Posts filed under ‘Berita Lingkungan Global’
Ray Anderson meninggal dunia
Hari ini saya baru saja melihat berita bahwa Ray Anderson meninggal dunia di umur 77 tahun pada tanggal 8 Agustus 2011 yang lalu.
Bagi yang belum tahu, Ray Anderson (July 28, 1934 – August 8, 2011) adalah pendiri dari Interface, salah satu produsen karpet terbesar di dunia yang berdiri sejak tahun 1973. Saya pun pertama kali mengetahui tentang Ray Anderson pada tahun 2009 yang lalu saat saya membeli buku Ray Anderson yang berjudul “Confessions of a Radical Industrialist: Profits, People, Purpose–Doing Business by Respecting the Earth”.
Ini adalah buku yang memiliki ide dasar sangat ekstrim dimana Ray Anderson, sebagai seorang industrialist, pemilik pabrik manufaktur karpet yang memiliki bahan dasar utama minyak bumi ingin membuat perusahaan tersebut berkesinambungan terhadap lingkungan dan memberi misi perusahaan untuk tidak memiliki dampak lingkungan sama sekali atau disebut sebagai Mission Zero, baik dalam hal energi, limbah, dan emisi yang dihasilkan. (lebih…)
10 Negara Dengan Pertumbuhan Penduduk Terbesar (Indonesia termasuk)
Disadur dari website http://247wallst.com tgl 2 Agustus 2011 dalam bahasa inggris.
10. Uganda
> Population Growth 2011-2050: 71 million
> 2011 Population: 34.5 million (39th largest)
> Pct. Increase: +206% (3rd greatest)
> Pct. of Population < 15: 48% (3rd greatest)
> GDP per Capita: $1,283
Uganda’s population is set to triple over the next 40 years. Compared to other countries, it is the third biggest increase as a percent of the population. By 2050, a nation that is one fortieth the size of the U.S. will add the equivalent of one fourth of the U.S. population. The country has the 31st highest death rate in the world. As a counterbalance, it has the second highest birth rate in the world. The average Ugandan woman has 6.4 children. The country is already experiencing extreme poverty and disease, and tripling the population in the next four decades could be disastrous. Uganda currently has the tenth highest rate of AIDS contraction in the world, and is already experiencing shortages of clean water and land for farming.
9. Indonesia
> Population Growth 2011-2050: 71 million
> 2011 Population: 238.4 million (4th largest)
> Pct. Increase: +30% (106th greatest)
> Pct. of Population < 15: 28% (105th greatest)
> GDP per Capita: $4,651
While the island nation has the fourth largest population in the world, after the China, India, and the U.S, it is fairly small, covering slightly less land than the state of Texas. The southeast Asian country is projected to increase in population by 30% in the next three years. Despite the fact that it will be adding more than 70 million people, the country is expected to drop to sixth in overall population. According to Indonesian Statistics Association chairman, Khairil Anwar Notodiputro, Indonesia was on the brink of a serious crisis if its population growth wasn’t held in check. (lebih…)
Video: The Majestic Plastic Bag
Ini adalah Video yang dibuat oleh organisasi Heal The Bay yang berada di Santa Monica Bay dengan judul “The Majestic Plastic Bag – A Mockumentary“.
Video ini menceritakan sebuah kisah perjalanan “hidup” sebuah kantong plastik yang “liar” berada di kota dan akhirnya dari sungai berujung ke laut.
Plastik tidak dapat terdaur ulang secara alami dan pada akhirnya pun diceritakan bahwa plastik akhirnya akan terpecah-pecah menjadi milyaran bagian yang sangat kecil (microplastics). Microplastics yang sangat kecil ini akhirnya pun termakan oleh hewan-hewan di laut yang dimakan manusia sehingga akan sangat membahayakan kesehatan, karena sama saja seperti memakan plastik yang mana dasarnya adalah minyak bumi.
Bagaimanapun juga, plastik adalah salah satu bahan yang sangat berguna bagi kehidupan kita. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah plastik yang dibuang dengan cara yang tidak benar sehingga mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.
Diharapkan dengan menonton film ini maka akan semakin banyak orang yang menyadari akan bahaya dari membuang kantong plastik atau plastik secara sembarangan. Sehingga sebisa mungkin mengurangi penggunaan kantong plastik, dan yang terpenting adalah membuang sampah pada tempatnya, dimanapun, kapanpun.
Sirip Ikan Hiu Sebentar Lagi Dilarang
Disadur dari Vivanews.com
VIVAnews – Para penentang pelarangan konsumsi sirip ikan hiu tengah berharap-harap cemas karena pemerintah Amerika Serikat akan melakukan pemilihan suara untuk memperkenankan atau melarang perdagangan bahan baku santapan yang sangat populer tersebut.
Sebenarnya, apakah ada hal positif yang diraih dari memakan sirip ikan hiu seperti yang dibayangkan selama ini yang manfaatnya lebih besar dibandingkan rusaknya lingkungan akibat penangkapan besar-besaran hewan tersebut?
Seperti diketahui, di China, selama berabad-abad, sirip ikan hiu dipercaya mengandung zat yang banyak membawa manfaat. Namun tampaknya, makanan tersebut tidak memiliki rasa apa-apa. Bahkan para penggemar sirip hiu sekalipun mengakui bahwa makanan itu tidak memiliki banyak rasa. (lebih…)
Jangan lupa Earth Hour, 27 Maret 2010
Dari kampanye Earth Hour Belgia

For once, the dark side saves the planet
Propaganda Perang Relevan untuk Lingkungan
Kalau anda perhatikan, maka poster propaganda saat perang dunia ini juga masih relevan dalam perang melawan pemanasan global. Penghamburan makanan jelas merupakan salah satu penghematan konsumsi makanan sehingga untuk saat perang, makanan tersebut dapat di konsumsi oleh yang lebih membutuhkan seperti tentara. Untuk kita di masa kini, kita tidak menghamburkan makanan untuk mengurangi jejak karbon kita dan tetap membantu negara kita.
Please Take Your Rubbish Home
Saat saya sekeluarga liburan ke Sydney, Australia beberapa lama yang lalu, kami pergi ke suatu bukit di dekat Sydney dengan nama West Head Lookout dimana kita dapat melihat pemandangan laut yang indah dengan kapal-kapal yang lewat. Tempat ini sendiri tidak besar dan hanya di pinggir jalan saja. Biasa orang hanya ke tempat ini untuk foto-foto.
Yang sangat menarik adalah sebelum kita masuk ke tempat ini, sudah diberi tanda sebelumnya di depan “PLEASE TAKE YOUR RUBBISH HOME” sehingga dapat anda bayangkan bahwa tempat ini sungguh bersih tanpa ada sampah dimana pun. Kata-kata itu tidak membuat offensive atau membuat kita sebal, tetapi malah dapat kita hargai dimana semua orang ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan di tempat itu.
Bagaimana dengan Taman-taman Nasional kita yang penuh sampah dan didatangi oleh orang yang tidak bertanggung jawab? Saya harap kita semua dapat belajar dari negara yang maju yang warganya sungguh-sungguh ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan bersama.























Komentar Terbaru