Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?

25 Mei, 2008 at 19:12 23 komentar

BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan umum naik juga. Pergi ke kantor semakin mahal padahal gaji belum tentu naik. Kebanyakan dari kita sudah pasti mengumpat pemerintah, tidak setuju dengan kenaikan BBM dengan berbagai alasah. Tetapi pada akhirnya, kita cuma bisa ngomong doang karena kita bukan pemerintah dan tidak bisa mengubah kebijakan negara begitu saja. Makanya kita sebagai rakyat harus mencari alternatif agar bisa survive, bukan cuma bertopang dagu atau ikutan demo berharap pemerintah mengubah pendiriannya.

Kita juga harus mengerti bahwa bukan hanya di Indonesia saja yang BBM-nya naik, tetapi sudah merupakan problema global. BBM yang naik inilah yang memicu semua bahan pangan maupun konsumsi lainnya juga ikut-ikutan naik.

Idealnya sih dengan subsidi yang dikurangi maka pemerintah bisa fokus untuk menyelesaikan masalah lainnya seperti transportasi masal dan jalur sepeda. Dikatakan di sebuah surat kabar bahwa BBM naik tidak akan mengurangi konsumsi BBM di masyarakat karena adanya pertumbuhan mobil dan motor yang besar sehingga kalaupun orang mengurangi, karena ada saja orang yang baru memiliki motor dan mobil maka secara global konsumsi pun tetap atau malah tetap meningkat. Oleh karena itu, sebenarnya solusi untuk pemerintah kita adalah agar investasi di jalur sepeda dan transportasi masal yang lebih baik sehingga orang bukannya naik mobil tetapi naik kendaraan umum dan/atau sepeda.

Dibawah ini adalah alasan-alasan klasik untuk tidak naik sepeda:

  1. Saya tidak punya sepeda. Jawabannya gampang. Beli sepeda. Sepeda tidak harus mahal, bekas pun oke, yang penting bisa dipakai dan benar-benar dipakai, bukan hanya jadi pajangan di rumah.
  2. Saya tidak bisa naik sepeda. Kebanyakan orang bisa naik motor, sehingga kalau sudah bisa naik motor pasti bisa naik sepeda. Untuk yang benar-benar tidak bisa, maka harus belajar karena semua orang bisa jadi anda juga Pasti Bisa!
  3. Naik sepeda panas dan saya berkeringat banget sampai di sekolah/kantor. Ini pasti terjadi apakah naik sepeda ataupun motor. Tetapi lebih lagi kalau anda naik sepeda sambil ngebut. Pergi naik sepeda agak pagian sehingga matahari belum terik, dan jangan dikebut. Jalan santai saja sehingga bisa dinikmati juga. Tapi memang akan lebih baik kalau anda membawa peralatan mandi dan bisa mandi di tempat tujuan anda.
  4. Kantor atau sekolah saya jauh dari rumah. Kita gak harus bersepeda dari depan pintu rumah sampai meja kerja kita. Yang penting adalah pemakaian alternatif transportasi. Kalau anda tinggal di apartemen di tengah kota atau kos dekat kantor sih tidak ada alasan. Tapi saya juga kenal banyak orang yang gowes dari Bekasi, Bintaro dan tempat jauh lainnya ke tengah kota Jakarta. Kalau anda merasa perjalanan cukup jauh, maka bisa disiasati dengan kombinasi kendaraan umum lainnya seperti busway atau yang di Bogor bisa naik kereta dulu baru naik sepeda. Yang pasti kalau kita mau cari caranya pasti ketemu.
  5. Naik sepeda polusi. Ini juga salah satu alasan saya sewaktu pertama kali naik sepeda, yaitu karena polusi kendaraan yang gila-gilaan. Tapi solusinya juga ada kok. Saya kemana-mana pakai masker merek Maskr. Masker ini pakai karbon aktif dan bisa dicuci. Lalu kalau pulang naik sepeda juga saya cuci mata dengan y-rins. Kalau sudah begini sih oke-oke aja kok.
  6. Naik sepeda pelan. Kalau anda tidak terbiasa pasti terasa lama, tetapi kebanyakan dari pesepeda bisa merasa lebih cepat dari mobil karena kita tidak terkena macet, tidak seperti motor kita bisa naik di trotoar (walaupun tidak direkomendasikan), dan di lampu merah kita bisa langsung paling depan. Untuk perjalanan yang pendek naik sepeda malah bisa dibilang jauh lebih cepat karena tidak usah cari parkir. Tambah lagi, kalau anda semakin terbiasa naik sepeda, maka kecepatan anda pun bisa bertambah sehingga semakin lama semakin cepat sampai di tujuan.
  7. Naik sepeda berbahaya. Naik sepeda menurut saya lebih aman dari naik mobil dan motor. Yang pasti kalau naik sepeda itu aman, jadi kalau sampai terjadi sesuatu bisa dibilang 50% adalah kesalahan si pengendara sepeda sendiri seperti belok tanpa memberi tanda, melewati lampu merah seenaknya, berkendara melawan arah arus, dsb. Untuk itu maka semua pengendara sepeda harus mengerti cara-cara petunjuk berkendara yang benar. salah satu panduan yang baik adalah dari bicyclesafe.com yang memberikan gambaran (berikut gambar) untuk cara mengedarai sepeda yang baik dan benar. Selain itu memakai helm, baju berwarna terang, dan lampu belakang (plus depan) bisa mengurangi resiko bahaya ini. Yang menarik adalah Pedaling Health (.pdf) dari Australia mengatakan bahwa bila kita bersepeda 1 jam per hari (normal untuk yang rutin ke kantor atau ke sekolah) dapat mencegah resiko serangan jantung 4x lebih besar dibandingkan resiko tertabrak. Jadi pada akhirnya naik sepeda malah menambah umur hidup dibandingkan resiko kecelakaan.
  8. Cuaca tidak menentu, bisa tiba-tiba hujan. Saya juga lebih senang naik sepeda kalau cuaca cerah dengan matahari. Saya juga kurang suka naik sepeda sambil hujan-hujanan, apalagi banjir. Tapi semua bisa diatasi dengan selalu siap dengan jaket hujan atau ponco, memasang fender di roda sepeda agar tidak terciprat, merencanakan perjalanan dengan tepat, dan selalu mengetahui perkiraan cuaca. Tetapi bila cuaca benar-benar kurang baik dan anda juga tidak nyaman untuk naik sepeda, anda bisa tunda naik sepedanya dan kembali naik mobil. Untuk orang yang sudah memilih naik sepeda dibanding naik mobil, maka anda sudah lebih baik dari kebanyakan orang yang masih memilih naik mobil, jadi sekali-sekali naik mobil juga ok. Intinya, enjoy aja dan jangan naik sepeda menjadi beban.

Kalau kita sudah memilih naik sepeda, apa keuntungannya?

  1. Yang pasti sehat. Jika 1/3 saja dari perjalanan pendek menggunakan mobil digantikan bersepeda, maka resiko penyakit jantung secara nasional akan turun antara 5 hingga 10 persen (Bikes not Fumes, CTC, 1992).
  2. Yang jelas hemat. Sepeda itu awet, bisa dipakai bertahun-tahun tanpa harus pakai sim, pajak, dan asuransi. Lebih dari itu kita tidak perlu beli BBM dan bayar parkir. Perawatan untuk pemakaian normal paling Rp. 50.000,– per bulan (kecuali modifikasi sana sini)
  3. Dijamin hijau. Naik sepeda tidak menimbulkan polusi sehingga ikut melestarikan lingkungan.

Jadi apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?

Iklan

Entry filed under: Hemat Di Jalan, Lingkungan Kerja.

Panen Padi di Atas Loteng Flyer Daftar Aman Penggunaan Plastik

23 Komentar Add your own

  • 1. didats  |  25 Mei, 2008 pukul 21:20

    kalo saya dulu waktu di jakarta dan bali lebih seneng naek sepeda.
    sekarang?

    ehehehe…

    naek sepeda adalah nomor keseribu. soalnya cuaca minta ampun panasnya. sekarang aja, udah sekitar 45 – 48 derajat selsius.

  • 2. iang  |  25 Mei, 2008 pukul 22:36

    kalau di Jakarta sepertinya 2 alasan utama yg bikin males naik sepeda adalah polusi dan “saingan” dengan motor/mobil.

    Saat ini saya tinggal di belanda yang “kemanapun mata memandang pati akan melihat sepeda berkeliaran”. Lingkungan di sini memang sangat mendukung tuk naik sepeda karena udara yang bersih dan motor/mobil juga masih mau “ngalah” dengan sepeda (lagipula mobil/motor itu ngga banyak).

  • 3. geblek  |  26 Mei, 2008 pukul 00:31

    nomer 2 doh gmn mo mandi ndak ada tempat mandi di kantor πŸ™‚ kalau ndak mandi wadah bisa2 berabe bau keringat.
    jd sementara naik sepeda kalau lagi liburan πŸ™‚

  • 4. abah oryza  |  26 Mei, 2008 pukul 00:50

    saya sampe nggak enak kalo chat ama admin lampung cycle, kapan beli sepeda dan gabung, jangan cuman ngeliput, dan support lewat ngeblog, bersepedah lah kan banyak nanti bahan postingan he he he

  • 5. ambar  |  26 Mei, 2008 pukul 05:37

    ngga bisa bawa berat πŸ™‚

  • 6. bn  |  26 Mei, 2008 pukul 07:38

    Alasan lainnya adalah “ah, entar betis gue tambah gede lagi.. ogah ah” atau “kulit gue entar tambah item dong?”

    untuk betis, menurut mantan pelatih nasional sepeda, Mustika – lupa nama lengkapnya- tidak akan tambah gede karena bersepeda.. kenapanya sayangnya saya lupa.. πŸ˜€ dan juga alhamdulillah udah dua tahun terakhir bersepeda ke kantor, walau tidak setiap hari dan saat, belum ngeliat betis saya tambah besar.. hehe..

    untuk warna kulit, bisa menggunakan sunblock ataupun bila kita ke kantor bersepeda kita kan masuk pagi pulang sore.. jadi kayaknya jarang deh terpanggang sinar matahari langsung.. hehe.. πŸ™‚

    jadi ayo dong bersepeda.. kekeke.. πŸ™‚

  • 7. caktopan  |  26 Mei, 2008 pukul 08:59

    aduhhh…di batam ini yang paling bikin males naik sepeda adalah naik turun bukit. naik bukit bisa sampe 1 KM. hehehehe…

    tapi dipertimbangkan lah sarannya…

  • 8. Robert Manurung  |  26 Mei, 2008 pukul 09:09

    bangsa kita ini kan unik : semakin miskin malah tambah BOROS. So, kenapa pula harus naik sepeda kalau masih bisa naik motoratau mobil ?

    aku minta izin ya nitip link postinganku mengenai “dua tahun bencana lumpur panas lapindo Sidoarjo” :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/25/dua-tahun-bencana-lapindo-pidato-presiden/

    terima kasih

  • 9. dobelden  |  26 Mei, 2008 pukul 11:43

    sudah ada spedanya, cuma tinggal dipake

  • 10. arip  |  26 Mei, 2008 pukul 15:36

    Kalau alasan saya adalah karena kebetulan saya ada mobil πŸ˜€

  • 11. Moses  |  26 Mei, 2008 pukul 18:04

    +bercanda mode on

    Apa itu sepeda?

    …. ngacir

  • 12. Rizki on benbego  |  26 Mei, 2008 pukul 21:22

    sepeda? cepeda! cape daaa!

  • 13. utchanovsky  |  27 Mei, 2008 pukul 00:12

    thx buat info masker-nya mas

  • 14. Sambalewa  |  27 Mei, 2008 pukul 01:31

    Sepeda No 1. Ini saatnya kita beralih lagi kesepeda.

  • 15. sangprabo  |  27 Mei, 2008 pukul 16:28

    Hehehe.. Saya bersepeda sejak kurang lebih setahun lalu. Motor Ayah saya jarang pake, kecuali untuk ke luar kota atau tujuan yang jauh.

    Yaah.. Mungkin dikiranya orang2 yang ga mau pake sepeda, mereka mesti pake sepeda setiap saat. Tips tambahan nih, buat yang takut polusi atau kemacetan. Selain berangkat pagi2, pilih jalur yang “hijau” alias teduh dan minim pengendara. Kalau saya biasanya lewat fakultas kehutanan UGM, lalu tembus hingga ke selatan Graha Saba, lanjut ke kampus. Ga enaknya mungkin mesti sering2 angkat2 sepeda untuk melewati pembatas motor.

  • 16. Ze'  |  27 Mei, 2008 pukul 16:32

    lagi ngumpulin duit buat beli. semoga bulan besok dah kebeli…

  • 17. andre  |  27 Mei, 2008 pukul 18:10

    wah kebetulan 2 minggu lalu beli sepeda, skrg bbm naik pas bgt skrg makin jarang aja bawa motor ke kantor, malah skrg badan makin fit dan temen-temen banyak juga yang terpengaruh dan akhirnya naik sepeda ke kantor, ada yang komplain krn pegel2 tp akhirnya malah ketagihan he he he .

    buat yang tetep bawa motor dan mobil ber cc gede selamat ya udah menikmati harga bbm yang baru semoga makin bijak he he he dan jangan makin sombong ok.

  • 18. yanuar  |  30 Mei, 2008 pukul 20:29

    wah, bagus juga. tapi kampusku deket c, jadi jalan kaki aja cukup πŸ˜€

  • 19. D.Perwata  |  18 Juni, 2008 pukul 13:29

    Informasi yang bagus bagi kita selaku penerus muda…
    mudah- mudahan kita termasuk anak muda yang mau berpikir dan berkerja keras…
    Ayo Teman, kita selamatkan nasib udara dan alam Bumi Pertiwi ini !
    Ayo Bangkitlah Kawan !!
    Indonesia membutuh kerja keras kita…

  • 20. Tata  |  25 November, 2009 pukul 15:00

    klo sepeda gampang dicuri solusinya gimana?
    sepeda kan ringan aja, diangkat n dibawa kabur pas pemiliknya ga ada jg bisa.

  • 21. Aku Ingin Hijau  |  25 November, 2009 pukul 16:00

    Jujur saja saya juga sudah kehilangan sepeda 3 kali dan ini bukan di Indonesia, melainkan di Amerika yang kita pikir lebih aman. Memang dengan semakin maraknya pemakaian sepeda maka pencurian pun akan semakin banyak, contoh di cina dan belanda pun seperti itu. Tetapi jangan lupa kita bisa menggunaan alat keamanan seperti rantai sepeda yang baik. Yang perlu diperhatikan adalah:
    1. Jangan memasang rantai hanya di ban depan saja (kejadiannya seperti saya, badannya hilang tinggal roda depan doang)
    2. Jangan memasang rantai pada barang yang mudah diangkat (sepeda saya sudah dirantai benar dengan besi penyimpan besi pun hilang sama besinya)
    Mudah2an dengan hal ini sepeda bisa aman dan anda semakin tertarik untuk naik sepeda!

  • 22. boby fahlevi  |  25 Maret, 2011 pukul 14:31

    nice info, saya di lampung jadi dari pusat kota ke kampus unila kira2 10 kilo jadi pp 20km lumayan bukan cuma 30menit pas nyampe kampus baru saya mandi, satu lagi sepeda nggak harus mahal saya beli mtb lokal (non branded) harganya cuma 400-500rb murah bukan baru lagi, jangan fokus ke merek yang penting fungsinya. keuntungan lainnya saya bisa turun bb dari 80kg ke 65kg, tinggi bandan juga nambah dari 172 ke 176 lumayan kan, salam GOES. mampir yah bobyfahlevi.wordpress.com

  • 23. Gratis Internet  |  25 April, 2011 pukul 23:04

    setiap minggu pagi di tempat ku ada acra berspeda bersama, hehehe komunitas speda unto sob…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,253,867 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 336 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: