Layangan Hasil Daur Ulang
Ternyata semakin kepepet memang semakin kreatif. Layangan ini saya beli di satu daerah di Kabupaten Bogor dengan harga yang sangat murah. Bahan dari layangan ini adalah plastik bekas dari makanan ringan yang ditempel. Layangan ini juga sangat diminati karena berbahan plastik tetapi sangat tipis sehingga lebih kuat dari yang berbahan kertas. Tinggal beli benang layangannya dan langsung diterbangkan.
Media Tanam/Pupuk Ampas Kopi dari Starbucks
Kedai kopi Starbucks di Jakarta memiliki program “Grounds For Your Garden” yang sudah dijalankan oleh Starbucks di seluruh dunia sejak tahun 1995 yaitu untuk memberikan secara cuma-cuma ampas kopi dari kedai tersebut yang dapat digunakan sebagai media tanam dan pupuk. Ampas kopi di masukkan dalam plastik 2 kg-an dan dapat diambil gratis. Kebetulan foto yang saya ambil ini dari Starbucks di Plaza Senayan, Jakarta. Saya tidak tahu apakah hal ini dilakukan di semua kedai Starbucks yang lain.
Ampas kopi ini dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan. Ampas kopi ini dapat ditebarkan di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman.
Program ini akan sangat baik bila dapat diikuti oleh kedai-kedai kopi lainnya karena ampas kopi maupun sisa pembuatan kopi espresso sangat banyak dan sangat disayangkan bila dibuang begitu saja. Selain kedai kopi, banyak perusahaan juga menyediakan kopi sendiri sehingga ampas kopinya dapat dikumpulkan dan diambil oleh karyawan yang mau mengambil. Oleh karena itu, hal ini juga dapat menjadi salah satu program CSR dan juga pelestarian lingkungan untuk reduce, reuse, recycle yang baik untuk perusahaan dan sebagai marketing yang baik untuk kedai-kedai kopi dan restoran juga.
Selain perusahaan, banyak juga orang yang membuat kopi di rumah dan membuang ampas begitu saja. Untuk anda yang suka minum kopi maupun teh dirumah, jangan buang ampasnya, anda bisa langsung campur ampas-ampas tersebut untuk kebun anda. Pastinya anda bisa menghemat membeli pupuk dan rumah akan semakin hijau.
Jangan lupa Earth Hour, 27 Maret 2010
Dari kampanye Earth Hour Belgia

For once, the dark side saves the planet
Permainan Saat Earth Hour
Di jaman modern seperti sekarang, kayaknya 1 jam tidak ngapa-ngapain apalagi gelap-gelapan akan terasa sangat lama dan membosankan. Kita sudah terbiasa bahwa selalu ada saja TV, radio, atau komputer yang menyala.
Jadi bagaimana supaya kita tidak merasa bosan saat Earth Hour? Buat permainan yang menyenangkan dengan keluarga atau teman-teman anda.
Yang pasti permainan ini tidak bisa menggunakan listrik. Jadi apa saja yang bisa dimainkan?
- Permainan papan (boardgames) seperti catur, monopoly, ular tangga, catur jawa, dll
- Main kartu atau domino
- Pancasila Lima Dasar
- Congklak
- Tebak gambar (win, lose or draw)
- Tebak lagu (lebih bagus lagi kalau ada yang bisa main gitar)
- Adu membuat Lego
- Membuat Origami
- Pastinya ada banyak yang saya belum terpikir…
Permainan-permainan ini selain mengisi Earth Hour anda, juga dapat mendekatkan hubungan anda dengan teman, keluarga dan orang yang anda kasihi, terutama bila anda sudah lama tidak memainkan permainan-permainan ini.
Siapkan dari sekarang permainan-permainan anda dan nantikan saatnya Earth Hour. Mungkin anda malah bisa-bisa ketagihan.
Cuci Piring Sendiri Agar Lebih Peduli
Di jaman sekarang kebanyakan pekerjaan rumah tangga tidak dilakukan sendiri lagi tetapi menggunakan pembantu rumah tangga seperti untuk urusan mencuci piring. Memang hal ini akan mempercepat pekerjaan dan meringankan beban dibandingkan dikerjakan sendiri. Tetapi hal ini dapat membuat kita tidak menghargai sisa-sisa makanan yang terbuang karena kita tanpa kita sadari ternyata sisa makanan yang kita buang itu cukup banyak.
Kadang makanan kita sisa sedikit dan merasa kenyang langsung dibuang, mengambil saus banyak-banyak tetapi kita termakan semua, makanan terlalu keras disisakan.
Kalau kita cuci sendiri makanan kita, maka kita akan lebih menyadari seberapa banyak makanan yang kita buang begitu saja, termasuk sisa-sisa nasi yang menempel di piring. Kalau kita hitung ternyata hal ini cukup banyak juga. (lebih…)
Kekacauan Cuaca akibatkan Rawan Pangan
Disadur dari Kompas.com
Waingapu, Kompas – Kekacauan pola cuaca, cuaca dengan curah hujan tinggi, angin kencang, dan pergeseran musim hujan, mengakibatkan ancaman rawan pangan di sejumlah daerah di Indonesia.
Saat ini di sejumlah wilayah telah terjadi mundurnya musim hujan, intensitas hujan yang polanya tak jelas, sementara di daerah lain kekeringan tetap berlanjut. Akibat yang muncul antara lain mundurnya musim tanam, rusaknya tanaman padi, meledaknya hama tikus dan wereng, serta terbatasnya persediaan air untuk irigasi.
Di daerah Nusa Tenggara Timur, misalnya, 121 dari 156 desa di Kabupaten Sumba Timur terancam rawan pangan akibat tanaman jagung mati atau gagal panen karena awal musim hujan tahun ini datang terlambat.
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora menyatakan, ”Bulan lalu baru 52 desa yang berpotensi rawan pangan, tetapi akibat sedikitnya curah hujan kali ini jumlahnya bertambah menjadi 121 desa,” katanya, Jumat (12/3). (lebih…)
Nominasi Best Of Blogs (BOBs) Special Climate Change Award
Blog Aku Ingin Hijau telah terpilih oleh dewan juri sebagai blog nominasi kategori Special Award – Climate Change dalam kompetisi weblog internasional The BOBs 2010. BOBs adalah singkatan dari Best of Blogs yang diorganisir oleh Deutsche Welle dari Jerman.
Dalam setiap kategori akan dipilih dua pemenang: satu pemenang pilihan user dan satu pemenang pilihan juri internasional. Pemenang pilihan user akan ditentukan dari hasil voting online yang berlangsung mulai tanggal 15 Maret sampai 14 April 2010.
Blog Aku Ingin Hijau terpilih sebagai nominasi yang diambil dari lebih dari 8.000 blogs di dunia. Di kategori Special Award-Climate Change, blog Aku Ingin Hijau adalah satu-satunya blog yang mewakili Indonesia dimana peserta lainnya berasal dari negara Spanyol, Iran, Rusia, Jerman, Portugis, Perancis, Arab dan Cina.
Oleh karena itu tim Aku Ingin Hijau mengharapkan bantuan para pengunjung untuk ikut memilih blog Aku Ingin Hijau dengan cara masuk ke website BOBs 2010 dan memilih Cast Your Vote. Setelah itu, cari Blog Aku Ingin Hijau, klik Vote pada bagian kanan, lalu jangan lupa masukkan nama, email dan kodenya sebelum klik Send.
Mudah-mudahan blog Aku Ingin Hijau dapat membawa nama Indonesia bukan hanya sebagai perusak hutan, tetapi juga sebagai negara yang peduli lingkungan. (lebih…)





















Komentar Terbaru