Archive for Mei, 2007

Weekend libur panjang ngapain? Ke Pekan Lingkungan Indonesia!

enviweek

Tadi pagi saya sudah lihat kesana dan sangat kagum dengan banyak perusahaan serta kabupaten yang mengusahakan lingkungan yang lebih baik, bersih dan asri. Kita juga bisa lihat banyak sekali inovasi lingkungan seperti kompor dengan sinar matahari, cara membuat kompos, penanggulangan banjir, pembuatan sumur resapan, serta Corporate Social Responsibility dari banyak perusahaan besar seperti menanam ulang hutan, bekas tambang, dll.

In short, ini acara yang sangat menarik dan perlu dikunjungi kalau anda ingin tahu lebih banyak soal lingkungan.

31 Mei, 2007 at 17:38 Tinggalkan komentar

Sedikit-Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit

MLM Tree

Itulah yang harus kita lakukan bersama untuk memerangi masalah lingkungan kita. Banyak dari kita yang sebenarnya mengetahui yang baik untuk kota dan negara kita. Banyak dari kita yang memiliki pemikiran-pemikiran yang mungkin tepat, banyak juga yang mungkin dapat dipertimbangkan kembali, ataupun hanya umpatan-umpatan kekesalan belaka.

Kita selalu mengharapkan pemerintah untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk rakyatnya. Yang sebenarnya terjadi adalah, memang tidak gampang untuk menjadi pemerintah yang selalu dimaki-maki. Memang membuat satu keputusan itu tidak selalu benar dan baik serta ada konsekuensinya. Membuat satu keputusan pun memerlukan waktu yang tidak sedikit.

Maka dari itu, seperti John F. Kenndy bilang,

“Ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country.” (lebih…)

30 Mei, 2007 at 23:13 2 komentar

Hari Lingkungan

Sleep for a better environment

30 Mei, 2007 at 15:42 Tinggalkan komentar

Hasil Dari Sampah-Sampah kita Di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu

Koran Kompas hari Selasa tgl 29 Mei 2007 memberitakan tentang “Sampah Kian Tak Terkendali” di Kepulauan Seribu. Bupati Kepulauan Seribu Bapak Djoko Ramadhan mengatakan bahwa sampah tersebut sudah melewati Pulau Pramuka yang biasa ditempuh dalam waktu 1.5 jam atau 45 km dari Pantai Marina, Ancol. Hal ini sebenarnya sudah diberitakan oleh Bupati sebelumnya yaitu Bapak Abdul Kadir yang sangat mengkhawatirkan keadaan daerahnya. Padahal Kepulauan Seribu adalah rumah bagi Kawasan Taman Nasional Laut dengan luas 108.000 ha. Bagaimana kita mau menikmati dan berekreasi di sama kalau yang dilihat cuma sampah? (lebih…)

30 Mei, 2007 at 10:53 4 komentar

Beberapa Solusi Sampah Plastik Kita

BYOB

Itu adalah salah satu slogan dari tren yang ada di seluruh dunia. Kita bisa mulai mengurangi sampah plastik kita dengan bukan tidak memakainya tetapi menggantikannya.

  1. Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
  2. Jangan langsung buang botol plastik sesudah minum. Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masih oke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.
  3. Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.
  4. Di negara barat banyak cafe seperti Starbucks sudah mulai membolehkan customer membawa sendiri cangkir atau lebih baik thermos untuk diisi kopi. Kantong plastik masih bisa digunakan lagi. Tapi kalau gelas plastik hanya bisa sekali saja. (lebih…)

29 Mei, 2007 at 22:45 36 komentar

Kurangi Sampah Plastik Yuk!

Sampah

Fakta Sampah Plastik:

  • Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia (disadur dari data National Academy of Sciences)
  • Perkiraan lainnya juga mengatakan sebanyak 8 juta potong sampah masuk ke laut setiap harinya.
  • Lebih dari 80% sampah plastik di seluruh dunia langsung dibuang ke tempat sampah yang akhirnya ke laut tanpa di daur ulang
  • 90% dari seluruh sampah di laut adalah plastik
  • Lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya
  • Setiap tahun rata-rata orang menghabiskan 700 kantong plastik
  • Supermarket di seluruh dunia memberikan lebih dari 17 milyar kantong plastik setiap tahunnya.
  • Setiap tahun diperlukan 12 juta barel minyak serta 14 juta pohon untuk membuat semua plastik
  • Sampah plastik terbanyak adalah botol dan pembungkus plastik sebanyak 56% dimana 3/4 berasal dari perumahan
  • Orang Amerika menggunakan 2.5 juta botol plastik per jam!

Perbandingan waktu daur ulang:

Kaleng Aluminium ………… 300 tahun
Botol Plastik ……… > 100 tahun
Popok Bayi ………… 100 tahun
Baterei ………… 100 tahun
Cangkir plastik …………… 50 – 80 tahun
Puntung rokok …………… 10 – 40 tahun
Kantong Plastik ………… 10 – 20 tahun
Minyak oli …………….. 10 tahun
Kulit Jeruk ………… 6 bulan
Kertas ………… 2 – 5 bulan

Solusinya? Nanti di artikel blog berikutnya.

29 Mei, 2007 at 19:19 23 komentar

Pakai Pengering Elektrik Atau Tissue?

Hand Dryer

Siapa yang tidak hobi memakai tissue? Di Indonesia semua restoran sampai warung harus menyiapkan tissue, kalau tidak kita bisa pikir servisnya payah banget. Padahal kalau kita di Singapore atau Malaysia, disana resto dan warung kecil pun tidak menyediakan. Disini kalau makan di warung, sudah jelas banyak orang setelah pakai tissue langsung buang ke lantai. Kalau kita ke toilet di restoran atau hotel, kita juga sering lihat tempat sampah yang penuh dengan tissue yang mungkin hanya dipakai sebentar untuk mengelap tangan. Kalaupun ada pilihan antara pengering elektrik atau tissue, kita akan lebih memilih tissue.

Untuk anda yang memiliki restoran, hotel atau kantor, pilihan untuk menggunakan pengering elektrik dibandingkan tissue merupakan hal ekonomis yang tidak dapat dipungkiri. Apalagi pengering elektrik itu sebenarnya sangat sederhana karena hanya terdiri dari koil, fan dan switch elektrik, tidak memerlukan banyak perawatan, dan bisa tahan sampai 7 tahun. Jadi setelah pemasangan, pengering elektrik sudah tidak memerlukan pengeluaran lainnya selain listrik yang digunakan.

Kalau 1 orang menggunakan rata-rata 20 detik waktu pengering dengan konsumsi rata-rata 2 KW maka:

(20 detik/3600 detik) x 2KW = 0.01 KwH per orang
Dengan asumsi harga per KwH 1000 rupiah (ini harga di atas rata-rata tarif bisnis) maka

0.01 KwH x 1000 rupiah = 10 rupiah per orang per pemakaian 20 detik

Tissue GulungKalau kita bandingkan dengan pemakaian tissue gulung (paper towel). Kita dapat asumsikan rata-rata penggunaan tissue sebanyak 2 lembar per pemakaian. Harga rata-rata 1 gulung paper towel dengan total 150 lembar rata-rata Rp. 10,000-15,000. Jadi harga per lembar itu adalah kira-kira 60 – 100 rupiah. Kalau 1 orang memakai 2 lembar maka harga untuk sekali pemakaian adalah minimal 120 – 200 rupiah.

Lebih dari itu, kalau menggunakan tissue, proses pembuatannya pun sudah sangat boros energi. Mulai dari pembuatan bubur kertas sampai dipanaskan serta di packing. Setelah itu, setiap tempat yang kehabisan tissue harus mengeluarkan energi untuk mendapatkan tissue yang baru yang diambil atau diantar terus menerus. Setelah itu, semua sampah pun harus diantar ke tempat pembuangan sampah terakhir (TPA). Efek supply chain dan logistik yang disebabkan oleh tissue menjadi sangat panjang. Ongkos adalah salah satu faktor tetapi efeknya ke lingkungan kita sangat besar.

29 Mei, 2007 at 15:53 10 komentar

Makan Salad dan Lalap Sebagai Pembuka Dan Pelengkap.

Salads

Makanan segar adalah makanan yang kaya akan vitamin dan mineral karena belum hilang akibat dimasak. Orang sunda sudah sejak lama makan lalap, orang barat juga makan salad yang merupakan equivalen lalap juga. Karedok juga makanan dengan sayur-sayuran segar tanpa dimasak. Kecuali untuk wanita hamil, sayuran segar juga merupakan sumber gizi yang baik serta rendah kalori untuk orang yang berdiet.

Memang kita juga harus berhati-hari dengan sayuran yang terkontaminasi dengan pestisida dan bahan kimia lainnya. Oleh karena itu, anda juga bisa pilih sayuran organik atau sayuran biasa yang sudah dicuci dengan sabun khusus untuk sayur dan buah.

Memang saya juga tidak menyarankan untuk hanya makan salad dan lalap, saya juga tidak akan begitu. Tetapi salad sebagai makanan pembuka atau lalap sebagai makanan pelengkap akan bisa menambah asupan gizi serta mengenyangkan sehingga kita dapat mengurangi makanan yang kita masak.

Dengan begitu, karena makan salad dan lalap tidak memerlukan banyak energi seperti memasak, maka kita juga bisa menghemat penggunaan gas, minyak dan bahan lainnya yang diperlukan. Akan lebih baik lagi bila sayuran tersebut anda tanam di kebun anda sendiri. Dengan begitu, anda dapat mengontrol sendiri kebersihannya serta meniadakan keraguan akan penggunaan pestisida.

28 Mei, 2007 at 23:25 Tinggalkan komentar

Older Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.313 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai