kacang goreng, Singkong rebus atau goreng, dan lainnya. Bisa juga kita makan gado-gado atau ketoprak tetapi nasi diganti dengan jagung atau singkong.

Dengan mengganti makanan pokok kita dengan bahan alternatif selain nasi, maka kita pun dapat membantu negara kita mencapai swasembada pangan dan juga mengembangkan industri umbi-umbian.

22 Oktober, 2010 at 17:55 2 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.265 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai