Posts filed under ‘Bisnis Hijau’

Pemanfaatan Sampah Pasar

Gambar ini diambil dari koran Kompas tgl 19 Februari 2009 bagian Nusantara halaman 22.

pemanfaatan_sampah_pasar

Kalau setiap hari mampu memproduksi 3 ton pupuk organik, maka 3000 kg pupuk organik tersebut dapat menghasilkan 3000 kg x Rp. 700,-/kg = Rp. 2,100,000.– per hari dari sampah-sampah yang biasanya kita buang begitu saja. Ini berarti setiap bulan dapat dihasilkan omzet sebesar Rp. 63,000,000.– atau Rp. 756,000,000.– per tahun.

Wow… hampir Rp. 1 milyar dari mengelola sampah pasar di satu pasar saja. Bayangkan kalau semua pasar melakukan hal yang sama. Bukan saja mengurangi sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan banyak manfaat ekonomis pada banyak orang.

20 Februari, 2009 at 09:28 8 komentar

Individual and Family Social Responsibilities

Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang sedang getol-getolnya mengadakan Corporate Social Responsibilities atau CSR. Ada yang cuma menyumbang memperbaiki jalan di kantor kelurahan dianggap CSR, ada juga yang membuat khitanan massal, puskesmas, menyumbang sapi, membuat alat biogas, sekolah, komposter, hingga bersih-bersih jalanan. Semua ini baik dan jelas ada kebaikan dibalik semua kegiatan-kegiatan yang kadang memakai kedok marketing dan ujung-ujungnya adalah untuk meningkatkan branding semata atau agar bisa dekat dengan pemerintahan daerah setempat dengan sebutan yang hampir universal yaitu “(nama perusahaan) peduli.”

CSR pun sekarang sudah mulai diseriuskan oleh pemerintah dengan disebutnya CSR di undang-undang perusahaan sehingga semua perusahaan wajib (bukan hanya sukarela) untuk membuat kegiatan CSR. Malahan beberapa perusahaan besar sudah memiliki divisi khusus untuk CSR dan memiliki anggaran tahunan yang sangat besar.

Perusahaan-perusahaan banyak yang akhir-akhir ini juga menggunakan nama kegiatan “(nama perusahaan) Go Green.” Bisa hanya menanam beberapa pohon di lingkungan kantor pun sudah masuk majalah dan koran, hingga menyumbang ribuan pohon serta kegiatan “hijau” lainnya. Ini semua adalah kontribusi baik dari perusahaan yang ikut membantu melestarikan lingkungan. Tetapi yang terpenting adalah, jangan membuat kegiatan Go Green yang bila dapat dihitung kontribusi ke lingkungan tidak terlalu siknifikan tetapi malah banyak sekali membuang percuma banner, membuat kaos, spanduk dan brosur acara yang akhirnya dibuang.

Sekarang, apa hanya perusahaan saja yang harus memiliki social responsibilities? Bagaimana dengan individu dan keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat dan lingkungan? Harus juga ada yang namanya Individual Social Responsibilities dan Family Social Responsibilities. (lebih…)

8 Februari, 2009 at 01:31 4 komentar

Charity Sale Sepatu Everbest Patut Ditiru

sneakerKemarin sempat lihat ada yang namanya Charity Sale di toko sepatu Everbest. Ceritanya dengan membawa sepatu Everbest yang lama dan membeli yang baru dapat diskon 30%. Menariknya karena namanya juga Charity Sale, jadi sepatu yang lama itu akan disumbangkan.

Ini sangat menarik karena banyak sekali orang yang tidak mampu membeli sepatu, dan kita yang punya sepatu kadang tidak sayang-sayang dan asal buang. Dengan cara ini maka sepatu kita mendapat hidup baru di orang yang memerlukan.

Jelas ini sangat-sangat membantu lingkungan karena kita menggunakan kembali (re-use) barang yang sudah tidak kita pakai. Ini pun berarti kita mengurangi konsumsi pembuatan sepatu baru yang pastinya memakan banyak energi.

Kalau di luar negeri sudah banyak organisasi dan bisnis yang melakukan seperti:

Mudah-mudahan kita di Indonesia semakin banyak juga yang mengikuti cara kampanye ini dan bisa memberikan sepatu kepada yang membutuhkan.

23 Desember, 2008 at 10:12 4 komentar

Waduk Cirata. Pembawa berkah yang dipenuhi sampah.

Waduk Cirata, disebutkan di koran kompas hari Sabtu tgl 16 Agustus 2008, tercemar begitu banyak logam berat yang melebihi standard baku air di waduk yang digunakan sebagai air baku air minum, irigasi, perikanan budidaya dan yang terpenting adalah sebagai bahan sumber tenaga listrik. Disebutkan bahwa sumber logam berat berasal dari industri di daerah aliran sungai Cirarum dan Cisokan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas ikan budidaya, ongkos pemeliharaan turbin akibat korosi karena logam berat, kesehatan masyarakat, serta kualitas hasil pertanian kita.

Sebagai informasi, Waduk Cirata adalah PLTA terbesar di Pulau Jawa dengan kapasitas listrik 1.008 MW (8×126 MW). Waduk ini dengan total luas 6.200 hektar sangat penting dalam menjaga pasokan listrik Jawa-Bali terutama pada saat puncak di jam 17:00-18:00 saat orang secara bersama-sama mulai menyalakan lampu. Waduk Cirata bertindak sebagai buffer untuk pasokan listrik yang sekejap naik itu.

Selain itu, perikanan budidaya ikan air tawar di Waduk Cirata merupakan yang terbesar di Indonesia. Untuk anda yang tinggal di Jawa Barat maka bila anda memakan ikan mas, nila atau bawal air tawar maka kemungkinan besar ikan tersebut berasal dari Waduk Cirata yang memiliki volume produksi rata-rata 6.450 ton ikan per bulan atau 39.5% dari seluruh produksi jaring apung di Jawa Barat. (Majalah Agrina) (lebih…)

16 Agustus, 2008 at 12:07 10 komentar

Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.481.756 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai