Pemerintah Perlu Antisipasi Ledakan Penduduk

21 Oktober, 2010 at 19:54 Tinggalkan komentar

Disadur dari Okezone.com tgl 20 Oktober 2010

JAKARTA – Pemerintah diminta mengantisipasi terus meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 237,6 juta jiwa. Jika tidak ditangani secara serius, 15-30 tahun mendatang, Indonesia akan mengalami krisis multidimensi, termasuk krisis pangan.

Perwakilan Ikatan Perstatistikan Indonesia (ISI) Amarsyah Tambunan mengatakan, jumlah penduduk yang besar jangan sampai menjadi beban negara, tapi menjadi modal pembangunan.

”Penduduk sebesar itu berimplikasi pada penyediaan pangan, energi, alokasi lahan permukiman, dan meningkatnya degradasi sumber daya alam dan lingkungan,” kata Amarsyah dalam seminar nasional ”Dimensi Penduduk dan Pembangunan Berkelanjutan” di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, Indonesia menghadapi berbagai masalah kependudukan yang harus segera ditangani, seperti ketidakmerataan persebaran penduduk yang mayoritas terkonsentrasi di Pulau Jawa.

”57,49 persen penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan luas lahannya hanya tujuh persen dari luas Indonesia,” kata dia.

Sementara, lanjut Amarsyah, luar Jawa khususnya di Indonesia Timur, jumlah penduduknya relatif jarang dan mendiami areal yang luas.

Dampak lanjutannya adalah terjadinya ketimpangan pertumbuhan antara kota dan desa. Hal itu terkait penyediaan infrastruktur yang juga tidak merata. ”Jumlah penduduk yang besar bukan sekadar jadi masalah ekonomi, tapi juga terkait masalah persoalan politik dan idiologis,” tegasnya.

Ketua ISI Khairil Anwar Notodiputro dalam presentasinya memaparkan, Indonesia perlu belajar dari hancurnya Uni Soviet dan Yugoslavia. ”Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat bisa mengakibatkan perpecahan bangsa,” kata dia.

Namun, menurutnya, jika pemerintah bisa mengatasi masalah kependudukan dengan baik dan mampu mengelola sumber daya manusia, maka jumlah penduduk yang banyak bisa menjadi potensi pembangunan.

Indonesia, katanya, harus mengadopsi cara mengatasi lonjakan penduduk dari China yang telah memiliki strategi jitu dalam mengatasi ledakan penduduk dan kerusakan lingkungan.

Jumlah penduduk yang mencapai 237,6 juta jiwa,tambah Khairil, jangan dianggap enteng karena laju pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berubah menjadi bencana yang mengerikan. ”Jika tidak dipikirkan serius, kita akan mengalami kelaparan massal,” tegasnya.

Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Wynandin Imawan mengatakan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen sudah mengkhawatirkan. Angka ini naik dari periode 1990–2000 yang mencatat laju pertumbuhan 1,45 persen. ”Kita semula memperkirakan laju pertumbuhan bisa ditekan hampir satu persen,” katanya. (bernadette lilia nova)(Koran SI/Koran SI/ade)

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan Lokal.

Please”, Jangan Bergantung pada Nasi… Makan pagi sehat ala pangan asli Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,253,968 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 336 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: