Cuci Piring Sendiri Agar Lebih Peduli

20 Maret, 2010 at 16:21 15 komentar

Di jaman sekarang kebanyakan pekerjaan rumah tangga tidak dilakukan sendiri lagi tetapi menggunakan pembantu rumah tangga seperti untuk urusan mencuci piring. Memang hal ini akan mempercepat pekerjaan dan meringankan beban dibandingkan dikerjakan sendiri. Tetapi hal ini dapat membuat kita tidak menghargai sisa-sisa makanan yang terbuang karena kita tanpa kita sadari ternyata sisa makanan yang kita buang itu cukup banyak.

Kadang makanan kita sisa sedikit dan merasa kenyang langsung dibuang, mengambil saus banyak-banyak tetapi kita termakan semua, makanan terlalu keras disisakan.

Kalau kita cuci sendiri makanan kita, maka kita akan lebih menyadari seberapa banyak makanan yang kita buang begitu saja, termasuk sisa-sisa nasi yang menempel di piring. Kalau kita hitung ternyata hal ini cukup banyak juga.

Kebetulan saya juga sebelumnya memang selalu ada pembantu rumah tangga, yang sejak lebaran tahun 2009 tidak ada lagi jadi setiap hari selalu mencuci piring sendiri dan sudah menjadi terbiasa.

Ternyata dengan mencuci piring sendiri saya jadi banyak sekali belajar untuk mengefisiensikan waste yang dihasilkan dari makan kita sehari-hari.

Jadi, bukannya saya mau semua orang tidak menggunakan pembantu, tapi sekali-sekali anda harus mencuci piring sendiri dan memperhatikan betul apa yang kita buang.

Mudah-mudahan dengan belajar dari mencuci piring sendiri kita akan lebih peduli dan tidak menghamburkan makanan kita.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah.

Kekacauan Cuaca akibatkan Rawan Pangan Permainan Saat Earth Hour

15 Komentar Add your own

  • 1. Jacobian  |  20 Maret, 2010 pukul 16:34

    yup bener banget neh.aq jg sering nyuci piring sendiri walaupun kalau nyuci baju masih make mesin cuci.hehe…

  • 2. fisto  |  20 Maret, 2010 pukul 20:44

    setuju banget…dulu waktu ngekos juga kok rasanya sayang banget kalo sampe ada makanan gak kemakan trus terpaksa dibuang waktu nyuci piring…

  • 3. Ditha  |  20 Maret, 2010 pukul 21:06

    setuju, kadang-kadang, tanpa kita sadari kita telah membuang-buang makanan. Padahal, di luar sana masih banyak yang membutuhkan.

  • 4. budiono  |  20 Maret, 2010 pukul 21:52

    sepakat, bahwa wujud syukur yang tinggi salah satunya adalah menghabiskan semua makanan yang sudah kita ambil di piring kita

    kebiasaan buruk ketika menyisakan makanan di piring. apalagi yang nyucikan orang lain.

  • 5. Miftahgeek  |  20 Maret, 2010 pukul 22:42

    +Vote, mantapz neh, kebetulan sebagai anak kost, emang udah jadi kewajiban nyuci piring sendiri [kan ga da tuh laundry piring :D]

  • 6. john Ws  |  21 Maret, 2010 pukul 03:37

    peduli pd makanan seperti makanan yg peduli pd kita.

  • 7. Asun y Ricardo  |  21 Maret, 2010 pukul 04:42

    Halo teman:
    Saya ingin mengucapkan selamat kepada anda pada pencalonan di The BOBs, blog
    saya: La Vuelta al Mundo de Asun y Ricardo
    juga telah dicalonkan sebagai weblog terbaik dalam bahasa Spanyol.
    Anda memiliki blog yang sangat menarik, saya telah memilih.
    Jika Anda ingin melihat saya dalam bahasa mereka, di halaman pertama Google
    saya sendiri penerjemah otomatis.
    Terima kasih banyak dan semoga berhasil.

  • 8. zen  |  21 Maret, 2010 pukul 22:23

    alhamdulillah… tiap saya makan, selalu saya habiskan sampai tak sebutir nasi pun tersisa… nyunnah gitu…

    rasulullah saw mengajarkan kepada pengikutnya agar tidak menyisakan makanan, karena sisa makanan kita akan dimakan setan, padahal di situ ada barokahnya… rasulullah saw juga melarang pengikutnya isrof, yaitu berlebih-lebihan dalam makan..

  • 9. mrK  |  28 Maret, 2010 pukul 10:04

    sisi buruk dari cuci piring setiap setelah makan, pemborosan air yang berlebihan. ๐Ÿ˜€
    tapi untuk ide tidak menggunakan jasa orang lain, saya setuju 100%.

  • 10. cefer  |  20 April, 2010 pukul 14:02

    Yupz.. memang begitu..
    hidup berhemat dan menghargai itu memang harus dibiasakan..

  • 11. Olivia  |  20 Mei, 2010 pukul 12:57

    hmmm, betul banget..
    apa lagi kalau kita mencuci piring sendiri kita bisa mengatur derasnya air keran, karena walau PRT sudah diberi pengertian untuk hemat air, tetapi karena ia tidak terlalu mengerti/masa bodoh, ya buka keran air sesukanya saja..
    jadi cuci piring sendiri pasti lebih hemat air deh ๐Ÿ™‚

  • 12. laras  |  9 Juni, 2010 pukul 18:50

    Itu sebabnya sy selalu wanti2 utk menuangkan saos sedikit sj,ntar dituangin lg jk masih perlu.Sisa makanan sebisa mungkin dikumpulkan lalu dipendam dlm tanah ato pot ntar biasanya terurai dg sendirinya.
    Ga jg menumpuk makanan di kulkas,perhitungkan seberapa perlu yg musti kita masak shngga ga terbuang percuma dan lalu membusuk dan terbuang percuma.

  • 13. nur  |  14 Juni, 2010 pukul 14:10

    ibu saya dari dulu mengajarkan untuk setelah makan langsung cuci piring.. keuntungan yang didapet 2 sekaligus kata beliau, piring kita bersih tangan kita bersih karena dengan cuci piring otomatis kita juga bakal cuci tangan..

  • 14. ade  |  14 Juni, 2010 pukul 21:33

    thx for the info..

    ^^

  • 15. Koje  |  14 Juli, 2010 pukul 19:10

    Oh tujuannya biar kita lihat sisa makanan kita sendiri?
    Umm, cara yg baguss ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,232,771 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: