Fakta Air II

2 November, 2008 at 19:30 5 komentar

Air memang sumber daya yang sangat dibutuhkan dan tanpa kita sadari sudah krisis karena banyak sekali yang terbuang percuma. Saya sudah sering menulis tentang krisis air dan bagaimana cara menghemat air. Mulai dari mandi ala pelaut, menyimpan air hujan dalam tong penampung, dan tidak membuang air saat sikat gigi. Selain itu juga agar kita tidak terus menerus menggunakan botol plastik air mineral yang banyak dibuang begitu saja. Bisa dibayankan bahwa pemakaian botol air mineral per kapita di Indonesia melebihi pemakaian per kepita negara Australia, Singapura, China, Jepang, Malaysia, Belanda, dan banyak lagi lainnya. Ini berarti pemakaian botol mineral plastik kita sangat boros.

Yang menarik juga adalah tabel penggunaan air dimana untuk Indonesia 91% pemakaian air kita adalah untuk agrikultur atau pertanian. Selebihnya 8% untuk penggunaan air domestik manusia dan pemakaian untuk industri hanya 1%. Padahal dari berita-berita kesannya air untuk pertanian selalu kurang dan kekeringan dan industri menghambur-hamburkan air begitu saja. Kalau menurut saya, industri tidak akan mau menghamburkan air karena semua itu akan menaikkan harga produksi dan menurunkan marjin. Jadi biasanya yang boros itu adalah penggunaan untuk kebutuhan domestik/perumahan.

Ada lagi fakta mengenai dam sebagai penampung air. Indonesia sebagai negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia sangat jauh dengan negara-negara lain. Apalagi dam bukan saja untuk menampung air tetapi juga mencegah banjir dan irigasi pertanian.

Saya juga lampirkan kebijakan air di Indonesia yang dibuat oleh BAPENAS. Dalam presentasi ini disebutkan bahwa kondisi sekarang ini sudah memprihatinkan mulai dari masalah irigasi, kondisi reservoir air yang dibawah standard, perubahan fungsi areal pertanian yang merupakan rembesan menjadi perumahan, illegal logging dan lainnya. Semua target yang ada di di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Direktorat Perairan dan Irigasi dapat tercapai dan yang terpenting tanpa korupsi yang akhirnya merugikan rakyat dan membinasakan lingkungan.

Semoga dengan referensi data-data ini maka semakin banyak orang bisa mengerti bahwa keadaan air dunia sudah semakin menipis dan kita bila tidak menjaga keadaan air kita juga bisa masuk ke dalam krisis yang sudah mulai dialami negara-negara lain. Kurangi juga penggunaan botol air minum mineral yang selama ini telah banyak memenuhi sungai dan laut kita.

Referensi :

Iklan

Entry filed under: Fakta Lingkungan.

Rencana Pencegahan Global Warming 4.000 Kantong Limbah Diangkat dari Teluk Jakarta

5 Komentar Add your own

  • 1. insansains  |  4 November, 2008 pukul 11:51

    ^_^ Pemaparan yang mantab. syarat akan fakta. Makasih.

    salam kenal

  • 2. riyadharifin  |  4 November, 2008 pukul 20:31

    sudah saatnya kita menghemat air…..

  • 3. Eddy  |  24 November, 2008 pukul 22:17

    saya pernah menyimak diskusi mengenai dam bahwa dam itu tidak terlalu baik untuk lingkungan: dam memutus arus sungai yang berpengaruh ke kehidupan di dalam sungai, selain itu tingkat penguapan air dam cukup tinggi karena terekspos langsung ke matahari dan udara, dam juga beresiko jebol yang dapat menimbulkan bencana.

    konservasi air yang terbaik menurut para peserta diskusi adalah dengan menyimpannya di dalam tanah, dengan lahan hutan sebagai lapisan atas yang multi fungsi (mencegah banjir, erosi, dan longsor, juga sumber kekayaan flora dan fauna, selain nilai ekonomis hasil hutan). kapasitas penampungan air di tanah pun jauh lebih besar dibanding sekedar danau, dan jelas penguapan relatif minim.

    pembangunan dam lebih ditujukan untuk kepentingan agriculture dan pembangkit listrik, dan cenderung mengabaikan aspek lingkungan.

  • 4. Eddy  |  24 November, 2008 pukul 22:35

    komentar lain adalah tentang pertanian. dikatakan juga gaya pertanian di indonesia yang tidak ramah lingkungan. pembanjiran lahan dalam area yang sangat luas menghabiskan air dalam jumlah yang terbayangkan, mengeringkan sungai2 dan merusak kualitas airnya.
    pertanian kita, cenderung berorientasi kuantitas hasil. untuk mendapatkan besaran hasil maksimal dilakukan praktek rutin perusakan tanah secara besar2an (dengan pembajakan, penggunaan pestisida, pupuk buatan, dan bibit unggul), menyedot sumber daya dengan kecepatan yang tidak seimbang dengan siklus alam. bukan hanya air yang menjadi boros, juga memaksa kita bergantung pada pestisida dan pupuk buatan untuk menjaga kualitas tanaman yang pada akhirnya mematikan kehidupan mikro di dalam tanah (yang seharusnya secara alami dapat menunjang kualitas tanah tetap optimum).

    keseimbangan adalah kata kuncinya. area persawahan tidak boleh terlalu luas, harus seimbang dengan kawasan hutan dan pemukiman. sehingga proses pengairan dan pengkomposan berjalan secara alami. pertanian alami (natural farming), selain harmonis dengan alam, berbiaya rendah, juga memberikan hasil berkualitas (organik, sehat, dan bergizi tinggi).

    untuk gaya pertanian ini, masalah bukan hanya di petani tapi menyangkut kebijakan negara secara keseluruhan karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan. penyelesaian yang sektoral, tidak terintegrasi, hanya menimbulkan masalah lain dan kompleksitas yang penyelesaiannya akan menjadi sangat sulit.

  • 5. Eddy  |  24 November, 2008 pukul 23:03

    dan yang terakhir.. masalah sesungguhnya yang dihadapi manusia adalah: keserakahan. solusinya adalah penghematan, perubahan cara pikir konsumtif menjadi konservatif. hidup yang sesuai kebutuhan dan sederhana, dan menjaga kelestarian alam. jika keseimbangan siklus alam antara manusia dan lingkungan sudah terbentuk, tidaklah diperlukan semua usaha penyelamatan yang mungkin memerlukan biaya lebih besar lagi.

    selama kita masih ingin mempertahankan keuntungan, kenyamanan, jaminan tanpa menyadari bahwa alam mempunyai batas.. maka akan selalu terjadi ketimpangan yang merusak kedua belah pihak. dan biaya untuk membayar kerusakan yang terjadi akan ditagihkan berlipat dalam bentuk berbagai bencana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,260,647 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: