Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’
Dari Blog Lestia: Bawa Kotak Makanmu Sendiri!
Cuplikan dari artikel di Blog Lestia, seorang guru SD.
“Anak-anak mencanangkan (aduh bahasanya) gerakan membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik dari jajan makanan.“
“Pada adik-adik TK, anak-anak kelas 5 makin ramah, “Halo, namanya siapa? Pinter sekali… nanti kalau jajan jangan lupa bawa kotak sendiri ya? Jadi sampahnya tidak tambah banyak”.“ (lebih…)
Box Karton Belanja?
Terakhir saya ke Carrefour begitu ramainya sampai kantong plastik mereka pun habis sehingga mereka menawarkan untuk memakai box karton. Saya pun langsung setuju karena kadang untuk barang yang cukup banyak memakai banyak kantong pun sangat boros dan malah sulit dibawa.
Sewaktu mereka mengemas box karton pun lebih mudah. Karton dipisah antara box makanan dan box untuk barang lainnya.
Hasilnya? tidak memakai kantong plastik sama sekali, karton dari supplier yang biasanya dibuang/dijual murah dapat dipergunakan kembali, dan kita pun bisa menggunakan box tersebut untuk hal-hal lainnya. Bila sudah tidak diperlukan, karton bisa di recycle kembali atau dijadikan bahan tambahan untuk kompos karena karton bisa diuraikan. (lebih…)
South To South – Festival Film Lingkungan di Goethe Institute
South to South Film Festival atau disingkat StoS 2008, merupakan Festival Film Lingkungan yang digelar rutin sejak tahun 2006. Kali ini mengusung tema Vote for Life, digelar dari tanggal 25 – 27 Januari di Goethe Institute Jakarta. Ada sekitar 16 film pilihan yang akan diputar, baik film pendek dan panjang, dengan cerita seputar kehidupan masyarakat di kawasan kaya sumber daya alam dari 11 negara dan juga tentang perubahan iklim. StoS 2008, juga akan menggelar pameran bertajuk Kita Terhubung. Ada puluhan potret akan digelar, yang menggambarkan apa keterkaitan kebutuhan harian kita, dengan kawasan-kawasan eksploitasi sumber daya alam.
Geng Anti Kresek dari Yogyakarta

Tas ini dibuat oleh Geng Anti Kresek, komunitas yang dibuat oleh beberapa mahasiswa arsitektur Universitas Gajah Mada di Yogyakarta. Katanya sih tas ini sudah di sebar luaskan di sekitar kampus.
Ide yang sangat baik untuk diikuti oleh banyak orang. Memang kalau kita mau mulai tidak memakai tas plastik harus ada tas penggantinya dulu. Carrefour sudah mulai, dan kalau mau agak retro sedikit bisa pakai produk dari Geng Anti Kresek ini.
World Silent Day (Nyepi Seluruh Dunia)
Nyepi adalah hari dimana masyarakat Bali melakukan Catur Brata Penyepian (empat pengendalian diri) dengan cara tidak menyalakan api (penerangan), tidak bekerja, tidak bepergian (bisa meditasi dan introspeksi diri di rumah), dan tidak menikmati hiburan (agar fokus kepada diri sendiri). Tahun baru Nyepi pertama kali dirayakan pada 21 Maret tahun 79 Masehi dimana hari hening tersebut hanya dilakukan di Bali sehingga Nyepi merupakan warisan kebudayaan adat Indonesia.
Apa efeknya terhadap lingkungan?
Tentunya ada pengurangan polusi dari transportasi mulai dari mobil, motor, kapal terbang dan kapal laut, selain itu juga penghematan listrik dengan matinya penerangan.
Jadi bagi bumi kita tercinta di seluruh dunia, hari Nyepi bisa merupakan hari dimana kita “memberikan kesempatan kepada alam untuk bernapas setelah selama setahun disesaki oleh aktivitas manusia”
Jadi ayo kita dukung hari Nyepi Sedunia
Informasi didapatkan dari www.worldsilentday.org
Ayo Dukung Visit Indonesia 2008

Kemarin di koran-koran disebutkan bahwa biaya untuk promosi Visit Indonesia 2008 dinaikkan dari USD 5 juta menjadi USD 15 juta. Sungguh biaya yang tidak kecil untuk menarik para wisatawan asing dan juga menambah devisa negara.
Memang ekonomi dari wisatawan sangatlah penting karena kita bisa bayangkan banyak sekali negara-negara yang hanya menggantungkan diri pada pariwisata dan rakyat mereka bisa maju juga. Kota-kota pun banyak yang hanya menggantungkan diri pada turis. Oleh karena itu sangatlah masuk akal kalau pemerintah kita mau ikut mengambil kue dari wisatawan asing, yang daripada pergi ke negara lain bisa ke negara kita.
Memang untuk pariwisata negara kita masih membutuhkan banyak infrastruktur dan dukungan dari pemerintah daerah agar semua bisa menjadi lebih profesional. Mulai dari staf di bandara udara, jalan-jalan, tempat pariwisata yang aman dan apik, serta souvenir-souvenir dengan mutu yang baik sehingga dapat mendatangkan devisa dan kesejahteraan pada masyarakat setempat. (lebih…)
Wisata Alam
Kadang kalau kita berfikir tentang wisata alam itu berarti bergaul dengan alam liar dengan serangga, toilet yang bau dan tempat tidur dalam kemah yang beberapa orang mungkin sulit untuk beradaptasi.
Kebetulan saya dari kecil sampai lulus SMA adalah pramuka sehingga sangat menyenangi alam, berkemah, naik gunung dan hal-hal outdoor lainnya. Tetapi dengan berjalannya waktu dan umur, saya juga semakin memilih tempat untuk bergaul dengan alam. Paling tidak jangan terlalu alam banget sampai sulit mencari WC yang bersih, apalagi saya sudah bawa istri. Akhirnya kami lebih suka melakukan kegiatan camping di luar negeri. Salah satu pengalaman di Amerika membuat kami jera juga. Kami camping di Yosemite di daerah California, dimana kami pikir daerah itu panas. Apalagi saat itu sedang musim panas. Setelah sampai disana, kami mendapat tenda yang sudah disiapkan, mandi di kamar mandi bersama (tetap pakai sekat sih) dengan air panas, enak sekali. Ketika malam tiba, ternyata temperatur pun berubah menjadi sangat dingin sampai akhirnya, kami yang tidak membawa jaket atau baju dingin sampai tidak bisa tidur padahal pagi-pagi kami sudah mau naik ke atas gunung. Tapi, itulah seninya camping, dibandingkan dengan hotel yang temperaturnya bisa diatur sendiri. (lebih…)
Carrefour Menjual Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik
Sudah sejak Mei 2007 saya menulis mengenai “Solusi Sampah Plastik Kita” dimana sampah plastik kita yang sangat banyak dan juga menyumbat saluran air, tanggul dan malah yang ekstrim merusak turbin PLTA di waduk adalah kantong plastik belanja atau kita sebut kantong kresek karena bunyinya srek kesrek kesrek. 🙂
Ternyata saya mendapat info dari teman bahwa Carrefour di Bandung menjual tas belanja pengganti kantong plastik seperti pada gambar. Carrefour sebagai hypermarket besar dengan jumlah penjualan yang tinggi di Jakarta dan Bandung juga kontributor sampah kantong plastik belanja. Katanya sih harganya Rp. 10.000,– dan kalau rusak bisa dibawa kembali ke Carrefour untuk minta diganti. Saya belum confirm hal ini tetapi kedengarannya ok banget. (lebih…)




















Komentar Terbaru