Krisis Jagung! Inflasi besar sudah semakin dekat…

27 April, 2007 at 13:59 4 komentar

Harga Jagung 2006-2007

Kompas hari ini ada artikel “Harga Pakan Terus Naik, Peternak Unggas terancam gulung tikar”. Saya sudah sebutkan sebelumnya bahwa keadaan komoditi yang terus naik akan sangat memprihatinkan untuk masyarakat. Disebutkan bahwa harga jagung internasional telah naik 80% selama setahun dari 130 dolar amerika menjadi 235 dolar amerika. Sudah dipastikan bahwa bila harga jagung, yang menjadi 50% bahan dasar pembuatan pakan akan menaikkan harga pakan tersebut, dimana karena harga jual ayam tidak dapat naik, maka merekapun tidak sanggup untuk membeli pakan tersebut. Bila petani juga banyak yang gulung tikar, berkurangnya supply ayam dipasaran pun akan menaikkan harga.

Kita harus dapat memperbanyak produksi jagung lokal untuk dapat mengurangi import jadung kita yang sangat besar. Kita harus dapat mencontoh Kabupaten Gorontalo yang telah sukses memproduksi jagung secara professional.

Ini bukan di Indonesia saja. Jepang pun sudah kewalahan. Mereka mengimpor 16 juta ton jagung, yang 95% dari Amerika. 75% mereka pakai untuk pakan. Ini sudah menjadi wabah global. Kita harus stop pemakaian jagung untuk ethanol. Presiden Amerika George Bush menginginkan pengurangan beban terhadap BBM sehingga dia mengatakan untuk menaikkan produksi ethanol 7 kali lipat dalam 10 tahun mendatang. Jangankan pakan, minuman soda pun memakai pemanis dengan bahan dasar jagung, jadi harga Coca-cola, pepsi dan semua minuman itu juga akan naik.

Ini beberapa contoh kejadian di seluruh dunia:

– Meksiko: harga tortilla naik 60%
– China: harga daging babi naik 20% dan telur telah naik 16%
– India: harga makanan secara umum naik 10%

Secara umum, inilah gambaran persentase input jagung dengan harga yang dibayar oleh konsumen

– Cereal dan biskuit: 4% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging sapi: 48% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging babi: 27% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging ayam: 50% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Produk dari susu/keju: 38% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Minyak: 15% dari harga yang dibayar oleh konsumen

Bagaimana dengan Indonesia nanti? Sudah begitu banyak orang yang kesulitan membeli makanan yang baik dan bergizi. Bila hal ini terjadi, maka dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan, Berita Lingkungan Global, Berita Lingkungan Lokal.

Fakta Energi Indonesia! Jangan kira kita begitu kaya akan sumber daya. Gengsi naik sepeda? Coba pikir sekali lagi.

4 Komentar Add your own

  • 1. Paul Loemaksono  |  30 April, 2007 pukul 18:50

    info yang bisa dipercaya berdasarkan bincang2 dengan ketua gabungan pengusaha makanan … Indonesia kalau diranking di SE Asia, paling mahal dalam hal makanan untuk medium-up segment!

    Mungkinkah hal ini?

    Dihitung seperti ini karena bahan yang sudah mahal sebelum diolah, tidak mampunya negara untuk swasembada, short term profit attitude dari pengimpor yang memakai standard Singapore dan Hong Kong untuk makanan tersebut (lewat pembentukan harga pasar kolektif yang secara otomatis mendongkrak harga).

    Sedangkan dari kualitas dan (ehm) rasa, di Indonesia belum ada yang sangat sangat spesial … even, mie goreng indonesia mungkin lebih terkenal dibanding karya chef indonesia.

    inflasi besar yang tak terhindari akan menuju peleburan mata uang asia menjadi unit yang more manageable, tapi, siapa yang diuntungkan?

    cheers.

  • 2. khuzaenudin  |  19 November, 2007 pukul 18:42

    bagaimana semua daerah mencontoh gorontalo daerah sayapun sudah direalisasikan.dengan peman faatan yang banyak bukanya lebih baik.inflasi bisa saja terjadi tapi tak bertahan lama.kita tanam jagung sebanyak banyaknya.bbersaing dengan amerika dan brasil.pasarter buka lebar.bukanya menolak etanol tapi hijaukan bumi dengan etanol.kita pikirkan bersama sama.

  • 3. dodolipet  |  20 November, 2007 pukul 22:08

    Yup. Tanam jagung sebanyak-banyaknya supaya antara makanan manusia, pakan ternak dan bahan bakar yang semuanya menggunakan jagung tidak saling rebutan.

  • 4. wahid  |  22 Agustus, 2008 pukul 14:37

    makanya ayooo tanam jagung …. hehehehe kalau kalian nanam jagung … jagung naik adanya happy dan happy … hhehehe… ayooo action dunk tanam jagung …

    aku udah mulai tanam jagung nih 🙂 doa kan yaaa …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,493 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: